Obat Pembesar Penis obat pembesar penis
musimqq-920x120
Pembesar  Penis Vimax
vimax-asli-canada
ezgif-com-add-text
Poker Online Terbesar di Indonesia Agen Poker Online Terbaik resizedimage-php-jayabet resizedimage-php online online online
Home » Cerita Dewasa Tante » Cerita Dewasa Dua Tante Binal

Cerita Dewasa Dua Tante Binal

resizedimage-php-elang resizedimage-php-obat

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Dua Tante Binal” hot terbaru 2016

cerita sex tante
Cerita Dewasa Dua Tante Binal

Cerita Sex Terbaru | Pada suatu hari ketika aku ke villa pamanku, aku menemukan sebuah album foto di kamar Tante Yani, yg ternyata berisi foto bugil Tante-Tanteku. Kubolak balik foto-foto tersebut yg menampakkan tubuh-tubuh telanjang Tante-Tanteku, walaupun ada yg ssudah berumur diatas 40 tahun seperti Tante Heni dan Tante Elin tapi tubuh mereka tdk kalah dengan keempat istri muda yg lain.

Cerita Ngentot | Membuat aku terangsang dan ingin merasakan hangatnya tubuh mereka. Hingga ada ide gila untuk memperalat mereka melalui foto-foto tersebut. Mulai kususun rencana siapa yg pertama aku kerjain, lalu kupilih Tante Tante Heni (45 tahun) dan Tante Elin (37 tahun).

Aku telepon rumah Tante Heni dan Tante Elin. Aku minta mereka untuk menemuiku di villa keluarga. Aku sendiri lalu bersiap untuk pergi ke sana. Sampai disana kuminta penjaga villa untuk pulang kampung. Tak lama kemudian Tante Heni dan Tante Elin sampai. Kuminta mereka masuk ke ruang tamu.

“Ada apa sih Tio?” tanya Tante Heni yg mengenakan kaos lengan panjang dengan celana jeans.
“Duduk dulu Tante,” jawabku.
“Iya ada apa sih?” tanya Tante Elin yg mengenakan Kemeja you can see dengan rok panjang.
“Saya mau tanya sama Tante berdua, ini milik siapa?”, kataku sambil mengeluarkan sebuah bungkusan yg di dalamnya berisi setumpuk foto.

Tante Heni lalu melihat foto apa yg ditunjukkan olehnya.

“Darimana kamu dapatkan foto-foto ini?” tanya Tante Heni panik mendapatkan foto-foto telanjang dirinya.
“Tio.. apa-apaan ini, darimana barang ini?” tanya Tante Elin dengan tegang.
“Hhhmm.. begini Tante Heni, waktu itu saya kebetulan lagi bersih-bersih, pas kebetulan dikamar Tante Yani saya lihat kok ada foto-foto telanjang tubuh Tante-Tante yg aduhai itu,” jawabku sambil tersenyum.
“Baik.. kalau gitu serahkan klisenya?” Kata Tante Elin.
“Baik tapi ada syaratnya lho,” jawabku.
“Katakan apa syaratnya dan kita selesaikan ini baik-baik,” kata Tante Heni dengan ketus.
“Iya Tio, tolong katakan apa yg kamu minta, asal kamu kembalikan klisenya,” tambah Tante Elin memohon.
“Ooo.. nggak, nggak, saya nggak minta apa-apa, Cuma saya ingin melihat langsung Tante telanjang,” kataku.
“Jangan kurang ajar kamu!” kata Tante Heni dan Tante Elin dengan marah dan menundingnya.
“Wah.. wah.. jangan galak gitu dong Tante, saya kan nggak sengaja, justru Tante-Tante sendiri yg ceroboh kan,” jawabku sambil menggeser dudukku lebih dekat lagi.
“Bagaimana Tante?”
“Hei.. jangan kurang ajar, keterlaluan!!” bentak Tante Elin sambil menepis tanganku.
“Bangsat.. berani sekali, kamu kira siapa kami hah.. dasar orang kampung!!” Tante Heni menghardik dengan marah dan melemparkan setumpuk foto itu ke wajahku.
“Hehehe.. ayolah Tante, coba bayangkan, gimana kalo foto-foto itu diterima paman di kantor, wah bisa- bisa Tante semua jadi terkenal deh!!” kataku lagi.

Kulihat kananku Tante Heni tertegun diam, kurasa dia merasakan hal yg kuucapkan tadi. Kenapa harus kami yg tanggung jawab,

“Tante-Tantemu yg lain kok tdk?” tanya Tante Heni lemas.
“Oh, nanti juga mereka akan dapat giliran,” jawabku.
“Bagaimana Tante? Apa ssudah berubah pikiran?”
“Baiklah, tapi kamu hanya melihat saja kan?” tanya Tante Elin.
“Iya, dan kalau boleh sekalian memegangnya?” jawabku.
“Kamu jangan macam-macam Tio, hardik Tante Heni.”
“Biarlah Mbakyu, daripada ketahuan,” jawab Tante Elin sambil berdiri dan mulai melepas pakaiannya, diikuti Tante Heni sambil merengut marah.

Hingga tampak kedua Tanteku itu telanjang bulat dihadapanku. Tante Heni walau ssudah berusia 45 tahun tapi tubuhnya masih montok, dengan kulit kuning langsat dan sedikit gemuk dengan kedua payudaranya yg besar menggantung bergoyg-goyg dengan puting susunya juga besar. Turun kebawah tampak pinggulnya yg lebar serta bulu hitam di selangkangan amat lebat. Cerita Sex Tante

Tdk kalah dengan tubuh Tante Elin yg berusia 37 tahun dengan tubuh langsing berwarna kuning langsat, serta payudaranya yg tdk begitu besar tapi nampak kenyal dengan puting yg sedkit naik keatas. Pinggulnya juga kecil serta bulu kemaluannya di selangkangan baru dipotong pendek.

“Ssudah Tio?” tanya Tante Heni sambil mulai memakai bajunya kembali.
“Eh, belum Tante, kan tadi boleh pegang sekalian, lagian saya belum lihat meki Tante berdua dengan jelas,” jawabku.
“Kurang ajar kamu,” kata Tante Elin setengah berteriak.
“Ya sudah kalo nggak boleh kukirim foto Tante berdua nih?” jawabku.
“Baiklah,” balas Tante Heni ketus,
“Apalagi yg mesti kami lakukan?”
“Coba Tante berdua duduk di sofa ini,” kataku.
“Dan buka lebar-lebar paha Tante berdua,” kataku ketika mereka mulai duduk.
“Begini Tio, Cepat ya,” balas Tante Elin sambil membuka lebar kedua pahanya.

Hingga tampak mekinya yg berwarna kemerahan.

“Tante Heni juga dong, rambutnya lebat sih, nggak kelihatan nih,” kataku sambil jongkok diantara mereka berdua.
“Beginikan,” jawab Tante Heni yg juga mulai membuka lebar kedua pahanya dan tangannya menyibakkan rambut kemaluannya kesamping hingga tampak mekinya yg kecoklatan.
“Tio pegang sebentar ya?” kataku sambil tangan kananku coba meraba selangkangan Tante Heni sementara tangan kiriku meraba selangkangan Tante Elin.

Kumainkan jari-jari kedua tanganku di meki Tante Heni dan Tante Elin.

“Sudah belum, Tio.. Ess..,” kata Tante Heni sedikit mendesah.
“Eeemmhh.. uuhh.. jangan Tio, tolong hentikan.. eemmhh!” desah Tante Elin juga ketika tanganku sampai ke belahan kemaluannya.
“Sebentar lagi kok Tante, memang kenapa?” tanyaku pura-pura sambil terus memainkan kedua tanganku di meki Tante Heni dan Tante Elin yg mulai membasah.
“Eh, ini apa Tante?” tanyaku pura-pura sambil mengelus-selus klitoris mereka.
“Ohh.. Itu klitoris namanya Tio, jangan kamu pegang ya..,” desis Tante Heni menahan geli.
“Iya jangan kamu gituin klitoris Tante dong,” dasah Tante Elin.
“Memang kenapa Tante, tadi katanya boleh,” kataku sambil terus memainkan klitoris mereka.
“Sshh.., oohh.., geliss.., To,” rintih Tante Heni dan Tante Elin.
“Ini lubang mekinya ya Tante?” tanyaku sambil memainkan tanganku didepan lubang meki mereka yg semakin basah.
“Boleh dimasukin jari nggak Tante?”

Kembali jariku membuka belahan meki mereka dan memasukkan jariku, slep.. slep.. bunyi jariku keluar masuk di lubang meki Tante Elin dan Tante Heni yg makin mendesah-desah tdk karuan,

“Jangan Tio, jangan kamu masukin jari kamu.. Oohh..,” rintih Tante Elin.
“Jangan lho Tio.. sshh..,” desah Tante Heni sambil tangannya meremasi sofa.
“Kenapa? Sebentar saja kok, dimasukkin ya,” kataku sambil memasukkan jari tengahku ke meki mereka masing-masing.
“Aaahh.., Tio..,” desah Tante Heni dan Tante Elin bersama-sama mersakan jari Tio menelusur masuk ke lubang meki mereka.
“Ssshh.. eemmhh..!!” Tante Heni dan Tante Elin mulai meracau tdk karuan saat jari-jariku memasuki meki dan memainkan klitoris mereka.
“Bagaimana Tante Heni,” tanyaku mulai memainkan jariku keluar masuk di meki mereka.
“Saya cium ya meki Tante Heni ya?” tanyaku sambil mulai memainkan lidahku di mekinya. “Sebentar ya Tante Elin,” kataku.
“Jangan.., sshh.. Tio.. ena.., rintih Tante Heni sambil tangannya meremasi rambutku menahan geli.
“Gimana Tante Heni, geli tdk..,” tanya Tio.
“Ssshh.. Tio.. Geli ss..,” rintihnya merasakan daerah sensitifnya terus kumainkan sambil tangannya meremasi sendiri kedua payudaranya.
“Teruss.. Tio,” desis Tante Heni tak kuat lagi menahan nafsunya.

Sementara Tante Elin memainkan mekinya sendiri dengan jari tanganku yg ia gerakkan keluar masuk. Dan Tante Heni kian mendesah ketika mendekati orgasmenya dan

“Aaahh ss.., Tante sudah nggak kuat lagi,” rintih Tante Heni merasakan lidahku keluar masuk dilubang mekinya.
“Tante Heni keluar Tio..,” desah lemas Tante Heni dengan kedua kakinya menjepit kepalaku di selangkangannya.

Tahu Tante Heni sudah keluar aku bangkit lalu pindah ke meki Tante Elin dan kubuka kedua pahanya lebar-lebar. Sama seperti Tante Heni Tante Elin juga merintih tdk karuan ketika lidahku mengocok lubang mekinya. Cerita Ngentot Tante

“Aah ss.., Tioo,.., enak ss..,” rintih Tante Elin sambil menekan kepalaku ke selangkangannya.

Tante Elin di sofa dan kubuka lebar-lebar pahanya. Kubenamkan lidahku liang meki Tante Elin, ku sedot-sedot klitoris meki Tante Elin yg ssudah basah itu,

“Teruss.., Tioo.., Tante.., mau kelu.. Aah ss..,” rintih Tante Elin merasakan orgasme pertamanya.

Tio lalu duduk diantara Tante Heni dan Tante Elin.

“Gantian dong Tante, punyaku sudah tegang nih,” menunjukkan sarung yg aku pakai tampak menonjol dibagian kemaluanku pada Tante Heni dan Bullik Elin.

Kuminta mereka untuk menjilati kemaluanku.

“Kamu nakal Tio, ngerjain kami,” kata Tante Heni sambil tangannya membuka sarungku hingga tampak penisku yg mengacung tegang keatas.
“Iya.., awas kamu Tio.. Tante hisap punya kamu nanti..,” balas Tante Elin sambil memasukkan penisku kemulutnya.
“Ssshh.. Tante.. terus..,” rintih Tio sambil menekan kepala Tante Elin yg naik turun di penisnya.

Tante Heni terus menjilati penisku gantian dengan Tante Elin yg lidahnya dengan liar menjilati penisku, dan sesekali memasukkannya kedalam mulunya serta menghisap kuat-kuat penisku didalam mulutnya. Sluurrpp.. sluurpp.. sshhrrpp.. demikian bunyinya ketika dia menghisap.

“Sudah.. Tante, Tio nggak kuat lagi..,” rintih Tante Elin sambil mengangkat kepalaku dari mekinya.
“Tunggu dulu ya Tante Heni, biar saya dengan Tante Elin dulu,” kataku sambil menarik kepala Tante Heni yg sedang memasukkan penisku kemulutnya.
“Tante Tina sudah nggak tahan nih,” kataku sambil membuka lebar-lebar kedua paha Tante Elin dan berlutut diantaranya.
“Cepatss.. Tio,” desah Tante Elin sambil tangannya mengarahkan penisku ke mekinya.
“Asshhss..,” rintih Tante Elin panjang merasakan penisku meluncur mulus sampai menyentuh rahimnya.

Tante Elin mengerang setiap kali aku menyodokkan penisnya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati “perkosaan” ini, aku tdk peduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Tanteku sendiri. Kuminta Tante Elin untuk menjilati meki Tante Heni yg jongkok diatas mulutnya.

“Ushhss.. Geli dik,” desis Tante Heni setiap kali lidah Tante Elin memasuki mekinya.

Sementara aku sambil menyetubuhi Tante Elin tanganku meremas-remas kedua payudara Tante Heni. Tiba-tiba Tante Elin mengangkat pinggulnya sambil mengerang panjang keluar dari mulutnya.

“Ahhss.. Tio Tante keluar.. ”
“Sudah keluar ya Tante Elin, sekarang gilran Bu Heni ya,” kataku sambil menarik Tante Heni untuk naik kepangkuanku.

Tante Heni hanya pasrah saja menerima perlakuannya. Kuarahkan penisku ke meki Tante Heni Lalu Aaahh.. desah Tante Heni merasakan lubang mekinya dimasuki penisku sambil pinggulnya mulai naik turun. Kunikmati goygan Tante Heni sambil ‘menyusu’ kedua payudaranya yg tepat di depan wajahku, payudaranya kukulum dan kugigit kecil.

“Teruss.. Tante, meki Tante enak..,” rintihku sambil terus dalam mulutku menghisap-hisap puting susunya.
“Penis kamu juga sshh..” rintih Tante Heni sambil melakukan gerakan pinggulnya yg memutar sehingga penisku terasa seperti dipijat-pijat.
“Sebentar Tante, coba Tante balik badan,” kataku sambil meminta Tante Heni untuk menungging.

Kusetubuhi Tante Heni dari belakang, sambil tanganku tangannya bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhnya. Harus kuakui sungguh hebat wanita seumur Tante Heni mempunyai meki lebih enak dari Tante Elin yg berusia lebih muda.

Sudah lebih dari setengah jam aku menggarap Tante Heni, yg makin sering merintih tdk karuan merasakan penisku menusuk-nusuk mekinya dan tanganku meremasi payudaranya yg bergoyg-goyg akibat hentakan penisku di mekinya.

“Ssshh.. Tio, Tante mau keluar..” rintih Tante Heni.
“Sabarr.. Tante, sama-sama,” kataku sambil terus memainkan pinggulku maju-mundur.
“Aaahh ss.., Tante Heni keluar..,” melenguh panjang.
“Saya belum, Tante,” kataku kecewa.
“Pake susu Tante aja ya,” jawab Tante Heni jongkok didepanku sambil menjepitkan penisku yg ssudah licin mengkilap itu di antara kedua payudaranya yag besar, lalu dikocoknya.
“Terus, Tante enak ss..,” rintihku.

Melihat hal itu Tante Elin bangun sambil membuka mulutnya dan memasukkan penisku ke mulutnya sambil dihisap-hisap. Tak lama setelah mereka memainkan penisku, mengeluarkan maninya menyempot dengan deras membasahi wajah dan dadaTante Heni dan Tante Elin.

“Terima kasih ya Tante,” jawabku sambil meremas payudara mereka masing-masing.

***

Cerita sex, cerita dewasa, cerita
mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita
Dewasa Dua Tante Binal” hot terbaru 2016

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*