Obat Pembesar Penis
musimqq-920x120
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax ezgif-com-add-text
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online agen ibcbet poker
Home » Cerita Dewasa Janda » Cerita Dewasa Nikmatnya Sanksi Dari Bos

Cerita Dewasa Nikmatnya Sanksi Dari Bos

resizedimage-php-elang resizedimage-php-obat

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Nikmatnya Sanksi Dari Bos” hot terbaru 2016

Cerita Sex Janda

Cerita Dewasa Nikmatnya Sanksi Dari Bos

Cerita Ngentot Terbaru | Aku ingin menceritakan satu pengalaman terbaru setelah mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan swasta di Bandung baru-baru ini. Pagi itu, aku terlambat masuk kantor karena ketiduran.

Cerita Sex Terbaru | Semalaman aku menyaksikan dua buah Blue Film versi Indonesia. Karena kesiangan, aku jadi malas pergi ke kantor. Namun, keterlambatan itu akhirnya membuatku meraih sesuatu yg sudah lama kuidam-idamkan.

Cerita Dewasa Terbaru | Saat aku masuk kantor, semua pegawai wanita memandangku dengan heran. Sementara teman-teman yg pria kelihatan cuek-cuek saja.

“Tumben Gun, Kamu kesiangan.. biasanya Kamu datang paling awal.. awas lho, hari ini personalia kantor Kita orang baru lho. Aku berani bertaruh, Kamu pasti akan dimarahi habis-habisan..” suara Susan terdengar mengejek.

Kemudian Meina menimpali,

“Pasti Kau kena marah dan bisa-bisa dipecat lho..!”

Belum selesai ia melanjutkan perkataannya, Frida memotongnya sambil cengengesan,

“Taruhan.. You pasti dihukum.. ha ha ha ha..”

Mendengar itu, aku pun membalas ledekan mereka,

“Oke kalo begitu.. Kita taruhan aja.. kalo Aku tdk dimarahin, Kalian harus mau kencan satu-persatu denganku mulai malam ini. Gimana..?”

Karuan saja teman-teman pria yg tadi sedang sibuk di mejanya masing-masing langsung mengeluarkan suara,

“Huu..ngaco Kamu.. Gun, beraninya Kamu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Lalu bagaimana kalo Kamu yg kalah..?”
“Berarti Aku yg harus mentraktir Kalian semua makan malam ini di HOKA-HOKA BENTO, setuju nggak..?” tanyaku lagi dengan perasaan dag-dig-dug tdk karuan.

Soalnya, hari itu akhir bulan dan kondisi keuanganku lagi kembang kempis.

“Setuju..” jawab Frida, Meina, dan Susan hampir bersamaan.

Yg lain bertepuk tangan dengan ramainya. Tiba-tiba pintu ruang Kabag Personalia dan Umum terbuka. Seorang wanita cantik keluar dari sana, lalu memanggil namaku dengan suara galak,

“Gunawan, harap masuk ke ruanganku sekarang.. ada yg ingin kubicarakan..”

Oh.. itu rupanya Kabag Personalia yg baru. Dengan semua mata tertuju ke arahku, aku berusaha melangkah dengan tegap (seperti seorang prajurit yg siap tempur kali, ya) ke arah ruangan personalia. Aku yakin seratus persen bahwa mereka begitu berharap agar aku yg akan kalah dan mentraktir mereka semua. Ya Tuhan, moga-moga aku tdk dimarahi, demikian doaku dalam hati.

Setelah berada di dalam kantor itu, aku langsung duduk berhadapan dengan wanita cantik itu. Kutaksir usianya baru 35 tahun. Masih muda, cantik dan seksi juga. Belahan baju di dadanya begitu rendah. Aku terpana melihatnya. Karena sadar bagian tubuhnya diperhatikan, ia segera membetulkan bajunya itu.

“Gunawan, Kamu biasanya datang awal.. kok hari ini kesiangan..?” tanyanya ramah dan terlihat senyum di bibirnya.
“Maaf Bu.. tadi Saya kesiangan.. maklum Bu, Saya masih bujangan.. jadi ya.. tdk ada yg membangunkan..” jawabku polos masih dengan hati dag-dig-dug.

Takut kalo aku kalah bertaruh dengan kawan-kawan di luar sana.

“Ya sudah.. lain kali jangan diulangi ya..? Oh ya, kau harus memanggilku Bu Tania.. Selamat Bekerja..” ujarnya sambil berdiri untuk mempersilahkan aku keluar dari ruangannya.

Dengan perasaan senang, aku membuka pintu, lalu keluar dari sana. Dan rupanya, mereka semua yg di luar menguping apa yg terjadi di dalam kantor itu. Saat aku keluar dan berjalan ke arah meja kerjaku, kulihat Frida, Meina, dan Susan terlihat lemas dan pucat. Entah apa yg mereka rasakan. Aku sih merasa amat senang. Karena mulai malam ini, aku bisa menikmati ketiga tubuh molek itu satu persatu.

Memang di antara para pegawai yg bekerja di ruangan itu, ketiganya memang yg paling cantik, putih dan seksi.Malamnya, jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih seperempat. Semua pegawai sudah pulang. Tinggallah aku dan Meina yg pura-pura lembur. Padahal kami punya tujuan lain. Setelah semuanya aman, aku bergerak menuju meja kerja Meina yg rupanya sudah di siapkan sejak beberapa menit yg lalu. Meina ini memang amat cantik, usianya baru 32 tahun.

Dia seorang janda beranak dua. Namun bodinya tetap saja masih seksi dan segar. Buah dadanya terlihat amat menonjol. Mungkin ukuran 36D. Tanpa basa-basi lagi, aku memeluknya dan mencium bibirnya dengan semangat. Ia pun membalasnya. Lidahnya terasa masuk dan bermain-main di mulutku. Sambil terus berpagutan, aku dengan cepat membuka stelan blazer yg dikenakannya.

Sekarang tinggal BH dan celana dalamnya yg berwarna biru muda. Bulu-bulu kemaluannya begitu lebat sehingga sebagian terlihat keluar dari celananya. Melihat itu, langsung saja Penisku bergerak naik turun dan terasa mulai mengeras.

Sementara itu, aku meremas-remas dadanya. Wah.. besar dan kenyal. Ia terus saja membuka pakaian yg masih melekat pada tubuhku. Sementara itu dengan sekali tarik, kulepaskan tali pengait BH-nya. Dan benar, tersembullah dua bukit kembar yg besar berwarna putih bersih, dengan puting coklat kemerah-merahan. Aku menatap wajahnya.

Wajahnya terlihat begitu berharap, aku segera melakukan sesuatu pada dirinya. Aku memintanya jongkok. Ia pun mengerti, lalu meraih Penisku. Langsung ia menjilatinya seperti seorang anak sedang menjilat es krim.

“Ugh.. ugh.. ugh..” terdengar suara lenguhannya.

Ia terus saja mengulum dan menghisap-hisap batang ajaibku itu. Setelah besar dan tegang, ia merubah posisinya dengan berdiri dan menunduk membelakangiku. Aku pun meraih Penisku dan pelan-pelan ku susupkan ke liang senggamanya dari arah belakang. Aku tusukkan dengan perlahan, namun pasti.

“Bless.. jeb.. bless.. ciplok.. plak.. plak..” terdengar bunyi kemaluannya dan batang keperkasaanku bersentuhan.

Suara daging yg bertabrakan pun mengiringi permainan kami yg penuh nafsu. Meina bergerak ke belakang dan ke depan. Aku memeluknya sambil memegang kedua bukit kembarnya.

10 menit berlalu, dan tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yg hendak keluar dari dalam tubuhku.

“Aku mau keluar nih, Meina.. di dalam atau di luar..?” erangku.
“Di pantatku saja, Gun..!” jawabnya seenaknya.

Lalu kucabut batang kejantananku dari liang senggamanya dan kusemprotkan mani sebanyak mungkin ke pantat seksinya. Setelah selesai, Meina tersenyum puas.

“Kapan-kapan Kita lakukan lagi ya, Gun..?” ujarnya sambil mengenakan pakaiannya dan segera keluar dari kantor untuk pulang.

Aku hanya bisa tersenyum lirih mendengarnya.

Besok malamnya, giliran Susan yg akan kukerjai. Susan ini masih muda sekali. Ia berusia 25 tahun. Buah dadanya cukup besar, 34B. Tapi bentuk tubuhnya itu bak gitar Spanyol. Kudengar sih dia masih perawan. Akan kubuktikan malam ini, apakah itu benar.

Singkat cerita, kami bertemu di sebuah hotel di daerah Paskal. Di dalam kamar itu, ia sudah menunggu dengan hanya mengenakan BH hitam dan celana dalam yg juga hitam. Begitu aku masuk, ia langsung memegang pangkal pahaku.

“Udah tegang belum, Gun.. kalo belum Aku hisap ya..?” katanya dengan penuh nafsu.
“Boleh..” jawabku dengan hati senang.

Langsung saja ia menyuruhku berbaring di ranjang. Ia sendiri melakukan aksinya. Semua pakaianku dipreteli. Lalu sambil tiduran di dekat pangkal pahaku, ia menghisap, mengulum dan menjilat batanganku dengan semangat 45.

“Punyamu ternyata besar juga ya, Gun.. Terkadang tanpa sengaja, di kantor aku memperhatikan bagian ajaibmu ini.. Ternyata lebih besar dari yg Kuduga..” ujarnya di tengah-tengah aksinya menghisap-hisap Penisku yg membesar.

Setelah beberapa saat, kami merubah posisi. Aku menjilat dan menghisap-hisap bagian klitoris vaginanya, sedangkan ia masih terus mengulum batang kemaluanku. Setelah kami masing-masing merasa cukup puas, ia langsung bangkit dan duduk di atas Penisku. Dengan pelan diraihnya Penisku, lalu dimasukkannya ke liang keperawanannya dari bawah. Cerita Mesum

Dan,

“Bless.. jeb.. bless..!”

Ia turun naik sambil bergerak memutar ke kanan ke kiri. Kesempatan itu aku pergunakan untuk menghisap payudaranya sambil duduk. Putingnya makin membesar dan terasa wangi. Sesuatu berwarna merah tiba-tiba membasahi seprei kasur kami. Darah..! Wah.. rupanya benar, ia masih perawan. Syukurlah kalau begitu.

Kutatap wajahnya. Tak kulihat penyesalan di sana. Beberapa menit kemudian, aku ejakulasi.

“Crot.. crot.. crot..!” Sekitar sepuluh kali semprotan spermaku membasahi vaginanya.

Ia pun terlihat orgasme. Saat kucabut batang Penisku, senjataku itu terlihat basah. Pastilah cairan kelaminnya telah keluar.

“Gun.. aku rela menyerahkannya pada Kamu. Aku sebenarnya sudah jatuh hati padamu sejak hari pertama Kau bekerja di kantor. Cuma Aku tdk tahu apa Kau suka padaku atau tdk.” katanya tiba-tiba setelah kami berdua berbaring sebelah menyebelah.
“San.. terima kasih untuk semuanya. Aku bersedia jadi pacarmu.. cuman besok Aku harus melayani Frida, Kau tdk keberatan, kan..?” jawabku dengan mantap sambil menatap kedua bola matanya yg hitam dan bulat.

“Tentu tdk, Gun.. Kau harus memenuhi janji itu.. apapun yg terjadi..” jawabnya sambil merebahkan kepalanya di dadaku.

Aduh senangnya mendengar semua yg dikatakan Susan. Hatinya kini jadi milikku. Ya, apa pun yg terjadi. Besok malam, aku akan melayani Frida. Wanita itu memang seks maniak. Ia sudah sering mengecani teman-teman sekantor tanpa bayaran.

Dia juga masih muda, 27 tahun. Namun buah dadanya lebih besar dari Susan, ukurannya 36 A. Tentu aku harus menggunakan tekhnik-tekhnik tertentu untuk berhubungan dengannya. Saat sudah bertemu dengannya di kamar kostnya (karena ia berasal dari Pontianak), langsung saja ia mengerjai senjataku dengan rakus. Cerita Ngentot

Diemut, dihisap, dijilat dan dikulum-kulum berkali-kali dengan ganasnya. Duh.. hampir saja aku ejakulasi. Tapi dengan sekuat tenaga kutahan. Lalu kubalas dengan ganas pula. Tanpa menjilati kemaluannya lagi, aku gesek-gesekkan Penisku ke sekitar liang vaginanya. Setelah ia terlihat siap, kutelusupkan Penisku dengan penuh nafsu dan kudorong dengan sekuat tenaga.

“Auuwww..” jeritnya.
“Pelan-pelan dong, Gun.. sakit sekali.. Penismu Penis paling besar yg pernah memasuki vaginaku..” katanya sambil meringis.

Ah, masa bodoh. Pokoknya aku harus membuat wanita ini sampai puas dan kalau perlu tdk bisa berdiri. Hehehehe.. Aku terus saja menghujamkan Penisku ke dalam liang senggamanya. Frida menggoygkan pantatnya ke arah atas dan bawah sambil berputar-putar. Sementara tangan kananku meremas-remas payudaranya yg sintal dan kenyal. Mulutku juga kupakai untuk memuaskannya. Lidahku kupelintir di dalam mulutnya. Dan benar, ternyata ia KO duluan.

“Aku mau keluar, Gun.. Kamu berapa lama lagi..?” tanyanya sambil kedua tangannya mencengkeram seprei dengan kuat.
“Keluarkan saja, Frid.. Aku masih lama.. jangan kuatir, Sayang..” ujarku seenaknya.
“Jangan dikeluarkan di dalam vaginaku ya..? Gun.. tumpahkan saja di mulutku..” bisiknya di tengah-tengah orgasmenya.

Ternyata dugaanku salah. Sekonyong-konyong, sesuatu keluar dari dalam tubuhku yg membuatku terangkat ke puncak kenikmatan. Dengan cepat kucabut batang Penisku dan kubawa ke mulutnya yg sudah membuka dari tadi.

“Cret.. cret.. cret..” spermaku belepotan di sekitar mulut, bibir, hidung dan dagunya.
“Aku puas, Gun.. nanti Kau terlambat lagi ya..? Supaya Kita bisa melakukannya lagi..” katanya sambil tersenyum.

Wah.. urusannya bisa panjang nih. Setelah semuanya kering dan bersih, aku mengenakan pakaianku kembali dan pulang dari sana. Tdk kusangka, akibat kesiangan, kenikmatan yg luar biasa dapat kuperoleh. Ketiga-tiganya menyatakan kepuasan mereka. Bahkan, Susan menjadi kekasihku. Luar biasa!

***

Cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Sex Nikmatnya Sanksi Dari Bos” hot terbaru 2016

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1