Alat Bantu Sex Wanita
musimqq-920x120
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online togel singapura agen ibcbet
Home » Cerita Dewasa Tante » Cerita Dewasa Tante Helen

Cerita Dewasa Tante Helen

resizedimage-php-obat resizedimage-php-elang

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita
mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Tante Helen” hot terbaru 2016 

cerita sex tante, spg, bispak
Cerita Dewasa Tante Helen
Perkenalkan namaku Miko, umurku saat
ini 23 tahun, aku kuliah disuatu universitas terkenal dikotaku. Aku sendiri
memilki penampilan yg kurang lebih bisa menarik perhatian kaum wanita karena
perawakanku yg atletis dan wajah ganteng yg menghiasi tubuhku.
Cerita Sex Terbaru | Dalam hubungan Sex tak perlu
ditanyakan lagi, aku sudah mendapat banyak pengalaman dari banyak wanita,
karena aku memulai berhubungan Sex sejak SMA sampai sekarang. Namun kali ini
aku tak menygka kisahku ini akan terjadi, karena persetubuhan ini aku lakukan
dengan tanteku sendiri yg dimana adalah istri om ku yg adik dari ayahku. Namun
mau bagaimana lagi, jika kucing dikasih ikan asin ya mana mau nolak,hehe.
Cerita Ngentot | Suatu pagi saat aku masih tidur,
telpon HP ku berbunyi dan aku yg masih dengan mata tertutup mengangkat HP ku,
ternyata adalah Om Yudi yg menelponku. 
“Mik, kamu beberapa hari ini sibuk
gak??” tanya om Yudi. 
“Kayaknya Enggak om, emang kenapa
om??” tanyaku balik. 
“Om mau minta tolong niiih, bisa
gak???” tanya om Yudi. 
“Eeeemmm….Minta tolong apa om??
Kalau aku bisa pasti aku bantu om” jawabku. 
“Om minta kamu menginap dirumah om
karena om mau keluar kota selama beberapa hari, kamu temenin Tante Helen dan
Tia dan Lia ya Mik, bisa gak??” taya om Yudi. 
“Eeeemmm….Bisa deeh om, aku kerumah
om kapan, nanti apa sekarang om??” tanyaku. 
“Sekarang aja Mik, karena om sebentar
lagi mau berangkat dan om juga sudah ngomong sama tantemu kok, kalau kamu yg
akan menemaninya” jawab om Yudi.
“Okkee…Deeeh om, aku mandi dulu,
nanti aku terus kerumah om” jawabku.
“Makasih ya Mik, kamu memang
keponakanku yg paling baik, nanti jika om sudah berangkat kamu tinggal masuk
aja ya Mik” ucap om Yudi.
 “Iyha om” jawabku singkat.
Setelah menutup telpon dengan mata yg
masih berat, aku pun bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Didalam kamar
mandi aku sempat membayangkan yg tdk-tdk, aku membayangkan tubuh bahenol tante
Helen, kubayangkan pantatnya yg semok aku remas-remas, kujilati meki tante Helen
sampai tante Helen ngecrot, penisku dikulum tante Helen, membuat penisku
menegang dan Aaarrgghhh akhirnya aku membasahi tubuhku dengan air, hingga bayanganku
tentang tante Helen hilang dengan seketika.
Tak lama aku selesai mandi, dan aku
pun bergegas ganti baju dan langsung menuju rumah om Yudi. Sekitar setengah jam
perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah om Yudi. Dan ternyata om yudi sudah
berangkat lalu aku disambut oleh tante Helen. Pemandangan indah seketika pun
aku dapatkan, baju ketat dan super seksi menghiasi tubuh tante Helen sehingga
bentuk lekuk-lekuk tubuh tante Helen menjadi terlihat, dan bahkan gMiko-gMiko
celana dalam tante Helen kelihatan karena roknya yg sangat ketat. Sejenak aku
menelan ludah sebelum akhirnya tante Helen membuyarkan pemandanganku itu.
“Mik tante minta tolong kamu antar
Tia dan Lia kesekolah yaaa” pinta tante Helen. 
“Okkee deeh tante” jawabku
singkat. 
Lalu aku mengajak kedua anak tante
Helen yg masih kecil kemobil, dan aku pun mengantarkannya kesekolah.
Diperjalanan aku mengantar Tia dan Lia, kembali aku teringat kemolekan tubuh
tante yg tadi aku lihat.
Aku tak kuasa menahan nafsuku hingga
dalam perjalanan batang Penisku menengang sehingga kelihatan dari luar celanaku
karena penisku yg lumayan besar. Untungnya aku mengantarkan anaknya tante
Helen, jika yg kuantarkan adalah tante Helen bisa-bisa aku langsung
menubruknya 
“pikiran kotor itu yg terus
mengganguku selama dalam perjalanan”.
Selesai sudah tugasku mengantar
untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Helen. Setelah parkir mobil aku
langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya. Tante
Helen masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak
lama, setelah lebih kurang lima menit tdk terdengar gemericik air aku mulai
curiga dan aku hentikan makanku.
Setelah menaruh piring di dapur. Aku
menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yg memang sudah tdk
ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai
mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yg
indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Helen tanpa ada sehelai benang yg
menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yg mengenai air di
kulitnya.
Ternyata tante Helen sedang
masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke mekinya.
Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan.
Terdengar suara desahan lirih, “hmhmhmhmmmm, ohh, arhh”. Kulihat tanteku
melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang
ditancapkan ke meki. Rupanya tante Helen ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu
dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya. Aku langsung pergi ke ruang
keluarga dan menyalakan televisi.
Aku tepis pikiran-pikiran porno di
otakku, tapi tdk bisa. Tubuh molek tante Helen, membuatku tergila-gila. Aku
jadi membayangkan tante Helen berhubungan badan denganku. “Lho Mik, kamu lagi apa
tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti
aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Helen mengagetkan aku.
“Kamu ini pagi-pagi sudah begitu.
Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Helen sambil
masuk kamar. 
Aku agak kaget juga dia ngomong
seperti itu. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan. Setelah tante Helen berangkat
kerja, aku sendirian di rumahnya yg sepi ini. Karena masih ngantuk aku ganti
celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante dan langsung tidur. 
“hmhmhmhmmmm.. geli ah” Aku
terbangun dan terkejut, karena tante Helen sudah berbaring disebelahku sambil
tangannya memegang Penis dari luar sarung.
“Waduh, maafin tante ya. Tante bikin
kamu terbangun.” Kata tante sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yg telah
membuat Penis menegang 90%. 
“Tante minta ijin ke atasan untuk tdk
masuk hari ini dan besok”, dengan alasan sakit. Cerita Ngentot Tante
Setelah ambil obat dari apotik,
tante pulang. Begitu alasan tante ketika aku tanya kenapa dia tdk masuk
kerja. 
“Waktu tante masuk kamar, tante
lihat kamu lagi tidur di kasur tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga
celana dalam kamu terlihat. Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kamu.
Hmm, gedhe juga ya Penis mu” Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskan
kelakuannya.
“Sudahlah tante, gak pa pa kok.
Lagian Miko tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di kamar mandi” celetukku
sekenanya. 
“Lho, jadi kamu..” Tante kaget
dengan mimik setengah marah.
 “Iya, tadi Miko ngintip tante
mandi. Maaf ya. Tante gak marah kan?” agak takut juga aku kalau dia
marah. 
Tante diam saja dan suasana jadi
hening selama lebih kurang 10 menit.
Sepertinya ada gejolak di hati
tante. Lalu tante bangkit dan membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dia
melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis
putih, sehingga sekarang terpampang tubuh tante yg toples sedang
membelakangiku. Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Penis
di sarungku. Bra warna hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku.
Aku jadi salah tingkah.
“Aku tahu kamu sudah lama pingin menyentuh
ini..” dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua bukit kembarnya. 
“Emm.., nggak kok tante. Maafin Miko
ya.” aku semakin salah tingkah. 
“Lho kok jadi munafik gitu, sejak
kapan?” tanya tanteku dengan mimik keheranan. 
“Maksud Miko, nggak salahkan kalau
Miko pingin pegang ini..!” Sambil aku tarik bahu tante ke tempat tidur,
sehingga tante terjatuh di atas tubuhku.
Langsung aku kecup payudaranya
bergantian kiri dan kanan. 
“Eh, nakal juga kamu ya.. ihh geli
Mik.” tante Helen merengek perlahan. 
“hmhmhmhmmmm..shh” tante semakin
keras mendesah ketika tanganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke
selangkangannya. 
Rok yg menjadi penghalang, dengan
cepatnya aku buka dan sekarang tinggal celana dalam yg menutupi gundukan
lembab. Sekarang posisi kami berbalik, aku berada di atas tubuh tante Helen.
Tangan kiriku semakin berani meraba
gundukan yg aku rasakan semakin lembab. Ciuman tetap kami lakukan dibarengi dengan
rabaan di setiap cm bagian tubuh. Sampai akhirnya tangan tante masuk ke
sela-sela celana dan berhenti di tonjolan yg keras.
 “hmhmhmhmmmm, boleh juga nih.
Sepertinya lebih besar dari punyanya om kamu deh.” tante mengagumi Penis yg
belum pernah dilihatnya. 
“Ya sudah dibuka saja tante.”
pintaku.
Lalu tante melepas celanaku, dan
ketika tinggal celana dalam yg menempel, tante terbelalak dan tersenyum. 
“Wah, rupanya tante punya Penis lain
yg lebih gedhe.” Gila tante Helen ini, padahal Penisku belum besar maksimal
karena terhalang celana dalam.
Aksi meremas dan menjilat terus kami
lakukan sampai akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku.
Dan aktifitas tante terhenti. Rupanya dia sudah berhasil melepas celana dalamku,
dan sekarang sedang terperangah melihat Penis yg berdiri dengan bebas dan
menunjukkan ukuran sebenarnya.
“Tante.. ngapain berhenti?” aku
beranikan diri bertanya ke tante, dan rupanya ini mengagetkannya.
“Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok
bisa segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku. “Gak panjang
banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia
ngoceh lagi.
Tante masih terkesima dengan Penisku
yg mempunyai panjang 17cm dengan diameter 6cm. 
“Emangnya punya om gak segini? ya
sudah tante boleh ngelakuin apa aja sama Penisku.” Aku ingin agar tante memulai
ini secepatnya. 
“hmhmhmhmmmm, iya deh.” Lalu tante
mulai menjilat ujung Penis Ada sensasi enak dan nikmat ketika lidah tante mulai
beraksi naik turun dari ujung sampai pangkal Penis 
“Ahh.. enak tante, terusin hh.” aku
mulai meracau.
Lalu aku tarik kepala tante Helen
sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi dengan ganasnya. Lebih
ganas dari ciuman yg pertama tadi. Tanganku beraksi lagi, kali ini berusaha
untuk melepas celana dalam tante Helen. Akhirnya sambil menggigit-gigit kecil
puting susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya itu.
Tiba-tiba, tante merubah posisi
dengan duduk di atas dadaku. Sehingga terpampang jelas mekinya yg tertutup
rapat dengan rambut yg dipotong rapi berbentuk segitiga. 
“Ayo Mik, gantian kamu boleh
melakukan apa saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap mekinya. “OK
tante” aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup meki tante yg bersih.
“Shh.. ohh” tante mulai melenguh
pelan ketika aku sentuh klitoMiknya dengan ujung lidahku. 
“Hh.. mm.. enak Mik, terus Mik..
yaa.. shh” tante mulai berbicara tdk teratur. 
Semakin dalam lidahku menelusuri liang
meki tante. Semakain kacau pula omongan tante Helen. 
“Ahh..Mik..shh..Mik aku mau keluar.”
tante mengerang dengan keras. 
“Ahh..” erangan tante keras sekali,
sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang. 
Rupanya tante sudah mencapai puncak.
Aku terus menghisap dengan kuat mekinya, dan tante masih berkutat dengan
perasaan enaknya.
“hmhmhmhmmmm..kamu pintar Mik. Gak
rugi tante punya keponakan seperti kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau
om kamu lagi luar kota. Mau kan?” dengan manja tante memeMik tubuhku. 
“Ehh, gimana ya tante..” aku
ngomgong sambil melirik ke Penis ku sendiri. 
“Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya”
tante sadar kalau Penisku masih berdiri tegak dan belum puas. 
Dipegangnya Penis ku sambil bibirnya
mengecup dada dan perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok Penis.
Setelah lebih kurang 15 menit tante
berhenti mengocok. Mik, kok kamu belum keluar juga. Wah selain besar ternyata
kuat juga ya.” tante heran karena belum ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari
Penisku. Tante bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai. Aku
tanggap dengan bahasa tubuh tante Helen, lalu turun dari tempat tidur. Aku
jilati kedua sisi dalam pahanya yg putih mulus. Bergantian kiri-kanan, sampai
akhirnya dipangkal paha.
Dengan tiba-tiba aku benamkan
kepalaku di mekinya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tdk teratur,
kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa nikmat yg aku berikan.
Setelah meki tante basah, tante melebarkan kedua pahanya. Aku berdiri sambil
memegang kedua pahanya. 
Aku gesek-gesekkan ujung Penis ke mekinya
dari atas ke bawah dengan pelan. Perlakuanku ini membuat tante semakin bergerak
dan meracau tdk karuan.
“Tante siap ya, aku mau masukin Penis”
aku memberi peringatan ke tante.
“Cepetan Mik, ayo.. tante sudah gak
tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Penis. 
Dengan pelan aku dorong Penis ke
arah dalam meki tante Helen, ujung kepalaku mulai dijepit bibir mekinya. Lalu
perlahan aku dorong lagi hingga separuh Penis sekarang sudah tertancap di mekinya.
Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment yg sangat enak.
Pembaca cobalah lakukan ini dan
rasakan sensasinya. Pasti Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yg
baru. Mik, kok rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh” tante berbicara
sambil merasa keenakan. 
“Ahh.. shh mm, tante ini cara Miko
agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante. 
Lalu dengan hentakan lembut aku
mendorong semua sisa Penis ke dalam meki tante. 
“Ahh..” kami berdua melenguh.
Kubiarkan sebentar tanpa ada
gerakan, tetapi tante rupanya sudah tdk tahan. Perlahan dan semakin kencang dia
menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga mengimbanginya
dengan sodokan ke depan. Meki tante Helen ini masih kencang, pada saat aku
menarik Penis bibir mekinya ikut tertarik. 
“Plok.. plok.. plokk” suara benturan
pahaku dengan paha tante Helen semakin menambah rangsangan.
13 menit lebih kami melakukan gaya
tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras 
“Ahh.. Mik tante nyampai lagi”
Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan
merangkul tubuhku. 
Aku kecup kedua payudaranya. dengan Penis
masih menancap dan dijepit Meki yg berkedut dengan keras. Dengan posisi
memangku tante Helen, kami melanjutkan aksi. Lima belas menit kemudian aku
mulai merasakan ada desakan panas di Penis.
“Tante, aku mau keluar nih, di
mana?” aku bertanya ke tante. 
“Di dalam aja Mik, tante juga mau
lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun. 
Urutan mekinya yg rapat dan
ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.
 “Arghh.. tante aku
nyampai”. 
“Aku juga Mik.. ahh” tante juga
meracau. 
Aku terus semprotkan cairan hangat
ke meki tante.
Setelah delapan semprotan tante dan
aku bergulingan di kasur. Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra. 
“Mik, kamu hebat.” puji tante
Helen. 
“Tante juga, meki tante rapet
sekali” aku balas memujinya. 
 “Mik, kamu mau kan nemani
tante selama om pergi” pinta tante. 
“Mau tante, tapi apa tante gak takut
hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya. “Gak
apa-apa Mik, tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas
sambil tangannya mengelus dadaku. 
Akhirnya kami berpagutan sekali lagi
dan berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tdk mau melepas perasaan nikmat yg
barusan kami raih.
Lalu kami mandi bersama, dan sempat
melakukannya sekali lagi di kamar mandi. Itulah pengalamanku dengan tante
Helen. Ternyata enak juga bermain dengan wanita yg berusia empat puluhan-an.
Semenjak itu aku sering dapat telepon ajakan untuk berkencan dengan
tante-tante.
Rupanya tante Helen menceritakan hal
kehebatanku kepada teman-temannya , karena teman tante Helen pada penasaran
dengan diriku seringkali aku di kejar kejar dengan cara yg berbeda beda. 
***

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita
mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Tante Helen” hot terbaru 2016

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1