Obat Pembesar Penis obat pembesar penis
musimqq-920x120
Pembesar  Penis Vimax
vimax-asli-canada
ezgif-com-add-text
resizedimage-php-jayabet resizedimage-php online online online
Home » Cerita Dewasa Umum » Cerita Dewasa Tukar Kenikmatan

Cerita Dewasa Tukar Kenikmatan

resizedimage-php-elang resizedimage-php-obat

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Tukar Kenikmatan” hot terbaru 2016

cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum

Cerita Sex Tukar Kenikmatan

Cerita Sex Terbaru | Dani namaku berpostur tinggi dengan berat yg ideal serta penampilan dan wajah keren kalau kata teman-temanku, saat ini aku berusia 24 tahun, kelahiran Bandung. Terus terang aku termasuk lelaki yg mempunyai libido seks tinggi dan butuh variasi yg bermacam-macam dalam melakukan hubungan seks. Saat ini aku sudah bekerja dan mempunyai posisi yg cukup bagus. Serta sudah mempunyai seorang istri yg cantik dan berkulit putih mulus dengan postur tubuh yg menarik serta selalu merangsang nafsuku.

Cerita Mesum Terbaru | Cerita yg akan kutampilkan ini adalah pengalamanku beberapa waktu lalu. Saat itu aku mendapat undangan dari seorang teman lamaku yg bernama Jay. Jay adalah temanku semasa kuliah dulu di kota Surabaya. Sejak lulus dari kuliah kami tdk pernah bertemu, tetapi komunikasi melalui telepon tetap berjalan lancar. Saat ini dia juga sudah menikah, dan aku belum mengenal istrinya. Dia juga saat ini sudah berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, sedangkan aku berkerja di Jakarta sampai sekarang.

Cerita Dewasa Terbaru | Pada saat menghubungiku, Jay mengatakan bahwa dia akan berada di Jakarta selama satu minggu lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yg telah disediakan oleh perusahaannya. Dia juga datang bersama istrinya dan saat ini mereka juga belum mempunyai anak seperti aku dan istriku, maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku ataupun istri Jay hanya ibu rumah tangga saja, sebab kami pikir kondisi itu lebih aman untuk mempertahankan sebuah rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami tdklah aman bagi istri-istri kami.

Cerita Ngentot Terbaru | Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yg dihuni oleh Jay dan istrinya. “Hai… Jay gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi,” kataku.

“Hai Dan, nggak ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Lusi… apa kabar, ini Vina istriku, Vina ini Dani dan Lusi…” kata Jay balik memperkenalkan istrinya dan mengajak kami masuk.

Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yg telah disiapkan oleh Jay dan Vina. Kulihat Lusi dan Vina cepat akrab walaupun mereka baru ketemu, begitu juga dengan aku dan Jay.

Ketika Vina dan Lusi asyik ngobrol macam-macam, Jay menarikku ke arah balkon yg ada dan segera menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.

“Eh.. Dan gua punya ide, mudah-mudahan aja elo setuju… karena ini pasti sesuai dengan kenakalan kita dulu… gimana…” kata Jay.
“Mengenai apa…” kataku.
“Tapi elo jangan marah ya… kalau nggak setuju…” kata Jay lagi.
“Oke gua janji…” kataku.
“Begini… gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yg tinggi, gimana kalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi tentunya, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh pake istri kamu, gimana…” ucap Jay.
“Ah.. gila kamu…” kataku spontan.

Tetapi aku terdiam sejenak dan berpikir sambil memandangi Lusi dan Vina yg sedang asyik ngobrol. Kulihat Vina sangat cantik tdk kalah cantiknya dengan Lusi, dan aku yakin bahwa sebagai laki-laki aku sangat tertarik untuk menikmati tubuh seorang wanita seperti Lusi maupun Vina yg tdk kalah dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.

“Gimana Dan… kan kita akan sama-sama menikmatinya, tdk ada untung rugilah…” kata Jay meminta keputusanku lagi.
“Tapi gimana caranya… mereka pasti marah… kalau kita beritahu…” aku balik bertanya.
“Tenang aja, gua punya caranya kalau elo setuju…” kata Jay lagi.
“Gua punya Pil perangsang… lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu.. tentunya dengan dosis yg lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai bereaksi.”
“Oke… gua setuju..” kataku. Dan kami pun mulai melaksanakan rencana kami tersebut.

Jay mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil perangsang ke dalam dua buah gelas yg sudah diisi soft drink yg akan kami berikan kepada Lusi dan Vina.

“Aduh.. asyik amat… apa sich yg diobrolin.. nich.. minumnya kita tambah…” kata Jay sembari memberikan gelas yg satu ke Vina, sedangkan aku memberikan yg satu lagi ke Lusi, karena kebetulan minuman milik mereka yg sebelumnya kelihatan sudah habis.

Kemudian Lusi dan Vina langsung menenggak minuman yg kami berikan beberapa kali. Aku duduk di samping Lusi dan Jay duduk di dekat Vina, kami pun ikutan ngobrol bersama mereka. Beberapa waktu kemudian, baik aku maupun Jay mulai melihat Lusi dan Vina mulai sedikit berkeringat dan gelisah sambil merubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut mulai bereaksi, pikirku.

Kemudian Jay berinisiatif mulai memeluk Vina istrinya dari samping, begitu juga aku, dengan sedikit meniupkan desah nafasku ke tengkuk Lusi istriku.

“Vin… aku sayang kamu…” kata Jay.

Kulihat tangannya mulai meraba paha Vina, istrinya.

“Eh Jay… apaan.. sich kamu… kan malu… akh.. ah…” kudengar suara Vina halus.
“Nggak pa-pa.. ah… ah… kamu sayangku… ah…” desah Jay meneruskan serangannya ke Vina.

Melihat kondisi itu, Lusi agak bingung… tapi aku tahu kalau dia pun mulai terangsang dan tak kuasa menahan gejolak nafsunya. “Lus… aku cinta kamu.. ukh… ulp… ah…”

Aku pun mulai memeluk Lusi istriku dan langsung mencium bibirnya dengan nikmat, dan kurasa Lusi pun menikmatinya. Aku pun mulai memeluk tubuh istriku dari depan, dan tanganku pun mulai meraba bagian pahanya sama seperti yg dilakukan oleh Jay.

“Lus… akh… ak… kamu… sangat cantik sayang…” kataku.
“Akh.. Dan… ah… ah…” desah istriku panjang, karena tanganku mulai menyentuh bagian depan kemaluannya, dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, setelah terlebih dahulu menyibakkan CD-nya secara perlahan.

Kulihat Jay sudah membuka bajunya dan mulai perlahan membuka kancing baju Vina istrinya, yg kelihatan sudah pasrah dan sangat terangsang. “Ah.. Jay… ah… ah… ah…” desah Vina kudengar. Dan Jay sudah berhasil membuka seluruh pakaian Vina, dan kulihat betapa mulusnya kulit Vina yg saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu pun sudah berhasil ditarik oleh Jay.

Tinggallah tubuh bugil Vina di atas sofa yg kami gunakan bersama itu dengan kelakuan Jay pada dirinya. Kulihat Jay pun sudah membuka semua pakaiannya dan sekarang tanpa sehelai benang pun yg menutupi tubuh Vina maupun Jay yg saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku.

“Ah… ulp… ulp… ulp.. ah.. sst.. sst…” kulihat Vina menjilat dan menghisap kemaluan Jay yg putih kemerahan dengan nikmatnya.
“ukh…ukh..ohh….ukh…” erang Jay menikmati permainan Vina.

Aku pun sekarang sudah berhasil membuka semua pakaian Lusi istriku, kulanjutkan dengan meremas buah dadanya yg kenyal itu dan kulanjutkan dengan mengisap kedua puting susunya perlahan dan berulang-ulang.

“Ah… ah… ah… Dan… terus… ah.. ah..” desah Lusi keenakan.

Tangan Lusi pun mulai membuka celanaku dengan tergesa-gesa karena hanya celanaku yg belum kubuka dan kelihatannya Lusi sudah mulai tdk sabaran.

“Akh… akh… ukh… oh…” ketika celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Lusi segera memegang kemaluanku dan menjilatinya seperti apa yg dilakukan oleh Vina.

Aku kemudian segera mengatur permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kaki istriku dan mulai menjilati klitorisnya dan semua bagian luar kemaluannya, “Aah… oh.. terus.. terus Dan… enak… akh… akh…” desah Lusi.

“Ulp.. ulp.. sst… sst… ah… uhm.. uhm… uhm…”

Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kemaluan dan klitorisnya merekah merah merangsang serta kelihatan basah oleh jilatanku dan air kenikmatan milikya yg tentunya terus mengalir dari dalam kemaluannya.

“Ah… terus.. ah… ah… terus Dan.. enak… akh… akh… ukh…” rintih Lusi. Yg membuka lebar kedua kakinya serta meremas buah dadanya sendiri dengan penuh kenikmatan.

Perlahan kulihat Jay menggendong Vina istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di sofa panjang yg kami pakai bersama ini, kemudian Jay mulai memasukkan kedua jari tangannya ke lubang kemaluan milik Vina dan mengocoknya pelan serta menariknya keluar masuk.

“Akh… Jay… ahk… kamu.. gila Jay… akh.. terus… terus Jay… ahh…” rintih Vina terdengar.
“Ukh… ah… ulp… akh… akh… akh.. oh… oh… oh…”

Suara dan desahan dari istriku dan Vina secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut meraba kemaluan Vina yg berada di sebelah istriku. Dan aku pun ikutan memasukkan kedua buah jariku ke kemaluan Vina tersebut.

Dan Jay pun membiarkan semua itu kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang kemaluan Vina, tangan kiri Jay pun mulai ikut meraba kemaluan istriku yg saat ini tanpa rambut, karena habis kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Vina maupun istriku membuka dan menutup matanya menikmati permainan yg aku dan Jay lakukan.

Perlahan aku mulai meraba buah dada Vina dengan tangan kananku dan meremasnya pelan, kurasakan buah dada milik Vina lebih kenyal dibanding milik istriku, tetapi buah dada istriku lebih besar dan menantang untuk dihisap dan dipermainkan. Kemudian aku mulai berdiri dan mengarahkan kemaluanku yg berukuran panjang 16 cm serta diameter 4 cm itu ke arah mulut istriku, dan tangan kananku terus meremas buah dada milik Vina.

Istriku dan Vina pun membiarkan semuanya ini terus berlanjut. Dan kulihat Jay tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang kemaluan yg di depannya dengan kedua buah tangannya dengan sekali-kali meremas buah dada milik istriku maupun Vina, istrinya.

Kemudian Jay mulai berdiri dan mengarahkan kemaluannya ke lubang kemaluan Vina yg sudah sangat basah,

“Ah… Jay… terus… masukkan… terus Jay semuanya…” kata Vina.

Melihat itu aku pun mulai mengarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluan istriku.

“Akh… ukh.. ah… oh… ah… oh…” erang istriku keenakan.

Saat ini baik posisiku dan jay maupun Lusi dan Vina berada pada posisi yg sama. Aku dan Jay terus menarik turunkan kemaluan kami di lubang kemaluan milik Vina dan Lusi. Begitu juga dengan Vina dan Lusi membuka lebar kakinya dan memeluk pinggangku maupun Jay seolah-olah mereka takut kehilangan kami berdua.

Selang beberapa saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan batang kemaluannya yg berukuran panjang 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding kemaluan Jay yg terus menuju ke lubang kemaluan milik istriku.

Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati kemaluan milik Jay yg mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun mulai juga mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan milik Vina, perlahan kurasakan lubang kemaluan Vina masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku yg kutekan perlahan.

“Akh… akh… Vin… memekmu begitu padat.. dan enak… akh…” kataku.
“Terus… Dan.. Terus.. punyamu begitu besar… terus Dan… enak… akh…” rintih Vina.
“Dan.. terus… beri aku kenikmatan.. akh… akh… terus Dan… enak… lebih dalam Dan… akh..”
“Lus… punyamu begitu enak… sangat… rapat dan menjepit penisku.. akh…” desah Jay kepada istriku.
“Ehm… ehm… ukh… ukh… lebih dalam Jay… lebih dalam… teruskan Jay… teruskan… penismu… sangat panjang… akh.. dan menyentuh… dinding.. rahimku.. akh… akh… enak… Jay..” desah istriku lirih.

Kemudian aku terus meremas dan menjilat puting susu milik Vina dan sekali-kali kugigit pelan putingnya dan Vina terus menikmatinya, sementara kemaluanku terus naik-turun mengocok lubang kemaluan Vina yg terasa padat dan kenyal serta semakin basah tersebut.

Terasa batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yg sangat sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yg berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kemaluanku yg semakin keras dan menantang lubang kemaluan Vina yg kubuat basah sekali, dan Vina pun terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoygkannya saat menerima hujaman batang kemaluanku yg saat masuk hanya menyisakan dua buah biji kemaluan yg menggantung dan terhempas di luar kemaluan Vina tersebut.

“Akh… Vin… enak.. sekali.. punyamu… akh.. akh..” desahku.
“Oh Dan… aku sangat… suka… milikmu ini… Dan yg besar dan keras ini… akh… ogh… ogh… terus Dan… ah…”

Kulihat Jay membalikkan tubuh istriku dan memasukan kemaluannya yg panjang putih kemerahan tersebut dari belakang,

“Akh… akh… akh… Jay… terus.. lebih dalam Jay… akh.. enak… Jay…” rintih istriku, yg kulihat buah dadanya menggantung bergoyg mengikuti dorongan dari kemaluan Jay yg terus keluar masuk, dan kemudian tangan Jay meremas buah dada tersebut serta menariknya.
“Akh… Jay.. akh… ogh… ogh… ahh…” jerit nikmat istriku menikmati permainan Jay dari belakang tersebut.
“Ogh.. Lus… buah dadamu begitu besar… dan… enak… ukh… ehm… ehmmm…” sahut Jay penuh kenikmatan.

Vina mencoba merubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yg duduk dengan kaki yg lurus ke depan, sedangkan Vina memasukkan dan menekan kemaluannya dari atas ke arah kemaluanku.

“Blees…”
“Aakh… enak… akh… Dan punyamu begitu besar… akhg…” desah Vina yg terus menaik-turunkan tubuhnya dan sesekali menekan dan memutar pinggulnya menikmati kemaluanku yg terasa nikmat dan ngilu tetapi enak.
“Oh… Vin.. terus… ah… ah…” desahku.
“Oh Dan… oh.. oh… oh… Dan… aku hampir keluar Dan… aogh… ogh…” jerit Vina.
“Okh.. Dan… okh… aku ke… luar… okh.. okh…” tubuh Vina mengejang bagaikan kuda dan kurasakan kemaluanku pun bergetar mengimbangi orgasme yg dicapai Vina.
“Oh… ukh… okh.. Vin aku juga keluar.. okh… okh…” Kami pun berpelukan dan mengejang bergetar bersama serasa berada di awan, menikmati saat klimaks kami tersebut selama beberapa saat hingga kemudian kami berdua merasa lemas, dan tetap berpelukan dengan posisi Vina di atas, seolah kami sangat takut kehilangan satu sama lain sambil memandangi permainan Jay dan istriku di sebelah kami.

Kulihat Lusi istriku sangat menikmati permainan ini dengan posisi bagaikan ****** atau kuda yg sedang kawin, buah dada istriku yg besar bergoyg-goyg ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh Jay maupun istriku berkilap dikarenakan keringat yg mengalir pelan karena permainan seks mereka ini, kulit Jay yg putih mulus karena dia berdarah Manado ini kelihatan bersinar begitu juga istriku begitu menikmati panjangnya kemaluan Jay.

Tangan istriku meremas sandaran sofa dan berteriak lirih,

“Ah… ah… ah… uh… uh… uh.. Jay tekan terus Jay dengan keras… ah.. ah..” kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir puting susunya sendiri serta sekali-kali meremas keras buah dadanya tersebut seolah takut kehilangan kenikmatan permainan mereka tersebut.

Aku kemudian mendorong kepalanya dan sebagian tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku, kemudian berinisiatif untuk ikut meremas buah dadanya dan mengisap puting susunya, “Akh… Dan… akh… enak.. ogh… ogh… ogh… terus Dan…” rintih istriku, terasa olehku kemudian Vina menjilati dan menghisap batang kemaluanku yg mulai mengeras kembali.

“Ogh… ogh… ogh… Dan… ogh… ogh… Jay… penismu sangat panjang dan membuatku sangat… puas Jay… akh… terus… akh…” kata Lusi.
“Ulp.. ulp… ulp.. ulp… ulp..” jilatan Vina di kemaluanku yg mengeras.
“Okh… Jay… aku.. hampir.. ke.. ke.. luar… Jay… terus” desah istriku.

Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Jay juga mengejang.

“Akh… akh.. akh… akh.. Lus.. aku juga keluar… akh… akh…” jerit Jay kuat, kemudian tubuhnya mengejang dan bergetar hebat.
“Ogh… ogh… ogh… ogh…” istriku pun mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat.

Beberapa saat. Aku pun kembali merasakan kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan…

“Akh… akh… akh… akh…” kemaluanku pun memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah Vina dan sebagian lagi meloncat hingga ke tubuh istriku dan aku pun kembali mengejang kenikmatan dan kulihat Vina terus menjilati kemaluanku yg besar tersebut dan membersihkannya dengan lidahnya.

Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi harinya, dalam kondisi tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhku, istriku, Jay dan Vina istrinya. Permainan ini kembali kami ulangi pagi harinya.

Dan kembali kami ulangi bersama dalam beberapa hari hingga saatnya Jay dan Vina harus pulang ke Surabaya, ini semua adalah awal dari permainan seks bersama kami yg hingga kini seringkali kami lakukan kembali jika aku dan istriku ke Surabaya, ataupun mereka ke Jakarta.

Bahkan kadang-kadang-kadang Vina sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku, ataupun aku atau istriku yg ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari Jay atau Vina.

***

Cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Sex Tukar Kenikmatan” hot terbaru 2016

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*