Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal
Home » Cerita Dewasa ABG » Cerita Dewasa Variasi Seks Pacarku

Cerita Dewasa Variasi Seks Pacarku

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Variasi Seks Pacarku” hot terbaru 2016 –
Baca juga: Cerita Dewasa Ngesex Dikolam Dengan Mami

cerita sex abg

Cerita Dewasa Variasi Seks Pacarku

Cerita sex terbaru ini kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan pacarku, namanya Naya, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Andi. Pacarku itu sangat seksi karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.

Cerita Dewasa | Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 2 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas tidak kunjung selesai karena ada faktor X diantara kami. Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membayangkan yg melakukan hal ini dengan batang kemaluan yg besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit.

Cerita Ngentot | Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum. Sementara saya juga tidak terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tidak menyeleweng, tapi yg terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.

Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yg tidak berubah. Dia bicara begini, “Andi, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Naya belum puas”, katanya merengek.

“Habis aku lagi capek sih..” kataku.
“Ah, gitu terus alasannya..” katanya.
“Yaaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener bener tidak fit”, kataku.
“Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digeraygin sama cowok lain! Aku pengen gituan yg hot yg lama 2 jam dan batang kemaluannya gede”, kata Naya.
“Enak kali ya.. sama bule”, katanya menyambung.

“Memang kamu berani Nay..” kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
“Yaa, iyalah.. tapi aku kan tidak enak sama kamu”, katanya.
“Memang kamu pengen batang kemaluan yg gede dan yg hot?” tanyaku.
“Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tidak full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu!” katanya.
“Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tidak pusing.”

Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya. Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang.

Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yg montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yg telah mengeras.

“Akkhh..” desah Naya keenakan.
“Mhh.. enak Nay..” tanyaku.
“Iyyaa..” desahnya keenakan.

Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.

“Aakhh.. Andii..” keenakan rupanya dia dan..,
“Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yg gede Ndii..” Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
“Yg lamaa.. yg hot.. akhh..” desah dia keenakan.

Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya,

“Kamu mau sama yg gede kayak bule Nay..?” tanyaku.
“Mauu..” desahnya sambil badannya bergetar.

Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.

“Kamu pengen yg hot yaa?” tanyaku lagi.
“Akhh.. aahh iyaa..” katanya.
“Ya sudah kamu cari aja..” kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.

Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani. Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Naya, kemudian mobil kupinggirkan. Cerita Mesum Variasi Ngesex Pacraku

Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Naya tidak tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yg mengeras dan bulu-bulu halus yg terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Naya dan melihat ke dalam sambil berbicara,

“Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf..” katanya sambil terbelalak matanya.

Dia kaget melihat posisi Naya terlihat buah dadanya yg putih mulus keluar dengan puting yg telah mengeras dan bulu halus kemaluan Naya terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.

Naya tidak kalah kaget. “Lhoo?” dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.

“Kok kamu tidak bilang kalau ada orang sih..” wajahnya merah karena malu.
“Sudah tidak apa-apa..” kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya,
“Ma’af, ini pacar saya. Apa yg bisa saya bantu.”

Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Naya dia bilang,

“Mobil saya rusak dan tidak ada bantuan”, kata si bule.
“Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini”, katanya lagi.
“Ya sudah, anda masuk saja ke belakang”, kataku.
“Ooh ya, terima kasih..” katanya sambil melirik ke arah Naya.

Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Naya masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes,

“Aku kan malu..” katanya.
“Katanya pengen bule”, kataku berbisik.
“Tapi kan tidak begini dong..” katanya merajuk. Kulihat dia tidak marah berarti dia juga kemungkinan suka.
“Aah ya, saya Andi”, kataku bersalaman,
“Dan ini Naya..”

Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang, “Kamu punya body bagus Nay..”

Naya mencubit pahaku,

“Aku kan maluu..”

Terus aku bilang,

“Katanya kamu pengen tahu Nay, gedenya seberapa”, kataku.
“Yaa, aku kan cuma..” kata dia tidak meneruskan karena si bule (namanya Hansued) menyeletuk.
“Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja”, katanya sambil tersenyum.
“Tidak apa-apa kok..” kata si bule.

Aku yg sudah penasaran sejak tadi oleh keinNayan Naya terus menimpali,

“Ya sudah Nay.. kamu ke belakang saja Nay..” kataku.
“Aakhh, tidak ahh. Gila kali..” kata Naya tersenyum.
“Ya tidak, kan cuma lihat saja biar kamu tidak penasaran”, kataku.

Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tidak jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.

“Kalau kamu penasaran ya lihat saja”, katanya tersenyum.

Karena terus diajak bicara dan Naya antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.

“Lihat saja yaa..” kata Naya tersenyum malu.

Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Hans kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Naya yg duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Hans mengeluarkan batang kemaluannya yg besar walaupun belum tegang sekali.

“Hai.. lihat ini”, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Naya.

Naya melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yg besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.

“Kamu lihat ini dan pegang saja!” kata Hans.
“Wihh takut akhh..” desah Naya dengan suara serak.
“Tidak apa-apa biar kamu tidak penasaran lagi”, kata Hans.

Naya terpaku melihat batang kemaluan Hans di samping tangannya. Hans mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Naya perlahan, karena Naya diam saja maka wajah Naya dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Naya dengan perlahan dan perlahan kulihat Naya membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Hans melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya. Cerita Mesum

“Emmhh..” desah Naya perlahan.
“Kamu suka Nay..” bisik Hans di kuping Naya.

Melihat reaksi positif dari Naya, tangan kiri Naya diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yg telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Hans sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yg ditutupi rambut kemaluan.

Naya mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tidak dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Naya penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah,

“Aakkhh gedee bangeet..” desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.

Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Hans sambil mencium telinga Naya berbisik,

“Kamu kocokin dong..” desah si bule tidak tahan keenakan.

Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Naya menuruti permintaan Hans dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Naya. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.

“Emmhh.. akhh..” desah mereka berdua di jok belakang.

Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Naya terus mengocok kejantanan Hans. Hans pun dengan nafsunya mengulum bibir Naya dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Naya, karena Naya belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Hans langsung meremas susu Naya yg ternyata telah mengeras dan menonjol.

“Akhh enak Hans..” desah Naya menggelinjang.

Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Naya dilepas ciumannya maka mulut Hans langsung mendekat ke dada Naya sambil terus meremas perlahan. Puting Naya dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga,

“Akhh.. uuff..” erang Naya keenakan.

Wajah Naya sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Hans yg besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tidak tahan karena rangsangan yg ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya. Cerita Mesum Variasi Ngesex Pacraku

“Ooohh.. Anndii..” desahnya keenakan lupa kalau yg sedang bersamanya itu si Hans.

Tangan kanan Naya menekan kepala Hans ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tidak beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

Hans menyadari yg diminta Naya dan tangan kiri Hans segera membuka kancing celana Naya dan menarik ke bawah reitsleting celana Naya. Tahu atau pura-pura tidak tahu Naya membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Naya tangan Hans itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Naya yg berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Naya di atas dengkul Naya sedikit. Tersembul sudah batang paha Naya yg putih mulus dan gundukan kemaluan Naya yg ditutupi oleh rambut kemaluannya yg halus berwarna hitam ikal.

“Kamu mulus sekali Nay..” bisik Hans sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Naya.
“Ahh kamuu..” Naya tersenyum keenakan dan mata memerah.

Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yg telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing.

Naya hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Hans itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Naya yg ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yg khas dari kemaluan Naya. Mereka benar-benar telah tidak memperhatikanku yg membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yg sudah seperti orang kepanasan.

Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.

“Saya suka sekali wanita Indonesia..” desah Hans.
“Wanginya sangat enak sekali”, kata Hans sambil mendesah.
“Emmhh..” desah Naya sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.

Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, “Sialan”, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah.

Belahan kemaluan Naya sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yg membuat Hans dan aku menjadi makin terangsang. Tangan Naya sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Hans dan kadang-kadang mengusap punggung Hans dengan sangat merangsang sekali.

Hans sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Naya, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Naya, sementara itu mulutnya menghisap puting Naya yg telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Naya atau mengulum bibir Naya dengan emosi yg teratur.

Kurang lebih 20 menit Hans telah merangsang sekujur tubuh Naya sementara baju Naya telah terlepas membuat dia leluasa menggeraygi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Naya tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Hans dan Hans pun menciumi seluruh tubuh Naya yg telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah.

Suatu pemandangan yg eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digeraygi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tidak cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

Sungguh sensasi luar biasa. Naya sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yg putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Naya telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Naya dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut.

Hans terus membelai belahan kemaluan Naya tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Naya yg telah terpampang dengan pasrah. Sementara Naya telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.

Hans melihat Naya sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Naya. Dia berlutut di depan Naya yg telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Naya yg mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yg telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yg sempit di belakang mobil maka Hans mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.

Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Hans yg panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Naya yg telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yg terbuka dengan desahan, “Jangan Hans..” desah Naya.

“Takuut..” erang Naya.
“Tidak apa-apa.. sakitnya hanya sebentar”, desah Hans sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Naya.
“Tapi aku takut tidak muaat.. nanti kemaluanku robeek..” kata Naya sambil ketakutan melihat batang kemaluan Hans yg benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.
“Kamu harus mencobanya Nay.. pelan-pelan saja..” desah Hans sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Naya yg telah terbuka sedikit akibat jari-jari Hans yg terus membelai belahan kemaluan Naya.

Rupanya Naya benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yg ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yg agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

“Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau..” kata Hans merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Naya.

Naya yg keenakan lalu membiarkan Hans melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Hans dengan kedua kakinya, Naya melihat batang kemaluan Hans yg besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Naya yg telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Naya sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Naya, Naya merasa dengan posisi yg aman menerima kuluman Hans dan merasakan batang kemaluan besar milik Hans mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.

“Oohh.. Hans.. enaakk.. emmhh..” erang Naya.
“Uuuff..” desah Hans keenakan.
“Yaa enakk Nay..” kata Hans.
“Teruss digeseek dan ditekan Hans..” pinta Naya.
“Ya sayang..” kata Hans mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Naya. Dengan cara naik turun posisi badan Hans terlihat seperti ingin naik dan tidak.
“Tekan teruuss Hans..” erang Naya yg makin lama semakin keenakan.
“Enaakk.. oohh.. puasin aku Hans.. ahkk..” desah Naya dengan suara yg telah parau.

Posisi kaki Naya telah mengangkang dengan lebar membuat Hans lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Naya. Kulihat kemaluan Naya telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Hans yg terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Naya, sementara terlihat batang kemaluan Hans mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yg menggeser belahan bibir kemaluan Naya dengan sedikit tekanan yg terus menerus. Kepala batang kemaluan Hans mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Naya yg telah terbuka.

“Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh”, desah Naya sementara tangan Naya telah berada di belakang punggung Hans dan sambil menekan pantat Hans, Naya membetulkan arah gerakan batang kemaluan Hans yg terus berusaha mendobrak klitoris Naya.
“Emh.. uff..” erang Hans menahan sesuatu.

Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Naya tapi kerena Naya tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinNayannya yg telah di kepalanya.

“Hans.. Hans.. eeng..” Naya bergumam, aku tahu kalau Naya telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu.

Terlihat tangan Naya gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Hans sedangkan posisi kepala batang kemaluan Hans telah terbenam melewati klitoris Naya. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Naya mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Naya yg terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Hans. Kepala Naya sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya.

Sementara mulutnya terbuka mengerang,

“Ahhkk.. sakiitt.. ahh..” Hans menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yg telah terbenam di dalam kemaluan Naya.

Dia melihat Naya dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.

“Nayaa.. Nayaaa.. akhh”, desah Hans meminta kepastian kesiapan Naya apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Naya.

Tapi Naya sudah tidak dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.

“Ekhh.. akkhh.. oohkk”, dengan keraguan Hans terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya.

Terlihat batang kemaluan Hans terus berusaha menekan lubang kemaluan Naya dengan kepala batang kemaluannya yg besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Naya mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yg mengerang kesakitan.

“Uuff.. uff.. uuff..” desah Hans sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya.

Kepala batang kemaluan Hans terus menekan klitoris Naya berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan.

“Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg..” Naya mencengkeram pantat Hans kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan,
“Oohh.. akuu.. keluaarr.. Hans.. uuff.. aahh.. enaak..” erang Naya kelonjotan dan bergetar seluruh badan Naya di dalam pelukan Hans.

Hans merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Naya yg terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.

“Kamuu.. keluar Naay.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh..” desah Hans dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.

“Eeennakk.. oohh akuu.. puaass”, Naya terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Hans di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Hans di bibir dan dinding luar kemaluannya.

Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Hans yg dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Naya dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Naya terus menerus.

“Teruss.. Hans.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh..” Naya tersenyum puas melihat Hans masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya.

Hans melihat Naya tersenyum dan ikut tersenyum puas.

“Kamu puass.. Nay.. enak.. kan..” senyum Hans sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
“Biar kamuu.. puaas Nayyy..” kata Hans sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Naya.

Terdengar bunyi,

“Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet..” rupanya kemaluan Naya terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Hans yg terjepit di lubang kemaluan Naya.
“Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Nay.. untuk masuk..” Hans penasaran sekali dengan kemaluan Naya yg terlalu sempit.

Gila memang, batang kemaluan Hans yg besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Naya, posisi Naya sudah ditindih oleh badan Hans. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Hans melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.

Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Hans, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Hans yg besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Naya, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Naya terus mengeluarkan cairan yg membuat batang kemaluan Hans terus dapat menerobos dinding kemaluan Naya.

“Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot..” Naya kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Hans masuk menembus kemaluan Naya.

Tangan Naya terus memberikan remasan di pantat Hans dan kadang menekan pantat itu ke bawah.

“Kamuu kuat.. Nayaa.. kemaluan kamu masih sempit.. sayang.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak..” Hans tersenyum melihat Naya merem-melek keenakan.
“Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet..” gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Naya setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Hans memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.

Gila, Naya sudah tidak sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Hans dan sekali menjambak rambut Hans kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan. Sementara nafasnya terdengar tidak beraturan yg ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.

Dengan gerakan itu Hans telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Naya yg tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Naya, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Naya yg sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Naya tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Hans, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.

“Kamuu berbalik Naya..” desah Hans, lalu Hans menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi
“Plooff..” dan Naya mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yg disukai bule dan tentunya kami juga.

Melihat bibir kemaluan Naya dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Naya yg telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya. Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Hans mengambil posisi tepat di belakang pantat Naya setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Naya dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Naya dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Naya yg berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Hans.

Dengan sedikit demi sedikit Hans mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Naya dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Naya.

“Aahh.. ennaak.. Hans..” desah Naya terpejam.
“Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Hans..” setelah delapan gesekan naik turun Naya mendesah.
“Masukin Hans.. aku mau ngentot.. yg enak.. aahhk”, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Hans mulai menerobos dinding kemaluan Naya.

Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Hans. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Hans sebagian tenggelam di dalam kemaluan Naya.

“Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak!” Hans terlihat mengeram dengan nafas yg memburu begitu juga Naya.
“Ookk.. yak.. yak..” Hans mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Naya untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Hans yg menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Naya.
“Hee.. aakhh.. okh..” nafas Hans memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Naya terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Naya.
“Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus..” erang Naya.

Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Hans.

“Nayaa.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Nay.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh..” Hans terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Naya.

Sementara Naya hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Hans mentok di dinding rahimnya.

“Aku keluarr lagi.. Hans.. aahk ah.. ahk enak..” erang Naya terpejam.

Telah 20 menit Hans memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Naya, keringatnya telah menetes ke punggung Naya. Sementara punggung Naya telah terdapat lima bekas gigitan Hans, tiga di pundak Naya dua di leher belakang Naya.

Sungguh buas si Hans ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Naya dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Hans. Naya benar-benar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.

“Aahk Hans, aku.. lemes.. gila.. keluarin Hans..” pinta Naya memelas.
“Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Nay.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Nay..” Hans melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi,
“Cepaak.. cepakk..” beradu pantat Naya dengan paha Naya dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.
“Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya..” Naya yg mengetahui Hans mulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Hans dengan lubang kemaluannya.
“Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Hans.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak..” Hans tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Naya dan mulutnya mencium bibir Naya yg telah terkulai lemas di jok mobilku.

Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Hans tetap dalam posisi memeluk Naya dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Hans walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Naya terlihat masih berada di dalam kemaluan Naya, belum menyusut mengecil dan terlepas.

Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.

***

Cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Variasi Seks Pacarku” hot terbaru 2016