Obat Pembesar Penis
musimqq-920x120
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax ezgif-com-add-text
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online agen ibcbet poker
Home » Cerita Dewasa ABG » Cerita Dewasa Bumi Fantasi Seks Ku

Cerita Dewasa Bumi Fantasi Seks Ku

resizedimage-php-elang resizedimage-php-obat

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Bumi Fantasi Seks Ku” hot terbaru 2016 – Baca juga: Cerita Dewasa Ngesex Dikolam Dengan Mami

cerita sex abg
Cerita Dewasa Bumi Fantasi Seks Ku

Cerita Sex Terbaru | Di dinding antara setiap pintu kamar di seluruh bidang dalam rumah ini terdapat papan-papan pengumuman yg bisa ditempeli oleh siapa saja asal sesuai peruntukannya. Contohnya, ada papan yg khusus berisi gambar2 cewe lokal, cewe Asia, dan cewe bule. Ada pula yg berisi humor, kartun, peristiwa olahraga, musik, filem, dll. Juga ada papan yg berisi puisi, cerita-cerita dewasa, pengalaman seru, dan tak ketinggalan satu papan yg berisi sembarang apa saja. Setiap papan sudah ditunjuk penjaganya masing-masing. Oh iya, ada lagi satu papan yg terkunci, hanya khusus untuk para penjaga.

Tempat kost ini milik Ken Rudiadji seorang pengusaha muda bidang cyber, baru lulus universitas negeri (juga baru “lulus” dari

“pendidikan dalam”) yg enerjik, yg juga menghuni salah satu kamar kost ini. Para penghuni biasa menyingkat nama “Abang Kost” (lazimnya sih Ibu Kost, kalau pemiliknya perempuan) ini menjadi KeRu, atau cukup “Kru” saja.

Cerita Ngentot Terbru | Aku perkenalkan dulu ya satu-persatu para penghuni rumah kost ini. Di jajaran kamar sebelah kiri, kamar nomor 1, dihuni oleh Visio, seorang mahasiswa semester awal. Lalu berturut-turut kamar 2 sampai 4 ditempati oleh Trance, Dewa, dan Alladin. Di jajaran kanan adalah kamar nomor 5 sampai 8 dihuni oleh berturut-turut Clooney, Eoshi, kamarku sendiri, dan Windy yg paling pojok. Sedangkan kamar di jajaran dasar U ditempati oleh Ditee di kamar 9 dan Ken Rudiadji di kamar 10.

Pagi ini jam 10 ada rencana bincang2 para penghuni (istilah kerennya sih meeting) di ruang tengah sambil lesehan di karpet. Sekarang sudah lewat setengah jam dari waktu yg dijanjikan tapi yg sudah hadir duduk meleseh baru ada Trance, Dewa dan Aku sendiri. Aku memang harus datang paling awal karena bertugas menyusun agenda sekaligus merekam jalannya rapat. Aku sudah siap dengan laptop di pangkuan untuk mencatat MOM (minute of meeting).

Rapat akan membicarakan tentang kedisiplinan para pengisi papan pengumuman. Akhir2 ini banyak tempelan gambar yg dobel, yg sudah pernah ditempel, eeh ada yg nempel lagi gambar yg sama. Jelasnya nanti akan membicarakan bagaimana supaya papan-papan ini lebih rapi. Usulan agenda datang dari Trance yg terkenal praktis pragmatis dan dalam rangka pencarian identitas.

“Yg lain pada keman Toy?” tanya Dewa ramah. Kawan ini memang terkenal hangat dan bersahabat.
“Walah, gue gak tahu Bro. Si Visio tadi kuliah, dia gak mau bolos”jawabku
“Alladin mungkin masih di kamar, sibuk terus bikin analisis” timpal Trance.
“Windy mungkin masih tidur, semalem dia dugem ampe jam 2 pagi”sambungku.

Tiba-tiba pintu kamar 8 terbuka, muncul Windy yg masih mengantuk. Wow ! (apanya yg wow?)

“Umur panjang elo Ndy”kata Dewa.
“Ngomongin gue apaan elo pade…”katanya sambil menguap.
“Engga kok …. gue lihat elo pulang pagi ya…”
“Emang…” kata Windy sambil duduk di hadapanku.

Windy keluar masih dengan pakaian tidurnya, yg super pendek dan tak berlengan. Jelas saja memperlihatkan sepasang paha dan lengannya yg putih mulus. Segera saja khayalanku berkembang, seandainya tubuh mulus itu

“Clooney kemana Bro”tanya Trance.

Lamunanku tentang tubuh Windy langsung buyar.

“Gue gak lihat di kamarnya tuh, biasa…. pasti ngelayap”jawabku.

Bro yg satu ini emang jarang tidur di rumah.

“Iya tuh…. kemarin cewe yg diajak nginep di sini kaya’nya bukan pacarnya deh…”timpal Dewa.
“Emang elo kenal ama pacarnya?”tanyaku.
“Bangeet…”
“OK dah, kita absen aja satu-satu”
“Visio lagi kuliah”kataku.
“Alladin lagi di kamar, bentar lagi gabung, katanya”
“Clooney, gak tahu nginep dimana”

“Eoshi… keknya lagi kuliah juga, anak tu rajin”
“Bisa jadi dia tadi keluar mau nemuin cowo fans dia”potong Dewa.
“Abang kost ga ada juga di kamarnya”
“Mungkin lagi jalan ama Visio”kata Windy, kantuknya sudah berkurang.
“Iya kali. Akhir-akhir ini mereka berdua akrab”tambah Dewa.
“Ditee…..?”
“Ada di kamar”potong Windy.
“Diit….!”teriaknya memanggil coleganya.

Tak ada sahutan. Diulang lagi memanggil, lebih keras. Beberapa saat kemudian.

“Uh….hmmmm….ah….. bentar lagi gue gabung” terdengar suara pelan Ditee dari kamar belakang.

Ya udah… apalagi selain nunggu, sambil ngobrol ngalor-ngidul.

Sementara Aku mulai “membangun” khayalan lagi begitu mataku tertumbuk Windy. Cara duduknya sexy … …sampai Celana dalamnya kadang sepintas terlihat, warna cream, kalau dia mengubah posisi kakinya. Dia emang pakai Celana dalam, tapi apakah dia pakai daleman yg atas juga ? Aku tak yakin sebab baju tidurnya pas di bagian dada ada sulaman berbunga, jadi tak begitu jelas.

“Eh…Ndy, elo gak pake bra ya?” tanya Trance tiba-tiba. Eh pikiran kawan ini sama denganku, rupanya.
“Pakelah…”jawabnya cepat.
“Coba buka, buat bukti”
“Yeee…. enak di elo ga enak di gua…”sahutnya agak sewot.

Pintu depan terbuka, Clooney nongol dengan tergopoh-gopoh.

“Untunglah, belon mulai ya….”katanya.
“Dari mana aja elo”tanya Windy.
“Pokoknya asiiikkkk….”
“Cerita dong”kataku.
“Kemarin gue dapet janda muda, mainnya mantabs, terpaksalah gue ampe pagi. Rencananya sih cuman BBS short time…”
“Dasar….”timpal Windy.
“Bayangin…. posisi apa aja, tetep bisa goyang pinggul heboh…”
“Waktu posisi berdiri, badannya kan gue pepet ke tembok, kakinya dia angkat sebelah, masih aja bisa goyang….”
“Sialan lo, bikin gue konak….”sahutku.

Alladin muncul dari kamarnya, wajahnya terlihat serius, tapi begitu ngeliat kita-kita yg lagi asik ngbrol, senyum ramahnya mengembang. Cerita Ngentot Bumi Fantasi Sexku

“Selesai bro?”sapaku.
“Belum…. gue kan musti cermat dan hati-hati…”
“Hello Ndy…..” katanya. Eh, Windy yg ditegor duluan.
“Halo juga say….”sahut Windy.
“Sexy bener kamu pagi ini….’
“Lhah…. emangnya semalem gak sexy…”

“Engga, kalo semalem kamu ‘panas’……”
“Oh iya ? Semalem gue emang bergairah bangeet….. Pagi ini juga….”
“Cerita dong…cerita….”desak beberapa cowo.
“Okay deh, gue semalem lagi di kamar Alladin ngeliat cara dia menganalis, pertamanya sih. Tapi lama-lama gue……”
“Ssttt…. cukup”potong Alladin.

Windy kontan menutup mulutnya, seperti orang yg baru kelepasan bicara.

Ada apa diantara mereka berdua semalem ? Hanya mereka berdua yg tahu.

Pintu kamar 9 terbuka, Ditee muncul dengan rok terusan pendek warna krem, ngepas ditubuhnya yg sexy. Wajahnya berkeringat, kelihatan segar seperti habis senam. Dittee menutup pintu kamarnya lagi.

“Hi semua…”sapanya ramah.
“Hi cantik….”sahut kami, cowo2 hampir berbarengan.

Ditee berjalan dengan gaya peragawati, menyeberangi hamparan karpet, tdk bergabung duduk tapi langsung lewat saja menuju ke pintu depan. Mataku tak lepas dari dia menikmati goyang pinggulnya yg bak model jalan di catwalk.

Wow ! Apa mataku yg salah ? Di sepasang bongkahan (maaf) pantatnya yg ketat, tak ada garis apapun. Dittee tak memakai celana dalam ! Sekali lagi kalau mataku tak salah lihat. Sampai di pintu depan, dia melongok keluar melihat kanan-kiri.

“Nyari apa elo”tanya Windy.
“Tadi rasanya ada tukang bubur lewat….”
“Dah dari tadi…. elo ngerem aja di kamar sih….”
“Tukang bubur dicari, bukannya nyari Si Abang….”timpal Clooney. Si Abang itu maksudnya Kru.
“Laper gue….”sahutnya lagi.
“Habis ngapain elo, keringatan gitu….”tanya Trance.

“Senam ya….”celoteh Dewa.
“Ada deh…..”jawabnya berteka-teki
“Hayo…. ngapain di kamar”tanya Clooney
“Selagi gak ada Abangnya, lagi….”tambahku.
“Ada aja” katanya lagi sambil ngeleseh di karpet di depan Clooney duduk.
“Eh….. elo gak pake Celana dalam ya….”teriak Clooney, jakunnya turun-naik. Ditee makin tersipu….

Lhah… Akulah yg pertama kali “mengidentifikasi” tentang ketelanjangan Sang Dewi, tapi kenapa Si Clooney yg dapat “rezeki”….

Semua mata tertuju kepada cewe sensual ini, tatapan mata seperti kucing lapar yg melihat Dewi Nafsu. Yg jelas semuanya bertanya-tanya meskipun dalam hati, apa yg dilakukan oleh seorang Aphrodite di dalam kamar ketika yaygnya sedang tak ada di rumah ?

Tapi rasa penasaran kita-kita tak berlangsung lama, beberapa saat kemudian muncullah dari kamar 9, kamarnya Ditee, sesosok yg sudah tak asing lagi, juga dengan muka berkeringat, memerah segar, rambut acak-acakan. Dalam catatanku, sesosok yg baru muncul ini bernama Ken Rudiaji. Seluruh pertanyaan terjawab sudah ! Cerita Mesum

Sepasang Merpati ini begitu “rajin” memadu kasih membuat iri teman-teman kost-nya saja. Mereka pandai memanfaatkan waktu, saat2 terakhir sebelum kumpul-kumpulpun sempat-sempatnya bergumul … Tapi Aku salut pada kerukunan mereka berdua, rasanya tak pernah mereka bertengkar. Mungkin ini bisa jadi ‘resep’ bagaimana agar hubungan kasih tetap rukun, jarang bertengkar, yaitu dengan sering “bertengkar” di dalam kamar.

Sebenarnya, tadi malam Akupun bergumul dengan tak sengaja. Maksudku, pada awalnya tak ada niatan sama sekali untuk melakukannya. Tapi…itu terjadi begitu saja, alami, natural.

“Ayo…kita mulai aja”kata Kru memotong lamunanku.
“Ntar dong, tunggu 2 orang lagi”
“Sapa tuh?”
“Visio ama Eoshi”
“Marcel juga”kataku menyebut Si Juragan Naga.

Oh iya, Aku lupa menggambarkan lay-out lantai 2 Bumi Fantasi. Lantai atas ini terdiri dari hanya 8 kamar saja sebab di bagian depan digunakan untuk teras terbuka, nyaman buat minum teh sore sambil merokok dan ditemani kue2. Lebih enak lagi kalau sambil memangku pasangan. Tentu saja tak hanya berpangkuan, kurang seru. Kalau di atas lagi sepi, bisa berpangkuan sambil saling meraba-raba dan kita bisa meminta cewe yg kita pangku untuk memutar duduknya jadi saling berhadapan.

Setelah cukup panas dan kalau situasi memungkinkan, pasangan bisa kita minta untuk ke kamar kecil sebentar. Setelah kembali berpangkuan, kita bisa penetrasi di teras itu. Kok bisa ? Terang aja, waktu dia ke kamar kecil kan kita bisa pelorotkan celana kita. Ngapain dia ke kamar kecil? Ya buat melepas celana dalamnya …. dudul ah elo. Eh…ngelantur, bicara soal lay-out kenapa jadi soal penetrasi. Di lantai 2 ini sementara hanya ada satu orang penghuninya, yaitu Marcell. Kedua lantai dihubungkan oleh sebuah tangga putar, letaknya di sebelah dapur umum.

“Sorry….maap…. gue telat…” Eoshi muncul tiba-tiba sambil nenteng kamera.
“Elo bilang tadi kuliah, ngapain bawa kamera”tanya Kru.
“Habis gathering nih … di kampus”jawabnya.

Dibelakang Eoshi, nongol Visio.

“Eh…. elo berdua sekarang berpasangan yah….”celetuk Trance, usil.

Mereka tak menjawab, cuma jelas sekali muka mereka bersemu merah….. malu ‘kali.

“Toy, ada siapa di kamar elo”tanya Dewa tiba-tiba yg membuatku kaget.
“Siapa…… gak ada kok”
“Alaa….elo….”katanya lagi.

Memang, dari kamarku terdengar suara musik pelan, dan suara berdentingnya gelas.

“Ayo ngaku…. semalem gue denger elo ngobrol ama cewe”timpal Windy yg kamarnya bersebelahan dengan kamarku.
“Gak ada…”Aku masih mencoba mengelak.
“Gue masukin kamar elo nih sekarang….”kata Windy setengah mengancam.
“Jangan…..”seruku spontan, dan khawatir.
“Tuh…kan… pasti ada apa-apanya nih”sambung Ditee.
“Ayo bicara”timbrung Eoshi dan Visio berberengan. Dua anak muda ini memang kompak selalu.
“Okay….okay”kataku akhirnya.

Semuanya menunggu mulutku bicara. Tak enak juga Aku ketika sembilan pasang mata tertuju ke arahku dengan curiga. Cerita Ngentot Bumi Fantasi Sexku

“Temen …. semalam numpang tidur”kataku.
“Temen apa temen ….”
“Bener temen lama, dah lama banget gak ketemu”
“Iya bener temen …… temen tidur maksudnya kan?”kata Windy.
“Asli temen lama, sampai jam 11 malem emang temen”
“Trus…?”
“Setelah jam 11 jadi TTM…..”
“Huuu ….. cerita tuh yg lengkap”sahut Alladin.
“Okay…. begini”Aku berhenti bicara, menunggu reaksi.
“Trus…?”seru beberapa orang berbarengan.

“Dia emang temen lama. Semalem dia nelepon pengin ketemu, gue suruh dia kemari. Tadinya dia malu mau masuk kamar, engga enak ama kalian, katanya. Tapi setelah gue bilang kalian banyak yg keluar rumah, ada yg udah tidur, udah sepi. baru dia mau”
“Trus…”
“Udah aja…”
“Harus ada terusnya”
“Dia cerita lagi ada masalah ama tantenya…. dia cuman pengin kabur sementara. Jadi mau numpang tidur”
“Setelah cerita banyak, maklum lama gak ketemu, dia bilang ngantuk banget, gue persilakan tidur di bed gue, Gue sendiri gelar kasur gulungan di bawah. Udah gitu aja”
“Gak mungkin …..”

“Yg TTM tadi apaan?”tanya Windy. Sepertinya dia paling antusias ingin denger cerita seru.
“Masa musti gue ceritain….”kataku bertahan.
“Harus.. wajib.. kudu.. musti”
“Ya udah, dia tidur di bed, gue di lantai….”
“Udahlah…. elo gak usah tutup-tutupin lagi…”
“Dia bilang masa gue tidur di bawah, dia ngotot mo tuker tempat. Gue juga gak tega kalau dia tidur di lantai. Akhirnya sepakat dua-duanya di bed. Ya udah kita udah merem sama-sama mau tidur”

“Setengah jam berlalu mata gue masih melek, gue lihat dia udah lelap, kayanya”

Aku ambil pause sebentar.

“Gue lihat muka dia yg teduh, masih cantik seperti dulu. Trus mata gue bergeser ke bawah …. sepasang gundukan yg tak begitu besar itu juga masih terlihat kenceng walau tertutup pakaian dan selimut. Udah hampir 3 tahun berteman, baru kali inilah gue perhatiin sosok dia dekat-dekat. Belum pernah terjadi apapun diantara kita, memang cuman hubungan pertemanan. Tubuhnya yg tinggi dan masih tetap langsing, kulit kecoklatan justru eksotis”

Lama-lama memandangi dia, ada perasaan ganjil mengalir. Gue narik nafas panjang, sayang cuma teman, seandainya bisa lebih dari sekedar pertemanan.

Nafasku mulai tersengal, nafsu mulai menjalar …… apalagi tercium aroma tubuhnya yg khas dan natural, membuatku makin gelisah.

Ah …. ini cuman nafsu sesaat, kalau kau turuti, pasti kau akan menyesal nanti. Hubungan pertemanan akan rusak….

Tapi Aroma tubuhnya begitu menggoda. Tak kusadari, tubuhku di bawah sudah menegang kencang Terus…jangan….terus….jangan… Setan memenangi peperangan.

Aku memiringkan tubuh menghadapnya, tanganku merangkul di bawah dadanya. Matanya terbuka dan menoleh dan senyum.

“Belum tidur….”sapaku
“Hampir….”
“Oh sorry….. ganggu dong”
“Ga pa pa …kok”

Dia lalu juga memiringkan tubuhnya, kami berhadapan.
Tak ada lagi dialog verbal, mata kamilah yg kini saling “bercakap”.
Tiba-tiba keningku dikecupnya.

Lalu …. entah bagaimana awalnya, kami sudah terlibat dalam french kissing. Bibir perpagutan, lidah bersilatan. Nafsuku merambat cepat.

Entah bagaimana juga prosesnya, Aku sudah menindih tubuhnya Proses berikutnya, standar saja. Saling meraba tubuh, saling melepas pakaian. Sampai saatnya dia sudah membentang pahanya dan lututku bertumpu diantaranya.

“Ver….”bisikku. Oh ya teman2, nama teman lamaku ini Vera. Dia mengangguk-angguk. Dan Aku masuk …..

Setelah selesai….. Aku masih menindih tubuhnya, kelamin kami masih bertautan.

“Ver …. sorry…..”
“Kenapa?”
“Kok kita jadi begini…..”
“Kamu nyesel?”
“Sama sekali engga”sahutku cepat.”Cuma khawatir kamu yg nyesel….”
“Udah terjadi…..”katanya lagi.

Beberapa menit lalu kami masih teman. Sekarang sudah jadi TTM. Bahkan TTMB, mesra banget, karena kami melakukannya sekali lagi sebelum jatuh tertidur kelelahan. Mesra banget, karena ketika Aku terbangun pagi harinya, Aku mulai lagi menggodanya, dan kembali pagi-pagi itu kami berdua terbang melayg di atas awan kenikmatan.

“Begitu teman-teman sekalian ceritanya, puas kan….?”
“Iya elo yg puas, gue yg puasa….”sahut Dewa.
“Suruh gabung ke sini dong dia”kata Clooney.
“Entar juga keluar …. dia lagi gue minta bikin minuman buat kita”

Aku beranjak ke kamarku mau melihat apakah minumannya udah siap.

Begitu Aku buka pintu. Aku kaget. Dia masih menuangkan minuman teh manis untuk teman-teman, dan segelas juice jeruk khusus buatku, dengan masih tanpa pakaian, alias telanjang bulat. Yg lebih membuat Aku kaget, ternyata di belakangku diam-diam nyusul anak-anak kost. Celakanya, mereka semua ikut menikmati ketelanjangan Vera, TTMB-ku.

***

Cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Bumi Fantasi Seks Ku” hot terbaru 2016 – Baca juga: Cerita Dewasa Ngesex Dikolam Dengan Mami

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1