Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal
Home » Cerita Dewasa Tante » Cerita Mesum Ketagihan Jadi Gigolo

Cerita Mesum Ketagihan Jadi Gigolo

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Mesum Ketagihan Jadi Gigolo” hot terbaru 2016 – Baca Juga: Cerita Mesum Menikmati Diperkosa Pak RT

cerita sex tante
Cerita Mesum Ketagihan Jadi Gigolo

Sebut saja dia Tante Yulia, dia juga wanita chinese yg berusia hampir 50, sebaya dengan Tante Nindi hanya beda 1 atau 2 tahun saja yg sudah ditinggal suaminya karena wanita lain. Postur tubuhnya juga tdk jauh dengan Tante Nindi, agak gemuk hanya saja Tante Yulia lebih pendek dari Tante Nindi dan wajahnya juga lebih kelihatan tua karena tampak kerutan-kerutan diwajahnya mungkin terlalu banyak pikiran.

Cerita Sex Terbaru | Waktu itu dia sedang jalan sendirian akan makan dan kebetulan ketemu dengan kami yg akhirnya dia diajak bergabung oleh Tante Nindi, dan aku dikenalkan oleh Tante Nindi kepadanya sebagai keponakan jauhnya. Setelah makan kami melanjutkan perbincangan sambil jalan melihat-lihat barang di toko-toko yg ada dimall itu.

Entah apa yg dibicarakan oleh mereka berdua secara bisik-bisik karena aku lihat lirikan Tante Yulia yg melihat aku sambil senyum-senyum, dan setelah itu dia sering mencuri-curi pandang melihatku. Setelah lelah jalan-jalan dan hari mulai sore Tante Yulia akhirnya pulang.

“Oke, Nin. Aku pulang dulu ya, hampir sore nih. Sampai ketemu lagi Edo” kata Tante Yulia sambil tersenyum penuh arti kepadaku yg membuat aku tambah bingung dan dia melenggang menuju carcall untuk memanggil sopirnya.

Sepeninggal Tante Yulia kami menuju food court untuk membeli minum dan istirahat.

“Fer, menurut kamu Tante Yulia gimana?” tanye Tante Nindi padaku setelah membeli minum dan duduk ditempat yg agak memojok dan meminum minumannya.
“Mmm.. gimana apanya Tante?” jawabku bingung mendengar pertanyaan Tante Nindi sambil menyedot minuman ringan yg aku pesan.
“Ah kamu ini, pura-pura nggak ngerti apa emang nggak ngerti? Ya sifat orangnyalah, bodynyalah, facenyalah dan lain-lainnyalah” jawab Tante Nindi agak sewot.
“Oo, kalo sifatnya sih saya belum tau bener, kan baru sekali ketemu, tapi keliatannya orangnya baik dan ramah, terus kalo face dan bodinya mm.. biasa-biasa aja tuh” jawabku sambil tersenyum.

“Emang kenapa Tante, kok Tante tanya gitu? Bikin aku bingung aja. Terus tadi ngomongin apa sih? Kok pake bisik-bisik terus Tante Yulia jadi aneh sikapnya” tanyaku pada Tante Nindi.
“Fer, kamu tahukan kalo Tante Yulia itu sudah lama hidup sendiri sejak pisah sama suaminya. Nah tadi waktu Tante Yulia lihat kamu dia langsung terYuliak sama kamu, dan dia nanyain tentang kamu terus ke Tante sebab dia nggak percaya kalo kamu itu keponakan jauh Tante, jadi Tante terpaksa cerita dech kedia siapa kamu sebenernya. Kamu jangan marah ya, abis Tante Yulia itu suka maksa kalo keinginannya belum kesampaian” jawab Tante Nindi.

“Terus.. mm.. dia pengen sama kamu Fer.. gimana? Kamu mau nggak?” tanya Tante Nindi dengan wajah serius.
“Wah gimana ya, repot juga nich kalo sampai dia ngomong-ngomong ke orang lain, bisa tercemar nama Tante. Kalo menurut Tante dia bisa jaga rahasia kita dengan cara gitu ya sudah, saya akan layani dia” jawabku serius juga.
“Tapi nanti kamu jangan lupain Tante ya kalo sudah dekat sama dia” kata Tante Nindi was-was.

“Ah Tante ini ada-ada saja, nggak mungkinlah saya lupa sama Tante, sayakan kenal Tante dulu baru Tante Yulia” jawabku menghibur Tante Nindi yg terlihat agak sedih dari ekspresi mukanya.
“Yah.. sapa tahu kamu bisa dapet lebih dari Tante Yulia dan lupain Tante deh” katanya lagi sambil menghembuskan nafas.
“Jangan kuatir Tante, saya bukan tipe orang yg gampang ngelupain jasa baik orang kepada saya, jadi Tante tenang saja” jawabku kemudian.
“Okelah kalo gitu nanti Tante hubungi Tante Yulia, biar dia nanti hubungi kamu” kata Tante Nindi kemudian.

Setelah itu Tante Nindi lebih banyak diam entah apa yg ada dalam pikirannya dan tak lama kemudian kamipun pulang.

Malamnya Tante Yulia menghubungi aku lewat telepon.

“Hallo Edo, ini Tante Yulia masih ingatkan?” tanya Tante Yulia dari seberang.
“O iya masih, kan baru tadi siang ketemu, ada apa Tante?” jawabku sambil bertanya.
“Tadi Tante Nindi sudah cerita belum sama kamu tentang Tante?” tanyanya lagi.
“Sudah sih, mm.. memang Tante serius?” tanyaku lagi pada Tante Yulia.
“Serius dong, gimana kamu okekan?” tanya Tante Yulia lagi.
“Kalo gitu oke dech” jawabku singkat.

Lalu kami bercakap-cakap sebentar dan kami akhirnya kami janjian besok pagi dilobby hotel “XX” didaerah jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in dulu, setelah itu teleponpun ditutup. Keesokannya seperti biasa aku memakai baju rapi seperti orang kerja supaya tdk terlalu menyolok dan aku menunggu di lobby hotel tersebut karena aku juga datang lebih awal, tak lama aku menunggu teleponku berdering.

“Hallo Edo, ini Tante Yulia. Tante sudah ada diatas, kamu langsung naik aja di kamar 888 oke? Tante tunggu ya” kata Tante Yuliamemberitahukan kamarnya.
“Oke Tante saya segera kesana, saya juga sudah di lobby” jawabku singkat dan menutup pembicaraan.

Setelah mematikan teleponku agar tdk diganggu, aku naik lift menuju kamar Tante Yulia. Sampai didepan pintu kutekan bel dan Tante Yulia membukakan pintu.

“Yulia masuk, udah daritadi Tante sampai dan langsung check-in. O ya, kamu mau minum atau mau pesan makan apa? tadi sih Tante sudah pesan makan dan minum untuk dua orang, tapi kalau kamu mau pesan yg lain pesan saja, jadi sekalian nanti diantarnya” kata Tante Yulia sambil mempersilahkan aku masuk dan menutup pintu.

“Yah sudah kalau Tante sudah pesan, nggak usah pesan lagi, nanti kebanyakan makanan malah bingung” jawabku.
“Kok bingung kan buat gantiin tenaga kamu he he he” jawab Tante Yulia bercanda.

Kemudian Tante Yulia duduk di sofa besar yg ada didalam kamar itu dan aku duduk di sebelahnya, kami berbincang-bincang sambil menonton TV lalu aku mendekati Tante Yulia dan memeluk pundaknya, kemudian Tante Yulia merebahkan kepalanya kepundakku, kubelai rambutnya dan kukecup kening Tante Yulia.

“Mmm.. kamu romantis ya Fer, pantes Nindi suka sama kamu. hh.. sudah lama Tante nggak merasakan suasana romantis seperti ini” kata Tante Yulia sambil menghembuskan nafas.
“Ya sudahlah Tante, yg penting hari ini Tante akan merasakan hangat dan romantisnya cinta, karena hari ini aku milik Tante sepenuhnya” jawabku menghibur dia sambil kukecup lagi keningnya.

Tante Yulia menatapku sendu sambil tersenyum.

“Terima kasih sayang” kata Tante Yulia.

Dan kutatap matanya yg sendu dalam-dalam lalu kukecup bibirnya.

Kecupanku dibibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut yg dibalas Tante Yulia dengan lembut juga, sepertinya Tante Yulia benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman yg sudah lama tdk dirasakannya. Kami saling cium, saling kulum, dan saling memainkan lidah kemulut pasangan kami. Kugelitik lidah Tante Yulia dengan lidahku dan kusapu langit-langit mulutnya sambil kupeluk tubuhnya dan kuraba wajah dan tengkuk serta lehernya dengan tanganku yg lainnya.

“Ahh sayang, aku suka sekali ciuman kamu, mm.. ciuman kamu lebut dan merangsang, mm.. kamu memang pintar berciuman, ahh.. aYulia sayang beri Tante yg lebih dari ini” kata Tante Yulia disela-sela ciuman kami dan berciuman lagi.

Tanganku mulai bergerak meremas kedua payudara milik Tante Yulia bergantian. Tapi aksi kami terganggu oleh pelayan yg mengantar makanan yg dipesan oleh Tante Yulia. Setelah pelayan keluar dan Tante Yulia memberikan tip, tiba-tiba Tante Yulia menabrak aku dan mendorong aku hingga terjatuh diatas tempat tidur dan dengan buas dia langsung memelorotkan celana dan celana dalamku, hingga k0ntolku yg masih tidur terbebas dari sarangnya dan langsung diterkam olehnya. Disedot, dikulum dan digigitnya k0ntolku yg mulai bangkit dengan napsu dan buas, dan kedua tangannya tak henti-henti mengocok dan memainkan kedua bolaku.

“Ahh Tante.. pelan-pelan Tante.. ahh.. enak sekali Tante.. ohh” desahku menahan nikmat yg diberikan oleh Tante Yulia padaku.

Tanganku hanya bisa meremas rambut Tante Yulia dan seprei kasur yg sudah mulai berantakan, tak lama kemudian kulepaskan kepala Tante Yulia dari k0ntolku, kuangkat Tante Yulia dan kurebahkan dikasur.

“Sekarang giliranku, Tante diam saja dan nikmati permainan ini ya” kataku sambil mengecup bibir Tante Yulia dan mulai mencumbu Tante Yulia sementara Tante Yulia hanya diam saja sambil menatapku dengan sendu.

Kumulai cumbuanku dengan menciumi bibirnya dan perlahan turun kelehernya sambil kubuka kancing baju Tante Yulia satu persatu sambil terus turun kedadanya. Setelah kancing bajunya terbukan semua, kuraih pengait BH yg ada dibelakang dan kubuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan ku lepaskan BH Tante Yulia lewat kedua tangannya tanpa melepas baju Tante Yulia, setelah lepas langsung kuciumi kedua payudara Tante Yulia, kuciumi seluruhnya kecuali putingnya yg sudah berdiri mengacung minta dikulum tapi tdk pernah kukulum, setiap kali ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan jilatanku turun lagi kepangkal payudaranya dan terus turun sampai ke perut dan bermain-main dipusar sambil kujilati lubang pusar Tante Yulia lalu naik lagi terus berulangkali, kusingkap rok yg dipakai oleh Tante Yulia kemudian tanganku mulai bekerja meraba-raba paha dan lutut Tante Yulia lalu mulai melepaskan celana dalam yg dipakai oleh Tante Yulia.

Ketika permainan mulutku mencapai perutnya kuYuliak celana dalam Tante Yulia, dan Tante Yulia mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari tempatnya. Kupelorotkan celana dalam Tante Yulia sampai sebatas lutut lalu ciumanku naik lagi kearah payudaranya, dan ketika jilatanku mendekati puting Tante Yulia tangankupun mendekati memek Tante Yulia dan ketika bibir dan lidahku mulai memainkan puting Tante Yulia tangan dan jari-jariku juga mulai bermain dibibir memek Tante Yulia yg ternyata sudah basah. Ketika kukulum puting Tante Yulia yg sudah berdiri dari tadi kumainkan juga kelentitnya dengan jari-jari tanganku yg seketika itu juga membuat tubuh Tante Yulia melengkung keatas.

“Akhh.. Edo.. kamu benar-benar gila sayang, kamu kejam sekali mempermainkan Tante.. akhh.. Edo enak sekali sayang.. akhh.. gila.. kamu bener-bener gila sayang” teriak Tante Yulia histeris sambil tangannya meremas seprei dan rambut kepalaku bergantian.

Tak kuhiraukan teriakan Tante Yulia dan aku terus mengulum kedua puting dan menjilati kedua payudara Tante Yulia bergantian. Tak lama kemudian kurasakan memek Tante Yulia bertambah basah dan tubuhnya mulai bergetar keras yg disertai erangan-erangan, akhirnya Tante Yulia mendapatkan orgasme pertamanya.

Pada saat tubuhnya mulai tenang, kulepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung kuangkat kedua kakinya sehingga kepalaku dengan mudah menuju kememeknya dan langsung kujilat dan kukulum serta kusedot-sedot memek dan kelentit Tante Yulia.

“Akhh.. ahh.. gila.. ini namanya penyiksaan kenikmatan.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. aku nggak kuat lagi sayang.. ahh.. terus sedot yg kuat sayang.. ahh.. tusuk dengan jarimu sayang.. ahh.. tusuk yg kuat.. ahh sayang.. Tante mau.. ahh.. mau dapet lagi sayang.. ahh.. kamu benar-benar gila” teriak Tante Yulia histeris memohon, lalu tubuhnya mulai bergetar lagi merasakan orgasme kedua yg datang menghampirinya.

Kuturuti permintaanya dengan menusukan jariku dan kumainkan jariku dengan menyentuhkan jariku kedinding memeknya yg berkedut-kedut sambil terus bibir dan lidahku memainkan perannya dikelentit Tante Yulia. Tubuh Tante Yulia bergetar keras dan pinggulnya bergoyang-goyang mengikuti irama tusukan jariku sambil tak henti-hentinya menjerit-jerit histeris sambil kedua tangannya meremas dan menjambak-jambak rambutku.

“Ahh.. Edoy.. sayang.. ahh.. enak sayang.. ahh.. sodok yg keras sayang.. ahh.. sedot itilku yg kuat.. ahh.. yg kuatt.. ” jerit histeris Tante Yulia mengantar orgasmenya yg kedua itu.

Dan ketika tubuh Tante Yulia sudah hampir tenang lagi, kuhentikan juga semua aktivitasku dan kulepas celana dalam Tante Yulia yg masih sebatas lulut sehingga lepas semua, lalu kuatur posisiku dan kutusukkan k0ntolku kedalam lubang memek Tante Yulia.

“Okhh.. jangan dulu sayang.. jangan.. ahh.. stop sayang.. stop.. biar Tante istirahat dulu” pinta Tante Yulia padaku, tapi aku tdk menghiraukan permintaanya sambil terus kutusukan k0ntolku sampai masuk seluruhnya dan mulai kugoyang, kuputar dan kukocok k0ntolku dalam memek Tante Yulia.

Tak lama kemudian kuangkat tubuh Tante Yulia hingga posisi Tante Yulia kini dalam pangkuanku, dan dalam posisi Tante Yulia sedang menaik turunkan pantat dan menggoyangkan pinggulnya kulepas baju Tante Yulia yg masih melekat dan kulemparkan entah kemana lalu kubuka pengait dan resleting rok Tante Yulia dan kulepas rok Tante Yulia dari atas dan kulemparkan juga entah kemana hingga kini tdk ada selembar benangpun yg menempel ditubuh Tante Yulia lalu akupun melepaskan bajuku sendiri dan kulemparkan sembarangan. Setelah melepaskan baju mulai kuputar-putar pantatku hingga k0ntolku lebih menggesek dinding memek Tante Yulia.

“Akhh.. sayang.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. kamu.. ahh.. kamu memang gila.. ohh.. k0ntol kamu benar-benar.. ahh.. kamu pintar sekali sayang.. pintar dan gila.. ahh.. Tante mau.. ahh.. mau keluar lagi.. ahh.. Tante nggak kuat lagi sayang.. ahh” jerit Tante Yulia histeris dan tubuhnya mulai bergetar mendapat orgasmenya yg ketiga, kurasakan cairan diliang memek Tante Yulia bertambah banyak dan kurasakan juga kedutan-kedutan dari dinding memek Tante Yulia.

Lalu kurebahkan tubuh Tante Yulia dan terus kugenjot k0ntolku didalamnya yg sekali-kali kuputar-putar pinggulku, tubuh Tante Yulia tambah bergetar dengan kencang, goyangan dan kocokan k0ntolku juga tambah kencang, lalu kumainkan tanganku dikelentitnya sambil kurebahkan kepalaku kedadanya dan kusedot dan kukulum dengan kuat juga kedua puting Tante Yulia bergantian dan kedutan-kedutan dinding memek Tante Yulia juga bertambah kuat sehingga k0ntolku merasakan sensasi yg membuat aku merasakan sesuatu yg akan segera meledak keluar.

“Akh.. Tante aku mau keluar Tante.. akhh.. aku keluar Tante” kataku disela-sela kuluman mulutku diputingnya sambil terus mengocok k0ntolku dengan cepat dan kuat dalam liang memek Tante Yulia.
“Ahh.. iya sayang.. ahh.. keluarkan saja.. ahh.. Tante juga.. ahh.. sudah nggak kuat lagi.. ahh” teriak Tante Yulia dan memelukku dengan erat sambil tubuhnya terus bergetar, kurasakan kuku-kukunya mencakar punggungku.

Lalu meledaklah cairan kenikmatan yg kukeluarkan dalam memek Tante Yulia yg sudah basah sehingga bertambah basah lagi, ketika kenikmatanku meledak dan tubuhku bergetar kenikmatan kukocok dengan keras dan kuat k0ntolku dalam memek Tante Yulia sehingga ada cairan yg keluar dari dalam memek Tante Yulia yg kurasakan dari tanganku yg basah karena masih memainkan kelentit Tante Yulia. Tubuh kami sama-sama bergetar dengan kencang, keringat kami bersatu dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara erangan dan jeritan kenikmatan yg kami dapatkan pada saat bersamaan.

Setelah tubuhku dan Tante Yulia mulai tenang kembali, kulepaskan k0ntolku dari memeknya yg sudah sangat basah, lalu kubersihkan memek yg penuh dengan cairan kenikmatan kami berdua dengan sedotan dan jilatanku, kujilati sampai bersih dan sayup-sayup kudengan erangan pelan Tante Yulia yg memejamkan matanya merasakan kenikmatan yg baru saja dia dapatkan. Setelah bersih kurebahkan tubuhku disamping Tante Yulia, lalu kupeluk dia dan kukecup pipi Tante Yulia.

“Ahh.. terima kasih sayang.. terima kasih daun mudaku.. uhh.. rasanya tubuhku ringan sekali bagaikan kapas yg masih terbang diawang-awang, ahh.. nikmat sekali tadi kurasakan, kamu memang pintar sayang, baru sekali ini kurasakan orgasme beruntun seperti tadi, sampai lemas tubuh Tante” kata Tante Yulia sambil membuka matanya dan tersenyum padaku.
“Ah Tante Yulia bisa aja.. aku juga tadi nikmat sekali, kedutan dinding memek Tante Yulia membuat k0ntolku merasakan seperti diremas-remas, nikmat sekali” balasku sambil kuusap keringat yg ada di keningnya dan kukecup kening Tante Yulia,

lalu aku bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yg penuh dengan keringat dan disusul oleh Tante Yulia dan kamipun saling membersihkan tubuh.

Selesai membersihkan tubuh dan dalam keadaan masih bugil kami lalu menyantap makanan yg tadi dipesan oleh Tante Yulia sambil bercakap-cakap dan bercanda, sedangkan tangan Tante Yulia tdk pernah lepas dari selangkanganku. Selesai makan kami melanjutkan percakapan kami diatas tempat tidur sambil saling memeluk hingga akhirnya kamipun tertidur untuk memulihkan tenaga yg akan membuat pertarungan berikutnya lebih seru lagi. Dan mulai sejak itu jadilah aku daun muda kesayangan Tante Yulia dan Tante Nindi.

***

Cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo terbaru 2016