Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal online online
Isin Poker
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online togel singapura agen bandarq online agen ibcbet agen poker
Home » Cerita Dewasa Tante » Cerita Dewasa Menikmati Mama Hani

Cerita Dewasa Menikmati Mama Hani

resizedimage-php-obat

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Menikmati Mama Hani” terbaru 2016 – Perjalanan jauh dengan Sandra yang juga teman yang aku kenal sejak SMP hingga sekarang sama-sama menjadi mahasiswa, satu kampus beda fakultas aja. Sandra dan saya (Fandi) sudah sama-sama punya pacar, namun bukan suatau masalah karena pacar kami juga saling kenal dan baik-baik saja.

cerita sex tanteCerita Dewasa Menikmati Mama Hani

Pernah beberapa kali bercinta dengan Sandra, namun bukan soal saling cinta tapi karena saling percaya saja.-cerita sex terbaru– Hal tersebut sering kami lakukan ketika istirahat diperjalanan ketika pulang kampung. Jarak tempuh yang jauh kurang lebih 400 Km jarak tempuh Surabaya ke kotaku memang sangat melelahkan.

waktu menunjukkan pukul 4 sore , saya tiba dirumah dirumah Sandra, seperti biasanya duduk diruang tamu sebentar lalu dibuatkan kopi panas oleh Mamanya. Namun ada yang beda kali ini.

Cerita dewasa terbaru, Mamanya Sandra yang kira-kira berusia 43 tahun mengenakan daster tipis berwarna hijau muda. Entah itu disengaja atau enggak, sebab saya sendiri sudah seperti keluarga sendiri dirumah itu. Ibunya Sandra yang biasa saya panggil Mama Hani sudah layaknya Mamaku sendiri.

Sangat jelas apa yang ada didalam dasternya jika melawan arah cahaya. diusia yang kesekian masih terlihat seksi dan bohay. Tidak pernah terbesit dalam angan sedikitapiun untuk menyetubuhi Mama Hani, karena sudah kuanggap sebagai Mama sendiri.

Lima menit kemudian Sandra menghampiri setelah menaruh barang bawaannya dikamarnya.

Sandra : makan yuk, Fan ?.
Fandi : lagi males keluar, teh aja cukup.. paling bentar lagi aku cabut.

Mama Hani menyela pembicaraan kami. Jangan pulang dulu, Fan. Biar Sandra keluar pake motormu buat beli lauk.

Fandi : gak usah repot-repot Ma, Sandra kan capek
Mama Hani : Sudah gak papa, sudah Mama kasih uang buat beli lauk.

Sandra pun bergegas keluar rumah. Mama Hani mengajak ngobrol ttg kuliah dan menanyakan bagaimana pergaulan anaknya, tapi yang gak habis pikir, kenapa Mama masih pakai daster tipis itu ketika ngobrol denganku.

Tubuh mulusnya merusak alam pikirku, sampai-sampai Mama Hani bercerita soal papanya Sandra yang ternyata sakit gula dan impotensi.

Mama Hani : Fan, Mama boleh cerita ga ke kamu?.
Fandi : cerita apa ma, kali aja Fandi bisa bantu
Mama Hani : itu lho Om Didik, sudah hampir 2 tahun ini kena sakit gula, yang paling parah burung om Didik sudah ga bisa berdiri lagi.
Fandi : impotensi ma maksutnya?.
Mama Hani : iya, sudah saya bawa ke dokter, bahkan diterapi non medis tapi ga ada hasil, bathin Mama bener2 tersiksa akhir-akhir ini.
Fandi : sabar ma, mungkin aja nanti juga ketemu obatnya

Cerita mesum terbaru, Tidak disadari dengan wajah sedih belahan kaki Mama Hani terbuka, kulihat gundukan daging yang dibalut celana dalam berenda warna putih. aku melihatnya dan semakin penasaran saja.

Mama Hani : Fan, kamu melamun ya. mikirin apa?
Fandi : nggak Ma ( terkejut). Sandra lama banget beli lauknya..
Mama Hani : kamu lihatin paha Mama ya
Fandi : nggak kok Ma ( wajahku memerah malu, badan serasa es )
Mama Hani : Mama tau lho kamu pernah ML sama Sandra di Ruang keluarga.

Sandra lupa kondom kamu dibawah kursi. itu dulu punya kamu kan?. Kamu kira aku ga tau, waktu itu Mama pulang lewat pintu belakang trs ngintip kamu lagi ML ma Sandra.

Kamu gila Fan, lubang anak tante gak kamu kasih sisa. Kamu ronde kedua main anal kan sama Sandra?.

Fandi : bukan ma, beneran.. (habis sudah aku waktu itu)
Mama Hani : sudah gak usah bohong.

Tiba-tiba Tangan Mama sambil memegang lutuntuku, dan berbicara mendekat. Fan, boleh Mama bercerita diruang keluarga, biar lebih private aja. Akupun mengangguk dan mengikuti kemauan Mama.

Setelah diruang keluarga hal yang tidak kuduga sebelumnya terjadi. Mama Hani meremas pelerku yang sudah lama mengeras.

Fandi : Ma, ntar kalo ketahuan Om Didik lho..
Mama Hani : ga mungkin om lagi badminton, dia biasa pulang nanti habis magrib.

Mama Hani dengan liarnya mengocok pelerku, sampai rasanya ngilu tapi nikmat.

Dijilat-jilatnya dan dikulum habis sampai kurasakan Palkon masuk ke kerongkongan leher Mama Hani.

Mama Hani : kamu jangan diem aja dong Fandi !.
Fandi : takut aja kalo tiba2 Hani datang
Mama Hani : sudah biarin, gak usah dipikir. gede banget ya titit mu
Fandi : iyalah Ma, 18cm dengan diameter 5cm masa bisa dibilang kecil, peler idaman tuh (sambil cengengesan, rasa Pedeku mulai bangkit.

sambil kuremas payudara Mama Hani yang sintal itu)

Fandi: ma, Fandi keluarin dimulut Mama ya.. keburu Sandra datang
Mama Hani : iya gak papa tapi lain hari kamu harus puasain Mama ya.. janji lho?!.
Fandi : iya ma, pasti..

aku keluarkan spermaku ke mulut Mama Hani, dan ditelannya sampai habis.

Sandra pun datang juga dengan bontotan lauk pauk yang dibelinya

Fandi : lama banget belinya?.
Sandra : udah ngantrinya lama, ban motor bocor pula, eh Hape lupa ga kebawa (dengan wajah cemberut Sandra berjalan kearah dapur).

Tak lama berselang Om Didik pulang dari badminton.

Om Didik : hey Fan, kam berapa nyampe
Fandi : kurang lebih 2 jam yang lalu Om. apa kabar Om?, sehat2 aja kan?.
Om Didik : alhamdulillah sehat-sehat aja, makin rajin badminton Fan. selain sehat sekalian ngumpul bareng sama teman sekantor.
Mama Hani : Sandra !, Papa pulang tuh..

Akhirnya kami makan bersama diruang makan, sambil bercerita tentang kuliah dan lainnya. Liburan sepekan waktu itu luar biasa bagiku, dan baru kali itu mengenal dan menikmati perempuan setengah baya.

Kutepati janjiku pada Mama Hani , waktu itu jam menunjukkan pukul 10 pagi. Saya berkunjung ke rumah Sandra seperti biasanya

Mama Hani : hai Fan..
Fandi : Sandra ada Ma ?.
Mama Hani : kamu nyariin Sandra apa mau nepatin janji ke Mama?.
Fandi : Janji apa Ma?. ( belaga blo’on ajah ).

belum sampe dijawab Pelerku pun diremasnya.

Fandi : iya Ma.. iya .. mana mungkin Fandi lupa, lagian Mama sih sexy banget. emang dirumah lagi sepi Ma?.
Mama : Rilex aja, Sandra lagi jalan ma temen2nya. katanya sih mo kuliner. sedang Om Didik juga pulangnya sore.

Entah apa yang dipikirkan oleh Mama Hani, seperti orang kesetanan dia menggelandangku ke ruang keluarga, tempat biasa aku menyetubuhi Sandra kalo liburan dan dirumah lagi sepi.

Sesuai janjiku, Mama Hani aku puaskan siang itu. Kujilati seluruh tubuhnya atau yang biasa orang bilang mandi kucing, kupijat – pijat lembut bagian payudaranya sambil kumainkan itilnya yang sudah dari tadi mengacang !.

Kuturunkan lagi kepalaku, kujilati jari2 kaki Mama Hani yang bersih dan mulus itu. Kaki Mama Hani bener bersih dengan betis kaki yang ramping, lalu kunaikkan kepalaku guna memainkan lidahku dilubang senggamanya, kaki Mama meraih pelerku sambil mengocoknnya pelan2, desahan dari mulutnya tak henti2nya mendesis.

Mama Hani : he’eh .. pinter kamu Fan, ough..oh.. ssssstt…

Jari tengahku kumasukkan ke vaginanya, kupraktekkan dari video Bokep yang sering kutonton tentang bagiamana caranya supaya Mama sampai klimak terkencing2, mungkin aja itu pengalaman baru bagi Mama diusia yang matang.

Mama Hani : Fan, ough..oh.. ssssstt… Mama kkkeeeeluar…. ohhhought.. Fan Mama mau serasa mau kencing..ought..aaaaaaaaaahhhssst uffhhhgt.
Fandi : bebas aja Ma, kencing aja, biar Fandi mainin lidah di itilnya Mama..

Entah berapa kali Mama klimax, yang kuingat Mama kencing sampai 4 kali, dan yang terakhir sedikit mengelurakan air kencingnya.

Mama meminta dibawah lalu dikulumnya pelerku, dihisap sampai masuk kedua bijiku, Mama jilati lobang analku, digigitnya otot diantara kemaluan dan lobang analku, semakin keras pelerku dibuatnya. kumainkan jariku dilubang analnya.

Mama Hani : sakit Fan, Mama blm pernah main disitu.

semakin menggila kumainkan lobang anusnya, perkiraanku benar ternyata Om Didik tipikal ortodok.

Fandi : santei aja ma, semua berawal dari rasa sakit..

Mulai jari kelingking sampai telunjuk aku ekplor anusnya, terakhir menggenggam erat bantal kursi ruang tamu karena dua jariku kumasukan ke anusnya.

Mama berbalik arah, lalu mengambil posisi WOT, luar biasa gerakan Mama.. 5 menit kemudian setelah Mama mengerang nikmat kurebahkan Mama, tanpa melepas pelerku yang keras dan menancap pasti.

kupastikan pinggangnya kuganjal dg bantal dlm posisi MOT, kuraih tangan kirinya untuk bisa memainkan itilnya, supaya dia lekas keluar.

Lalu kusingkap kaki kirinya, kumainkan speed rendah untuk posisi ini. lalu kuajak Mama dogy, aku hajar itu vagina Mama, sampai keluar lagi air kencing yang tidak berbau pesing.

Fandi : Ma, Fandi kaluar sekarang ya

Mama menganggukkan bandannya, lalu kembali kuulang MOT dengan kaki kunaikkan ke pundakku.

Mama Hani : Fan, barengan yuk… ohhhought. ..aaaaaaaaaahhhssst

kugenjot dg RPM tinggi, dan akhirnya crot didalam.

Mama Hani : kamu luar biasa Fandi !, di kecup keningku saat berbaring disebelahnya.

Ronde ke dua masih mampu nggak?.

Fandi : jam berapa ini tante, khawatir nanti Om Didik dateng..

Mama Hani berjalan gontai ke arah kamarnya, dia langsung kekamar mandinya untuk membersihkan tubunhya. dengan memakai piyama putih tanpa pakaian dalam, dia berjalan keluar kamar.

Mama Hani : masih capek ?.

Dalam kondisi lemas pun pelerku masih dimainkan sama Mama, dibelai2 lembut, sesekali dijilatnya, disedot2nya lobang pelerku.

Mama Hani : pinter banget kamu mainnya, belajar dari mana?.
Fandi : hehehe, belajar bareng ma Sandra, kan skr sudah banyak VidPorn ma..
Mama Hani : emang Sandra pernah kamu kamu anal, Fan?. ( dengan suara yang keras )
Fandi : kan Fandi dah bilang, saya sama Sandra tuh belajar bareng..

Ronde ke dua kalo main ma Sandra juga banyak eksplore analnya Sandra ma.. Mama Hani makin penasaran aja, rasa sakit yang sebelumnya dikhawatirkan hilang sudah.

Mama Hani : coba Fan, kamu explore anus Mama kayak tadi..

Bulu halus diarea anus Mama yang bersih menambah nafsuku, perlahan tapi pasti pelerku mengeras untuk bertanding lagi di sesi yang kedua.

kucolok anus Mama, kujilat sambil kumainkan itilnya dg tangan kiriku. Dua jariku sudah masuk ke lubang anal, kupikir anal Mama Hani sudah siap dimasuki peler.

Pelan-pelan kulakukan penentrasi ke lubang pantat Mama Hani, kulihat ia meringis kesakitan.

Fandi : sambil mainin itilmu ma, ( perintahku )
Mama Hani : ough..oh.. ssssstt, pelan Fan, sakit. Cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Dewasa Menikmati Mama Hani” terbaru 2016

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1