Obat Pembesar Penis
musimqq-920x120
ezgif-com-add-text
Poker Online Terbesar di Indonesia Agen Poker Online Terbaik
Home » Uncategorized » Cerita Sex Karin Mencoba Incest

Cerita Sex Karin Mencoba Incest

resizedimage-php-elang resizedimage-php-obat

Seksigo kali ini menghadirkan cerita sex, cerita dewasa, kisah sex nyata, kisah sex sedarah/incest, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Sex Karin Mencoba Incest” terbaru 2016 – Hai kenalin nama ku Karin, umur ku 20 dan saat ini aku masih kuliah di salah satu PTN di kota M. sedikit ku paparkan ciri-ciri fisik ku, kulit putih kecoklatan, wajah ku cukup cantik dgn rambut ku yg terurai panjang sedikit melewati bahu, tinggi badan 160cm, berat badan 43kg dan buah dadaku berukuran 34C, ya tubuh ku memang kecil tapi ukuran buah dadaku sedikit terlalu besar. Tetapi bagian yg mungkin paling menarik dari tubuh ku adalah pantat ku yg menurut hampir semua mantan ku, pantat ku sangat bohay.

cerita sex sedarahCerita Sex Karin Mencoba Incest

Aku ingin membagikan pengalaman sex ku, bukan dgn mantan-mantan ku, melainkan dgn kakak kandungku ku sendiri atau istilahnya adalah incest.

Cerita sex terbaru ini terjadi saat aku masih duduk dibangku 2 SMA, aku sendiri memang sdh mengenal seks sejak masih kelas 1, pacar pertama ku di SMA yg juga kakak kelas ku lah yg pertama mendapat keperawananku.-cerita sex sedarah– Namanya Ilham, dan dialah yg bikin aku jadi kecanduan akan sex, bahkan aku pernah di pakai oleh nya dan beberapa kakak kelasku yg lain sekaligus saat malam diklat osis di sekolah ku, mungkin akan ku ceritakan di lain waktu.

Cerita dewasa terbaru, Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yg 2 tahun lebih tua dari ku, namanya Dion, kak Dion aku memanggilnya. Aku dan kak Dion tinggal hanya berdua saja di kota M, sedang ayah dan ibuku sdh setahun ini pindah ke kota J karena ayah ku harus bekerja disana, hanya 1 atau 2 minggu sekali saja mereka pulang ke rumah.

Dgn keadaan seperti itu tak heran pergaulan ku dan kakak ku sedikit kelewat bebas, tdk jarang aku melihat kak Dion diam-diam memasukkan cewek ke rumah saat malam, atau pun kak Dion malah tdk pulang sama sekali.-cerita sex hot- Kesempatan seperti itu kadang aku manfaat kan untuk mengajak cowok ku untuk menginap di rumah sekedar melampiaskan hasrat sex ku.

Kembali ke cerita sex…

Saat ini aku sdh hampir tiga bulan single setelah putus dari Bima kakak kelas ku di sekolah, aku sakit hati karena dia memamerkan pada teman-teman nya foto-foto kita yg sedang bermesraan setengah bugil di kamarku, hal ini membuat beberapa kakak kelas ku menganggap ku sebagai bispak sekolah dan mereka sering menggodaku tanpa sungkan, untung saja foto-foto itu tdk tersebar sampai ke guru karena aku dan Bima bisa saja di keluarkan dari sekolah.-sex incest-

Tiga bulan aku single, tiga bulan pula aku tdk merasakan sex, hanya kadang sentuhan atau colekan kakak kelas ku yg cuma iseng namun sebenarnya itu sdh cukup bikin aku horny dan melampiaskan nya dgn bermasturbasi saat di rumah.

Terkadang untuk membantu ku bermasturbasi, aku sengaja mengintip kak Dion yg sedang asik ML dgn cewek nya tentu saja tanpa sepengetahuan kak Dion. Dari situ aku tau kalau k0ntol kak Dion ternyata lumayan besar dan panjang, setdknya itu yg paling panjang yg pernah aku lihat secara langsung. Hal itu membuat aku sering tersipu saat berduaan saja dgn kak Dion, mungkin karena terkadang aku gak sengaja membayangkan k0ntol kak Dion yg besar itu dan mataku reflek melirik ke bagian depan celana nya.

Cerita mesum terbaru, Malam itu saat aku sedang tidur aku terbangun mendengar suara kak Dion yg baru pulang sekitar jam 12, muncul niat ku untuk mengintip dan bermasturbasi namun ternyata kak Dion pulang sendirian malam itu sehingga aku urungkan niat ku bermasturbasi dan kembali tidur.

Besoknya hari minggu, aku bangun sekitar jam 7 dan ku lihat kak Dion masih tertidur di kamarnya, namunyg menarik perhatian ku adalah k0ntol kak Dion yg menonjol di balik boxer nya, kakak ku tidur terlentang dgn k0ntol yg mengacung seperti tdk memakai cd, jadi terlihat jelas tonjolannya. Melihat itu aku jadi horny sendiri dan tiba-tiba terpikir untuk menggoda kak Dion pagi itu.

Setelah mandi aku berpakaian sangat minim, hanya mengenakan daster bertali mini yg terdapat belahan di bagian dada cukup rendah dan panjang bawahnya bahkan tdk menutup setengah pahaku. Di dalam nya aku memakai bra berwana hitam agar terlihat kontras dgn kulit ku dan cd tipis berwarna putih.

Awalnya aku membuatkan nasi goreng untuk sarapan kak Dion lalu membawakan ke kamar sekalian membangunkan nya.

“kak bangun dah hampir jam 10!” ucap ku membangunkan kak Dion, dia hanya terbangun sebentar lalu tidur lagi.

Aku yg kesal lalu naik ke Ranjang menggoyang-goyang tubuh kak Dion, “ayo bangun kak! Dah ku buatin sarapan nih”, karena terus ku goyangkan tubuh nya, kak Dion akhirnya bangun.

Disingkirkan nya guling yg tadi dia peluk dan tanpa kak Dion sadari k0ntolnya masih menonjol dibalik celananya. Pipi ku berseri merah namun kak Dion tdk memperhatikan malah terlihat sumringa menyambut nasi goreng buatan ku.

“ngapain masih disini?” kata kak Dion judes karena sdh 5 menitan aku dikamarnya melihat dia memakan nasi goreng buatan ku, padahal aku sesekali melirik kearah k0ntol nya yg masih menonjol namun sdh agak lemas mungkin karena kak Dion sedang asik dgn sarapannya.
“biarin…wekk” kataku tdk memperdulikan, lalu aku membungkukkan tubuh dgn tangan memangku kepalaku sengaja agar belahan daster ku turun dan kak Dion bisa melihat jelas payudaraku yg tertutup bra hitam.

Ternyata usaha ku berhasil, ku lihat kak Dion menatap kearah payudaraku lalu dia menyilangkan kakinya mungkin k0ntol nya mulai bangun lagi dan gak pingin terlihat oleh ku.

“ihh kakak ngliatin apaan? Punya adek sendiri sampe melotot gitu”, karena seringnya aku memergoki kak Dion menatap ke payudara ku.
“pakaian mu loh, ganti baju sana gak enak nanti kalau ada temen kakak yg main ke rumah”, kata kak Dion dgn nada sok sinis, padahal aku tau dia sangat menikmati pemandangan di depannya.

“hahahahaha,,emang kenapa sih? Kan sexy, sapa tau temen kakak ada yg naksir aku”, jawabku asal.

Kak Dion hanya diam saja,

”menurut kakak aku sexy gak sih?”tanyaku memancing.
”gak tuh biasa aja, masih lebih sexy kak Santi(pacar kakak ku)”,
“masa sih? Kak Santi kurus gitu”, kataku.
“emang kakak gak suka cewek yg toketnya gede?”,
“Ceglekk”, kak Dion menelan ludah sambil menatap lama ke buah dadaku.
“kenapa sih kamu dek, tiba-tiba vulgar gini?”,
“Xixixixixixi”, aku hanya tertawa lalu berpindah duduk disebelah kak Dion.
“gakpapa, aku cuma pengen tau aja aku tuh sexy gak menurut kakak”, kataku sambil memeluk manja lengan kak Dion.

Aku yakin kak Dion merasakan gencetan toketku di lengan nya. Tanpa sadar kulihat k0ntol kak Dion semakin menonjol , terlihat jelas meskipun kakinya masih disilangkan.

“apa tuh yg nonjol di celana kakak? Ihh kakak gak pake celana dalam ya?”, sentak ku,
“hush jangan di liat, kakak emang gak pernah pke celana dalam kalau tidur, ini tuh reflek cowok kalo bangun tidur pasti k0ntol nya berdiri”, kata kakakku sok menutupi kalau dia sedang horny.
“bohong banget, tadi aku liat kok k0ntol kakak udah lemes, kok sekarang jadi bangun lagi?”, kak Dion Cuma diam,
“kak Dion horny ya liat Karin kayak gini, hi..hi..”,
“apaan sih Rin, gak lucu ah”, dgn nada sewot namun agak terbata juga bicaranya.

Dgn cepat aku beranikan diri untuk menggenggam k0ntol kak Dion dari luar boxer nya,

“ahhh…”, kak Dion mengerang kepalanya mendongak ke atas.

Seperti tersengat listrik kak Dion lalu menaruh piring sarapannya di meja samping ranjang lalu tangan kanannya yg daritadi ku peluk merangkul kepalaku, tangan kirinya meremas payudara ku agak keras dan bibirnya mulai menyosor mengulum bibir mungil ku.

“emmm…ehm”, hanya suara itu dan kecipak bibir kita berdua yg terdengar.

Tangan ku sdh tdk lagi hanya menggenggam k0ntol kak Dion namun kini aku gerakkan atas bawah mengocoknya.

Kak Dion semakin menjadi melumat bibir ku, air liur kita saling betukar sampai menetes di sela bibir ku, tangan kak Dion masuk melalui belahan daster ku menyelinap di balik bra ku lalu dgn gemas meremas–remas payudaraku sambil memainkan putingku.

“emm…akhhh, geli kak emm…pelan”,aku setengah mati merasakan geli bercampur rasa sakit akibat remasan kakak ku.

Kak Dion melepas ciuman nya dan kita terengah-engah berusaha mengatur nafas,

“hahh..hah..kamu nakal Rin, kamu bikin kakak horny”, ucap kakak ku dgn tersenyum.
“ jujur, kamu dah pernah kan ngrasain kayak gini?”,Tanya kak Dion, aku hanya tersipu lalu mengangguk.
“kamu masih virgin?”, kali ini aku menggeleng pelan, agak takut juga rasanya seperti sedang di interogasi olah kak Dion.
“sama sapa kamu nglakuinnya Rin?”,
“emm…”sambil aku berfikir bagaimana aku menjawabnya.
“Ilham? Andri? Arya?”kakak ku menyebutkan nama mantan ku yg dia ketahui.

Aku menunduk lalu berkata

”iya..”,
“mereka semua?” kak Dion kliatan kaget.
“nakal ya adek kakak ternyata, kecil-kecil maenannya dah kayak gini” kata kakak ku dgn sedikit tersenyum, rupanya kak Dion sama sekali tdk marah.

Aku menjadi lega melihat kakak ku tersenyum dan ku balas dgn senyuman manis ku.

“ayo sekarang kakak pengen tau Karin dah bisa apa aja, sepongin titit kakak” suruh kak Dion sambil memelorotkan boxer nya.

Aku terkagum melihat k0ntol kakak ku sedekat ini, ternyata bener-bener besar dan berurat. Tangan kak Dion mendorong kepalaku menuju k0ntolnya, aku hanya menurut saja.

Ku kocok pelan k0ntol kak Dion sambil ku emut kepala k0ntolnya.

”accchhh..”,lagi kak Dion mendongak kan kepalanya sambil mengerang. Kepalaku di dorong-dorongkan pelan sehingga terlihat aku sedang mengocok k0ntol nya menggunakan mulutku.
“manteb banget Rin, ahhh… bibir mu yg mungil pas banget ma titit kakak”, memang benar mulutku seperti terisi penuh dgn k0ntol kakak ku ini.

Sekitar sepuluh menit kita dalam posisi seperti ini,

“uhh…kakak pingin banget nyemprotin sperma kakak ke mulut kamu”. aku mengerti maksud nya, tanpa dituntun lagi aku menggerakkan kepalaku makin cepat tdk lupa kedua tangan ku meremas-remas batang k0ntol dan buah zakar kakakku.
“ah.ahh…gila kamu pinter Rin, ahh terusin”, erang kakakku.

Tdk sampai 5 menit aku merasakan k0ntol kakak ku seperti membesar dan semakin hangat, aku tau kak Dion pasti sdh hampir orgasme,”ahh.. aghh”, erang kak Dion semakin menjadi, tangan nya kini sdh sibuk meremas, memeras, dan menarik payudaraku, aku sampai menyerngit menahan sakit di daerah itu.

“aku keluar Rin! Ahhh…..”, cret..crett..creeeettt, aku merasakan sperma kak Dion menyembur beberapa kali di dalam mulutku, k0ntol nya berdenyut cepat seperti memeras isinya sampai habis.

Aku terdiam sebentar dalam posisi ini, membiarkan kakak ku selesai menumpahkan spermanya di dalam mulutku,

“eng..”, pipiku mengembung karena banyak nya sperma yg keluar, sebagian malah tertelan oleh ku.

Merasa sdh selesai aku lepaskan k0ntol kak Dion dari mulutku, namun baru sampai kepala k0ntolnya kak Dion menekan kepala ku kuat-kuat sehingga k0ntolnya terbenam di mulutku hampir semuanya. Sperma yg ada di mulutku rasanya seperti di pompa dan akhirnya sebagian besar tertelan dan sebagian lagi luber menetes dari mulut ku.

“EENG…”, aku mencoba berteriak dan meronta karena k0ntol kak Dion masuk di mulutku menyentuh tenggorokan ku dan membuat aku sulit bernafas.
“ahh..aghh..hahh”, aku bernafas dalam-dalam karena akhirnya kak Dion menarik kepala ku melepaskan k0ntolnya. “uhuk..hahh.hah.haah”, beberapa detik aku seperti merasakan sesak nafas.
“enak banget mulut mu Rin, ha..ha..ha”, kakak ku tertawa puas,
“kak Dion jahat, uhuk…” kataku masih merasakan sperma kakak ku yg lengket di tenggorokan ku.

Kak Dion sedikit beranjak mengangkangkan kakinya di atas ku yg terlentang di ranjang, k0ntolnya tepat berada di atas wajah ku. “bersihin Rin” suruh kakak ku yg kuturuti dgn menjilat sisa sperma yg ada di k0ntolnya, ku sedot-sedot lubang k0ntol nya sampai benar-benar bersih.

Setelah itu kak Dion ngeloyor ke kamar mandi, aku yg masih horny melepaskan semua pakaian ku dan menunggu kak Dion dgn keadaan telanjang.

Gak lama kak Dion keluar kamar mandi berlilitkan handuk, aku yg sdh tdk sabar mendekati kak Dion lalu memeluknya dari belakang.

“ayo kak kita ML”, kataku,
“nanti aja deh Rin, titit kakak masih lemes”,
“aku kan belum keluar kak, kakak enak dah keluar duluan”, ucap ku protes.
“gini deh, kakak mau kamu seharian ini harus telanjang di dalem rumah, nanti kalo kakak horny, kakak bakal ngentotin kamu”, kata kak Dion.
“mmmm..oke deh”, aku mengiyakan permintaan kak Dion lalu kami berciuman.
“udah sana kamu masak dulu”, suruh kakak ku.
“plokk”, kak Dion menampar pantat ku saat aku hendak keluar kamarnya.
“duhh…sakit tau!”,
“wekk”, kak Dion malah memelet kan lidahnya.

Jadilah aku masak di dapur dgn keadaan bugil, semua jendela sdh ku tutup agar tdk terlihat dari luar jika aku nanti keluyuran dalam rumah. Kak Dion kulihat keluar kamar namun tdk memperdulikan ku dan menuju ruang tv.

Selesai masak sekitar jam 12 aku menghampiri kak Dion sedang nonton dvd sambil utak atik hp nya.

Aku duduk sebelah kakak ku lalu menyandar kan kepala ku di pahanya. “masih horny Rin?”, tangan kakak ku menuju ke vagina ku dan di elus-elus belahannya.

“ahhh..mmmmpphhhh..”, aku hanya mendesah pelan.

lalu aku bangkit dan kamipun berciuman mesra, tangan ku masuk ke celana kak Dion meremasi k0ntolnya yg mulai tegang.

Kak Dion melepaskan satu persatu pakaiannya hingga kami sama-sama telanjang, tubuh ku di angkat ke pangkuannya berhadapan. Ku gesek-gesekan k0ntol kak Dion ke belahan vagina ku, di tariknya pantat ku pelan hingga k0ntolnya masuk perlahan ke vagina ku.

“ehmmmm..”, suara ku menahan gesekan di dalam vagina ku yg sangat sesak.

Kak Dion menarik dan mendorong pantat ku bergantian, membuat k0ntolnya makin lama makin dalam memasuki vagina sempitku, dan blesss… akhirnya k0ntol kakak ku behasil masuk semua, “oughhhhh”, aku melenguh melepas ciuman kami.

“enak Rin?”, aku tdk menjawab tetapi pantat ku mulai ku goyang kan maju mundur pelan namun konstan.

Semakin lama kupercepat goyangan ku dibantu kak Dion.

“ahh.. ohh..” hanya itu yg keluar dari mulut kita berdua, aku sendiri sangat menikmati sensasi melakukan seks dgn kakak ku sendiri, kak Dion kulihat mendesah-desah sambil menutup kedua matanya.

10 menit berlalu kak Dion minta ganti posisi dan tempat, aku di gendong menuju ruang tamu. Aku diminta menungging menghadap sofa dan mulailah kak Dion melakukan penetrasi dgn posisi doggy. Kedua tangannya memeluk payudara ku yg menggantung, sedang k0ntolnya tdk henti menggenjot vaginaku.

Sensasi yg ku rasakan jauh lebih nikmat, aku memang sangat menyukai posisi doggy style saat melakukan seks. Kini cairan vagina ku makin banyak keluar membuat k0ntol kak Dion lebih mudah mengobek-obek di dalam nya. Tubuh ku semakin memanas, kringat ku bercucuran, di bagian vagina ku aku merasakan desakan yg semakin kuat. Rasanya sangat gatal dan agak berkedut-kedut.

“ohh..kak, aku mau keluar, emmm”, kataku,
”tahan Rin, dikit lagi.. aaghhh”. Kak Dion semakin cepat menggenjot vagina ku.

Namun belum sepat aku orgasme kakakku melepas k0ntolnya dan mendorong ku terduduk di sofa.

“emutin!”, aku yg sebetulnya ingin protes tdk bisa berkata-kata karena k0ntol kak Dion mendesak masuk mulutku, terpaksa aku kulum k0ntol kakak ku dan akhirnya Creettt…Creettt..Creettt! sekali lagi sperma kak Dion tumpah didalam mulutku.
“ahhh…enak banget..oooggghhhh”,kakak ku melenguh , kutelan semua sperma yg keluar,
“slruuuppps..”, ku sedot sampai habis dan k0ntol nya keluar dari mulutku.
“huahh…mantab Rin, kamu doyan pejuh ternyata…he..he..he”, kak Dion tertawa namun aku memasang wajah kecewa.
“masuk!” kakak ku agak berteriak, lalu Ceklek! Pintu ruang tamu terbuka.

Aku kaget dan hendak lari ke kamar tapi kak Dion menahan ku, ku lihat siapa yg ada di luar, ternyata itu adalah kak Rahmat teman kakak ku satu kampus yg sering main ke rumah.

“loh kak Rahmat, ahh kakak lepasin” aku meronta karena kakak ku memegang tanganku menahan hingga aku tdk bisa bangkit dari sofa.
“wahhh bro, ternyata lu kayak gini ya ma adek lu. Ha.ha.ha” ucap kak Rahmat.
“ha.ha.ha nih kata nya lu naksir ma adek gua, daripada adek gua pacaran ma cowok gak jelas mending ama lu aja”,
”udah gua test manteb banget, langsung bisa lu pake he..he..he”, imbuh kak Dion.
“apaan sih kak!”, aku mulai marah dan juga malu,
“nurut aja deh ma kakak, si Rahmat dah lama naksir ma kamu”,
“tapi gak gini caranya!”, aku semakin marah.

kak Rahmat menutup pintu dan mendekati kami di sofa,

“tenang aja Rin, aku Aneng kok sama kamu, aku gak masalah biarpun kamu udah gak virgin dan kamu nglakuin kayak gini sama kakak mu”, ucap kak Rahmat.

Aku agak tersipu mendengarnya. Ku akui kak Rahmat memang lumayan cakep dan badannya juga bagus, terlihat lekukan lengannya yg sedikit kekar namun proporsional.

“tapi gak kayak gini kak caranya, aku gak suka”, kataku namun kini nadaku sdh tdk marah.
“he em, I’m sorry”, kak Rahmat mengecup bibirku dgn lembut, aku sangat menikmatinya, beda dgn kakak ku yg cenderung kasar dan liar saat berciuman.

Melihat aku sdh stabil, kak Dion melepas pegangannya di tanganku dan meninggalkan aku dan kak Rahmat di ruang tamu. Nafsu ku yg belum tersalurkan ditambah nikmat nya ciuman kak Rahmat membuat ku semakin terbuai. Ku tarik kak Rahmat menindih ku di atas sofa sambil bibir kami terus saling beradu.

“Ehmm… kak,,mmm”, desahku.

Tangan kak Rahmat bergerak melepas celana nya, kurasakan k0ntol nya menggesek-gesek di paha mulus ku. Ku genggam k0ntol kak Rahmat lalu ku gerakkan tangan ku mengocok pelan,

“besar jg nih..”,pikirku.
“aku masukin ya Rin?”, Tanya kak Rahmat,
“iya kak”, balasku tersenyum.

Perlahan kak Rahmat mengangkat kedua kaki ku, di arahkan k0ntol nya menuju lubang vagina ku dan perlahan muali mendesak masuk.

“mmmppphhhh…”, semakin dalam k0ntol kak Rahmat masuk rasanya semakin nikmat, ku rasa mungkin sedikit lebih besar dari k0ntol kakak ku.
“bless…slep..slep”, kak Rahmat mulai menggenjot ku,
“oohhh…pelan kak…”, desah ku menahan nikmat.
“oughh…kamu dah sering beginian Rin?”,
“ iya kak..”, aku mengangguk,
“ehmm…enak banget vagina mu”, kini tangan kak Rahmat mulai aktif meremasi payudara ku.

Aku mulai merasakan kalau akan keluar,

“ahh.. kak, Karin dah mau keluar”,
“kok cepet Rin? lum puas ya tadi sama kakak mu..”,
“ahh..ahh…”, aku tdk menjawab namun tangan ku meremas kuat paha kak Rahmat.

Kak Rahmat pun mengerti dan memepercepat genjotan k0ntol nya di vagina ku.

“oohh.. kak, oughh..”.
“arghh… ayo Aneng siram kontol kakak.. uhh”, semenit kemudian aku sdh tdk tahan lagi, cret..cret…crreett! “aakhhh….”, jeritku disambut hentakan k0ntol kak Rahmat yg membuat orgasme ku sangat nikmat.
“fiuuuhh…mantab Rin, bnyk banget cairanmu yg keluar”, aku hanya membalas dgn senyuman, rasanya agak susah untuk mengeluarkan suara karena nafas ku yg memburu.
“kamu mau istirahat dulu?”, Tanya kak Rahmat.
“gak papa kak, lanjutin aja” kembali kak Rahmat menggenjot ku.

Tdk lama kak Dion datang membawa minuman,

“kamu minum dulu deh Rin”, kata kak Rahmat,
“hmm ternyata kak Rahmat bener-bener perhatian padaku”, kata ku dalam hati.

Kak Rahmat melepas k0ntol nya dari vagina ku lalu aku beranjak meminum minumanku.

“hahh.. seger banget..”, ku lihat kak Rahmat juga menghabiskan minumannya seperti orang kehausan.
“yuk lanjut..”, kata kak Rahmat sambil tersenyum. Dgn posisi duduk membelakangi nya vagina ku perlahan menelan habis k0ntol kak Rahmat.
“ahhh.. ohh..”, desah kami bersautan.

Rasanya sedikit aneh, ML sambil di liatin oleh kakak ku, namun aku tdk sedikit pun menoleh ke arahnya karena masih ada rasa kesal.

“aahh…agh”, desah ku tiap kali k0ntol kak Rahmat menghentak dinding vagina ku, sedangkan kak Rahmat sesekali mendesah dan terkadang ngobrol dgn kakak ku.

10 menit dalam posisi ini aku bilang kalau aku mau keluar lagi,

“aghh.. iya kakak juga Rin, kita kluarin… ohhh, bareng”, tangan nya meremas kuat payudara ku lalu tubuhku di hentak-hentak kan naik turun.
“gila… uhh nikmat banget”, kataku dalam hati.
“oughhh… kontol kakak udah gak kuat Rin”,
“ahh..Karin juga”, semakin keras genjotan kak Rahmat, k0ntol nya juga kurasakan mengeras dan hangat di dalam vagina ku.
“Karin……arghh!!” creettt..crrttt…crreett!!,
“ahh..”, desah ku mengiringi nikmat nya orgasme kita berdua. Crettt..! semburan terakhir sperma kak Rahmat seakan membuat ku melayg, aku tak memperdulikan tangan nya yg mencengkram kuat payudara ku selama orgasme.

Aku benar-benar puas, tdk kusangka ulah iseng ku untuk menggoda kakak ku sendiri berakhir nikmat seperti ini. Hari itu kak Rahmat menginap di rumah ku, kami melakukan ML beberapa kali, sedangkan kak Dion juga mengajak pacarnya menginap di rumah,

Aku tdk tau peristiwa apalagi yg akan terjadi setelah ini, yg jelas kini aku dan kak Rahmat sdh resmi pacaran. Cerita sex, cerita dewasa, kisah sex nyata, kisah sex sedarah/incest, cerita mesum, cerita ngentot, foto sex, cewek igo, seks igo berjudul “Cerita Sex Karin Mencoba Incest” terbaru 2016

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*