Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal online online
Isin Poker
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online togel singapura agen bandarq online agen ibcbet agen poker
Home » Cerita Dewasa Selingkuh » Cerita Sex Mitra Bisnis Yang Membuatku Merangsang

Cerita Sex Mitra Bisnis Yang Membuatku Merangsang

resizedimage-php-obat

Cerita sex dewasa mesum ngentot selingkuh terbaru 2017 – Aku baru saja mandi dan keluar dari kamar mandi kamarku langsung menuju meja rias untuk berias karena pagi ini saya harus menghadiri rapat perusahaan untuk mengadakan kontrak kerja dgn mitra bisnisku.

cerita sex hot merangasang 2017
Cerita Sex Mitra Bisnis Yang Membuatku Merangsang

Aku sebagai salah satu direktur di perusahan suami, aku harus hadir untuk mewakili suami yg menjabat sebagai direktur utama tdk dapat hadir, di karenakan suamiku baru pulang dari luar negri mengurus bisnisnya yg di luar negri masih terlalu lelah katanya. Ternyata suamiku sudah bangun sementara aku sedang mandi tadi, dan sekarang masih di ranjang sambil menonton TV. Seperti biasanya, aku di depan meja rias mulai berias.

Cerita sex selingkuh – Aku melepas handuk yg melilit di tubuhku dan mulai mululuri dgn body lotion ke seluruh tubuh. Mulai dari tangan, kaki, paha, selangkangan dan di bagian dada sediktit agak lama memberi lotion nya, terutama di bagian buah dadaku yg berukuran 36b ini. Dgn sedikit tekanan aku merasa ada suatu kenikmatan dan memang terlihat dgn mengencangcangnya puting susuku. Mungkin sedang masa subur dan lagi sudah lama aku tdk di sentuh suamiku karena di tinggal ke luar negri untuk urusan bisnis.

Dari kaca rias aku mengintip, sepertinya suami sedang memperhatikanku berias. Tadi malam begitu sampai suami memberikanku oleh-oleh sebuah BH buatan salah satu produt dari jepang yg seksi dan lucu abis. BH yg menyggah buah dada dari bawah ini hampir tak memiliki cup, sudah jelas puting susuku tak tertutup oleh BH nya tp menjaga bentuk buah dada.

Aku mulai dari memakai stocking, yg hanya menutupi kakiku sampai ke pangkal paha, dan berlanjut melilitkan garter ke pinggangku dan tak lupa mejepit stockingku ke tali garter. Karena suami sudah bangkit dari ranjangnya aku memanggilnya,

“Pa tolong ikatkan tali BH ini dong” suamiku yg hanya mengenakan kaos dan CD nya saja turun dari ranjang dan melangkah ke meja rias untuk membantuku.
“Pa BH nya bagus, nyaman dipakai sepertinya, sexy lagi” sambil tersenyum suami membantu memasangkan dari belakang.

Sambil tetap di depan kaca meja rias aku menanyakan,

“Pinter juga milihnya Pa, gimana pas nggak kelihatanya” dari belakangku, suami mengulurkan tanganya dan memegang bagian depan BH nya yg dia berikan itu.

Sambil melihat bagian depanya, dgn nakalnya tanganya memegang dan meremas buah dadaku yg tak tertutup oleh BH ini. Aku sedikit mendesis,

“Sshh… Papa nakal banget tanganya” sambil tetap meremas buah dadaku dia menjawab,
“Emang kenapa tanganku”dia mulai meilin puting susuku dgn jarinya, sambil sedikit menariknya pelan”
“Nikmat ya rasanya, udah lama kan ngga aku pijit.
“Ahh Papa godain aja orang mau kerja” kedua puting susunya dgn cepat mengeras, terasa sakit bercampur nikmat
“Ohh.. ohh sungguh nikmat” aku segera ingin berbalik mengahdapnya rasanya, tp dia menahanya, tangan kananku mulai merangkul ke tengkuknya dari depan dan mengelus rambutnya.

Sementara itu tanganya tetap memainkan buah dadaku. Ohh nikmat luar biasa, aku benar-benar terangsang di buatnya. Sementara itu tangan kananya mulai merayap ke bawah sampai ke puser. Aku belum memakai CD.

Suamiku mulai mengusap rambut kemaluan tipisku ini

“Duhh kamu sudah basah kuyub sepertinya..” memang aku merasa kemaluanku sudah mulai lembab, dan dia terus mengusap-usap dgn halus.

Tiba-tiba aku mendesah cukup keras.

“Aghh.. Aghh..! ketika dia memainkan kemaluanku, tak kuat lagi dgn permainanya aku langsung berdiri, dgn sedikit membukuk, kedua tanganku bertumpu pinggiran meja.

Tangan kanannya bergerak lebih jauh lagi. Aku merasakan cairan kenikmatan yg licin membasahi kemaluanku. Seperti terpeleset, jari tengahnya memasuki lubang kemlauanku dan menggerakan keluar masuk.

“Mmmhhh.. ohh..ahh..ahh aku nggak tahan… ohhh sungguh nikmat..” aku sudah tak sabar lagi, tangan kiriku menuju belakang dan memegang pinggulnya dan menariknya agar lebih dekat dgnku, dan segera menyelinap ke dalam CD nya, aku mulai menggengam k0ntolnya yg sudah tegang dan keras itu, dan dgn berirama ku gerakkan.

“Ohh..ohh..” dia mulai mendasah pelan.

Sementara itu dia menambah jari telunjuknya untuk di masukkan ke lubang kemaluanku,

“Gimana…enakkan….” katanya.
“Ohh.. mas enak banget… terus paa… jangan berhenti… satu lagi paaa..ohhhh…!” kuminta memasukkan jari manisnya juga.

Aku mulai melorotkan CD nya kebawah, dan dgn bantuan tangan kirinya CD nya punjatuh ke bawah. Aku membungkuk lebih dalam lagi dan dia mulai merapatkan pinggulnya ke pantatku, dan aku merasakan k0ntolnya itu menmpel di bibir kemaluanku. Jari tangan kananya yg sudah basah oleh lendir kenikmatanku dia keluarkan dari lubang kemaluanku dan kembali meremas-remas toket kananku sambil memilin-milin puting susuku. Sementara tangan kirinya memegang pinggulku lebih erat.

Pinggulnya mulai dia gerakkan beraturan. Aku hanya bisa lihat dia dari kaca rias saja. Sesekali ujung penisnya menyentuh bibir kemaluanku, seakan mau memasukinya, dia sengaja tdk memasukkanya dulu. Membuatku gregetan untuk bertahan, aku sudah sangat terangsang sekali.

“Ayo paa.. aku sudah nggak tahan lagi.. ohh..ohh..!” aku memintanya
“Kamu mau apa… bilang dong” dgn nada menggoda.

Kupegang ujung k0ntolnya yg menempel di bibir kemaluan,

“Ini paa,, mau ini cepat dong.. ohh.. ohh.. jangan bikin aku penasaran.. ohhh!” dan lebih membungkuk lagi aku, posisiku sudah siap untuk di tusuknya.
“Ohh.. ohh.. ayo terus paa.. aku mau semuanya.. ohhh” dia hanya menusukkan setangah saja, membuatku bertambah penasaran.

Pinggulnya mulai bergerak maju mundur dgn beraturan.

“Ohh.. terus paa.. teruss.. eghh… ohh.. masukin sampai mentok paa.. ohh”
“Emm enak nggak, mau semuanya ya..” dia bertanya, belum sampai kujawab dia mulai menusukan batang k0ntolnya lebih dalam lagi, dan akupun mengerang dan merasakan sesuatu yg sungguh nikmat luar biasa.

Pinggulnya terus bergerak beraturan, dan mulai menambah cepat tusukkanya, tentu saja membuatku tenggelam dalam kenikmatan.

Tiba-tiba dia menarik keluar k0ntolnya dari lubang kemaluanku, dan meneggakkan sambil memutar tubuhku sehingga berhadapan dgnya. Dia memegang pinggangku dgn kedua tanganya dan mengangkat tubuhku dan dia duduk di meja rias, kemudian dia mengangkangkan kedua kakiku. Dia kemudian mulai merapat dan menusukkan kembali batang k0ntolnya ke lubang kemaluanku

“Ohh.. Ohh..” akupun mendesah keras karena nikmat.

Dia mulai menggerakkan pinggulnya lagi, dan kedua tanganya meremas-remas toketku dan meilin-milin puting susuku. Dia mulai menciumku, dan aku langsung menyambutnya dgn membuka bibirku sedikit, dan lidahnya mulai mulai memasuki mulutku dan aku sambut dgn lidahku. Kedua lidah kami saling berbelit dan membuat lebih nikmat. Irama gerakan pinggulnya semakin cepat, dan aku tau dia mulai mendekati orgasme.

“Tunggu Pa, aku mau sama-sama Pa, Ohh..” aku ingin orgasme bersama-sama, dan aku lebih berkosentrasi lagi sambil menjepit k0ntolnya.
“Ohh.. Pa ayo Pa.. aku mau keluar Pa.. Ohh.. sama-sama Paaa…!” dan seperti gunung meletus, dari k0ntolnya menyembur cairan panas yg terasa begitu panas dan kencang dalam lubang kemaluanku, dan akupun beberapa saat kemudian mecapai orgasme.

Gerakan pinggulnya mulai berkurang, dan akupun memeluk kepalanya dan ku ciumi telinga kananya sambil berbisik,

“Ohh.. nikmat sekali Pa..” dan pinggulnya sudah tak bergerak, tp k0ntolnya masih tetap menancap di lubang kemaluanku.
“Ohh..” dia sedikit merintih karena k0ntolnya masih terjepit di dalam lubang kemaluanku.

Lalu dia mulai menarik keluar batang k0ntolnya, dan aku masih dalam posisi duduk di meja rias, aku merasakan lendir putih keluar dari dalam lubang kemaluanku membasahi meja rias.

“Mitra bisnis kita alan tertarik denagn kecantikanmu nanti” katanya dgn penuh arti.

Di depan rumah mobil sudah menungguku, aku keluar rumah dan pamit.

Aku mengenakan onepiece merah panjang, ptotongan di dada sedikit rendah sedikit belahan toketku dan sedikit menonjol puting susuku dari balik gaun merah ini, BH ku hanya menygga toketku dan puting susuku tak tertutup oleh cup BH sehingga sepintas seperti tdk memakainya.

Sopirku yg sudah menunggu membukakan pintu belakang mobil dan saya masuk, sebelum kututup pintu aku menarik rok ku yg masih sedikit menempel di bagian pintu karena kancing rok ku yg ada di depan sengaja ku buka sampai pertengahan paha, supaya lebih mudah bergerak dan terlihat sexy dgn belahan di depan. Sopirku sepertinya sedikit melirik ke pahaku ketika itu, tp seperti sudah biasa terus menutup pintu.

“Ndu kita ke hotel hyatt dulu untuk jemput tamu, dan baru kita ke kantor” di lobby tamuku sudah menunggu, dia bersama wakilnya.
“Wah maaf Pak Erik agak terlambat, tadi jalanan sedikit macet” aku berbohong, padahal jalanan lancar, tentu aku tak bisa bilang bahwa aku telat karena menikmati sex di pagi hari.

Pak Erik ini masih muda dan tampan, badanya tinggi dan tegap. Masih muda sudah menjadi presiden direktur suatu perusahaan yg cukup besar. di dalam mobil aku duduk bersampingan dgn Pak Erik sedangkan wakilnya di depan sebelah sopir. Sambil sedikit memiringkan tubuh masing-masing kami ngobrol-ngobrol tentang kota Jakarta. Sambil ngobrol, sesekali Pak Erik mencuri pandangan dgn melirik ke bagian dadaku yg belahan bajunya sedikit rendah.

Aku tau itu, tp aku berpura-pura seperti tak tau dan juga aku tau bahwa yg dia lihat adalah bagian yg menonjol dari balik bajuku di sekitar toketku

“Pak Erik sudah berumur berapa putranya” aku sengaja menanyakan untuk memastikan dia sudah berkeluarga apa belum.

Dia hanya tersenyum dan,

“Aku masih single Bu” sambil tersenyum
“Kalau begitu bisa santai-santai dulu dong di Jakarta setelah kerjaan selesai” dgn nada memancingku bertanya.

Tak lama kemudian kami sudah tiba di kantor. Mobil berhenti dan sopir membukakan pintu. Pak erik dan wakilnya turun lebih dulu, sambil bergeser aku juga menunggu untuk turun, dan ketika aku memutarkan untuk mengambil tasku yg ada di belakang kursi, belahan rok ku tersingkap sampai pangkal belahan, tp aku tak sempat membenarkanya dan langsung ke luar dari mobil.

Di di depan pintu Pak Erik sudah menungguku untuk turun, dan dia pastinya melihat pangkal pahaku dan bahkan mungkin melihat CD ku yg berwarna hitam dan agak transparan itu. Pintu lift loby terbuka dan aku mempersilahkan Pak erik dan wakilnya masuk lebih dulu dan kemudian aku. Kantorku berada di tingkat 25, di dalam lift tak terlalu penuh, tp di tingkat 5 baynyak yg masuk sehingga kami terdesak mundur ke belakang. Karena penuhya, saya terdesak sampai menyentuh tubuh Pak erik.

“Maaf Pak Erik” aku meminta maaf kepadanya.

Didalam lift yg penuh itu terasa tangan Pak Erik menempel di pantatku, merara tak sopan, dia menggeser tanganya agar tak menyentuh, tp rupanya justru membuat posisi Pak Erik semakin tak enak. Bagian depanya langsung menempel ke bagian belakangku. Aku merasa ada seseuatu yg keras menyentuh bagian belakangku, rupanya k0ntolnya sudah tegang mengeras. Belum sampai lebih jauh merasakannya lift terbuka dan kami harus keluar. Ruang rapat sudah siap dan kupersilhkan masuk, dan beberapa menit kemudian rapat dimulai.

Ada 2 hal kontrak yg kami bicarakan dalam rapat itu dan pada awal rencana kami akan menanda tangani kedua kontrak kerja, tp setelah dua jam rapat berjalan ada stu hal yg harus di konformasikan dan Pak Erik minta ditunda sehari, akhirnya kami menanda tangani satu kontrak saja.

Untuk menjamu tamu, aku membuat appoitment untuk makan malam di hotel Pak Erik jam 8 malam. Pak Erik dianatar oleh sopirku kembali ke hotel.

Jam 4 sore aku bersiap-siap untuk pulang karena nanti malam ada acara makan malam dgn Pak Erik. Ketika tiba dirumah ternyata ada pesan dari suami kalau dia harus keluar kota dan baru kembali besok pagi. Aku langsung menuju meja rias dan membuka baju untuk mandi. Setelah membuka baju aku duduk dulu di kusri meja rias sambil melepas BH ku, dan sedikit istirahat dulu.

Aku merasakan kelembapan di CD ku, dan merabanya dari atas celana. ternyata basah, naluri sex ku sedang tinggi. Dari selangkanan, CD ku geser sehingga tanganku dapat menyentuh bibir kemaluan yg sudah basah ini, dgn lembut aku mengusap-usapnya sambil membayangkan tadi pagi, tp tiba-tiba imajinasiku berubah seakan-akan Pak Erik yg tampan itu sedang memainkan kemaluanku. Cairan kenikmatan semakin membasahi, dgn tdk sadar jari telunjukku sudah masuk ke dalam lubang kemaluan dan terus ku gerakkan keluar masuk.

“Ohh.. Ohh.. Ohh..” aku mulai merintih kenikmatan.

Seperti kurang puas dgn jari, aku membuka laci meja rias dan mengambil mainanku. Mainan ini berbentuk k0ntol ukuran orang eropa dan yg di gerakkan oleh baterai. Mula-mula ujungnya ku tempelkan di bibir kemaluanku,

“Ohh.. ohh..” jantungku mulai berdegup kencang dan mulai kumasukkan dgn pelan sambil membayangkan yg masuk itu k0ntol Pak Erik.

Kumasukkan sampai habis, sungguh nikmat rasanya, seperti benar-benar bersetubuh, mainan ini bergerak terus di dalam lubang kemaluanku. Aku mulai menggerakkan dgn irama beraturan ke kemaluanku, seperti laki-laki sedang memasukkan k0ntolnya ke lubang kemaluan wanita.

“Ohhh.. emmhhh.. Oohh.. ohh.. ohh..” irama gerakan mulai kupercepat, aku pun mulai tak sadarkan diri, sementara tangan kananku menggerakkan mainan itu, tangan kiriku mulai memainkan toket dan puting susu kananku.

Hampir 10 menit, terus kumainkan mainan ini dan irama tangan pun semkain cepat, dan aku sudah mendekati puncak orgasme.

“Ohh.. Ohh.. keluarrr.. ohh.. ohh” tanpa kuatur pinggulku bergerak menyentak dan mainan yg di dalam kemaluan ku jepit erat.

Lendir kenikmatan keluar dgn banyaknya dari lubang kemaluan yg masih dimasuki oleh mainan ini. Kepala dan tangan, kurebahkan di meja rias, sementara mainan k0ntol ini masih bergerak di dalam kemaluanku.

Beberapa menit kemudian aku menarik keluar mainan itu dari lubang kemaluanku, dan aku baru melepas CD ku yg sudah basah ini dan melepas gartar, stockingku, dan menuju kamar mandi. Kupilih gaun berwarna biru gelap untuk acara makan malam ini.

Setelah memakai parfum ke seluruh tubuh, aku memakai stocking hitam setengah paha. Gartar pun kupilih yg berwarna hitam, dan kujepit tali gartar ke ujung stocking yg ada di pertengahan paha.

Kupilih CD hitam yg berbentuk sangat minim yg hanya pas menutupi bagian depanya, sedangkan bagian belakang hampir seperti tdk memakai CD, hanya garis menutupi belahan pantat, sehingga dari luar baju tdk akan terlihat garis CD. Gaun malamku bagian bawahnya panjang sampai ke mata kaki dgn dua belahan di samping sampai sampai 20cm dari atas lutut. Bagian punggung terbuka, dan bagian depan gaun dari dada terus ke atas dan bersimpul di kuduk kepala, tentu tdk berlengan dan belahan dadanya sampai setinggi bawah toket, gaun hanya pas menutupi toket saja.

Gaun seperti ini tdk bisa memakai BH yg umumnya, biasanya hanya berupa cup saja. Tp aku kurang nyaman memakai BH hanya cup saja. Malam ini toketku langsung ditutup oleh gaun saja, tak memakai BH. Setelah merapikan gaun dgn melihat dari kaja setinggi badan kemudian aku memilih sepatu untuk malam ini. Aku pilih warna hitam dgn hak tinggi.

Supaya tak kelihatan sepi bagian atasnya, aku memakai anting berbentuk bulat dan bross bentuk daun di dada kiri. Lipstik kupilih warna merah rose dan di tambah dgn lips gloss agar lebih kelihatan mengkilap dan tdk kering. Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, aku harus berangkat sekarang.

Malam ini aku bawa mobil sendiri, mobil sudah di siapkan di garasi, mobil ini hadiah dari suami yg bisa di hitung jari di kota Jakarta ini. Mobil sport warna merah buatan italy, jarang ku pakai kalau siang karena mencolok. Jalanan taj terlalu padat, dan sekitar 30 menit aku sudah tiba di hotel. Dari lobi hotel aku menelpon kamar Pak Erik,

“Pak Erik aku tunggu di lobi ya” Pak erik minta waktu sebentar untuk turun, kira-kira 15 menit kemudian dia turun dan menemuiku.
“Wah maaf Bu menunggu agak lama” sambilo memandangku dgn mata seorang laki-laki muda yg penuh arti.
“Maaf Pak Erik, Bapak tak bisa hadir malam ini karena dia ada urusan mendadak ke luar kota, salam saja darinya semoga bisnis kita bisa berjalan dgn baik”
“Oh tdk apa-apa, tp kasian juga ya ibu sering ditinggal suami, apa tdk kesepian?” kubalas dgn senyum

Kami pilih restoran jepang. Dgn kursi memutari meja penggorengan yg lebar, kami duduk di bagian tengah, dan memang hanya kami berdua di situ karena sudah di reserve. Tak lama kemudian koki yg meladeni kita datang dan kami memilih menunya. Sementara kami menunggu makanan sampai jadi kami ngobrol-ngobrol, dari obrolan ringan sampai soal bisnis.

Beberapa menit kemudian masakan sudah siap dan kita mulai makan sambil meneruskan obrolan.

“Wah aku kurang mahir menggunakan sumpit” dan memang Pak Erik kelihatanya kurang mahir untuk mengambil makanan menggunakan sumpit
“Cara memegangnya begini Pak Erik, jadinya tdk akan jatuh dan tdk capai tanganya” sambil membetulkan jarinya memegang sumpit.

Setelah selesai makan, Aku mengajaknya ke pub yg ada di hotel ini,

“Bagaiamana kalau kita pindah ke pub di atas untuk melanjutkan obrolan kita”
“Boleh Bu” dia menuruti ajakanku

“Hari ini agak ramai, dan banyak tamu orang luar, sehingga kami tdk kebagian meja, terpaksa kami duduk di bar nya.

“Mau minum apa Bu?” sambil menunjukan menu.
“Terserah Pak Erik aja deh, kan anda lebih tau yg nikmat” dan akhirnya dia memesain cocktail dgn dasar gin. Agak keras, tp enak rasanya.

Sementara kami ngobrol-ngobrol, suasana semakin ramai, musik berirama cepat terus mengalir dan yg turun di dance floor semakin banyak dan ramai, begitu asiknya ngobrol-ngobrol aku tak ingat berapa gelas yg sudah aku minum, yg jelas cukup banyak, soalnya kepalaku sudah mulai terasa pusing.

Cerita sex selingkuh, Mendadak musik berhenti dan disusul dgn alunan musik yg slow, yg dansa pun sedikit berkurang, obrolan kami pun terhenti sejanak.

“Pak Erik mau turun” belum sempat dia menjawab, aku sudah menarik tanganya.

Awal berdansa kami sedikit mengambil jarak, tp aku mencoba mendekatkan tubuh ke dia, dan rupanya dia menyesuaikan diri juga, tangan kananku memegang tangan kirinya, dan tangan kiriku melilitkan di pinggangnya, begitu juga denganya. Sambil iringan musik yg slow terus mengumandang, kami meneruskan obrolan.

Suasana bertambah romantis, dan kami semakin merapat. Aku merasakan detak jantungnya yg semakin kencang, aku pun sama, apalagi toketku yg tnapa BH itu menempel dgn rapatnya ke dadanya, puting susuku terasa tegang yg hanya ditutupi sehelai kain sutra yg tipis, dia pun pasti merasakanya. Dia pun bereaksi, terutama ketika aku menekankan bagian bawahku ke dia, k0ntolnya tegang dan terasa lumayan besar miliknya.

Kepalaku kusandarkan ke dadanya, dan kini tangan kananya yg tadinya di sekitar pinggang mulai nai ke atas dan berhenti di pertengahan punggung, terus bergeser ke kiri hingga ujung jarinya menyentuh bagian toketku yg sedikit tak tertutup dari celah samping belakang gaunku.

Aku sedikit mendesah sambil memejamkan mata, tp sepertinya dia tak mendengar. Sampai beberapa saat terus kami dalam posisi ini, dan tak ada stu kata pun tang keluar dari mulut kami. Alunan musik berhenti, rupanya waktu istirahat untuk pemain band, dan kami pun kembali ke ke bar tempat semula kami duduk. Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam. Aku kembali berbiacara soal bisnis.

“Aku rasa tdk ada lagi yg kurang dgn kontrak kerja kita yg kedua dan percayalah padaku”
“Coba kita lihat sama-sama kontraknya, mungkin aku bisa bantu bila ada yg kurang jelas” sekali lagi aku meyakinkannya
“Kalau begitu aku ambil dulu surat kontraknya dan kita ketemu di loby” ucapnya.
“Kalu Pak Erik tdk keberatan kita langsung saja ke kamar bapak dan kita membahasnya di sana”
“Boleh, kalau ibu mau silahkan” -cerita sex hot-

Selama perjalanan kami sama-sama diam. Kamar dibuka dan kami masuk, dia menuju ranjang dan duduk di tepi ranjang sambil mengambil tas kerjanya untuk mengambil dokumen, sementara itu aku mengikutinya dari belakang, dan menyalakan radio yg ada di dekat ranjangnya, alunan musik yg lembut memenuhi ruangan, dan aku kemudian duduk di sampingnya. Karena ranjangnya agak rendah posisinya, belahan samping bajuku terbuka lebar, tp aku membiarkannya.

Sambil membuka-buka dokumen itu, sebentar-sebentar dia mencuri pemandangan pahaku yg kelihatan dari belahan gaun. Aku mencoba menerangkan satu persatu pasal-pasal yg dia anggap ragu, tp sepertinya dia sudah tak terlalu konsentrasi lagi. Tak lama setelah aku menjelaskan tiba-tiba dia mengambil ballpoint dari tas nya,

“Aku tandatangani malam ini aja deh” sambil tersenyum.
“Pokoknya aku percaya deh dgn perusahaan Ibu” dan dia pun menandatanganinya.

Kubalas dgn berjabat tangan.

“Mau minum apa Bu? wahh tp adanya cuma beer dan whisky aja..” dgn nada kecewa.
“Kalu begitu aku scotch aja deh” dia mengangguk dan menyiapkan 2 gelas dan mengeluarkan es dari kulkas.

Sementara itu aku ijin mau ke kamar kecil. Di dalam kamar kecil yg jadi satu dgn kamar mandi dgn kaca besaraku merapikan gaun dan merapikan rambut dan menambahkan lipstik lagi yg mulai pudar.

Ketika selesai aku merasa tak enak di CD ku, dan ketika aku mau membenarkan, bagian depanya kupegang, ternyata basah. Mungkin tadi waktu kami bedansa dan aku terangsang sampai basah. Aku bingung, bagaimana ya, di pakai terus tak nyaman rasanya. Akhirnya kuputuskan untuk melepaskannya dan aku masukkan ke dalam tas kecilku.

Bagitu aku keluar dari kamar kecil, Pak Erik baru aja selesai membuatkan scotch untuk berdua. Ku ambil gelas yg satu dari tanganya dan terus berjalan menuju jendela sambil melihat pemandangan di luar, sudah jam 12 malam jalana sudah tak banyak mobil, sementara dia duduk di ujung ranjang sambil memandangku dari belakang.

Aku baru sadar di depanku ada lampu dinding yg cukup terang, rupanya dia melihat bayangan tubuhku yg samar-samar keliatan dari balik gaun. Tp aku diam saja tanpa reaksi terus memperhatikan jendela. Tak lama kemudian dia melepas jas nya dan berdiri mendekatiku, tp di tengah-tengah dia berhenti dan dgn suara agtak ragu dia bertannya kepadaku

“Maukah ibu berdansa lagi dgnku di sini?”
“Emm, nikmat juga ya kayaknya, lagunya juga nikmat dan tenang lagi, ya boleh” aku membalasnya sambil mendekatinya.

Minuman ku letakkan dan langsung kami berdansa. Kali ini langsung merapat dan saling merangkul pinggang masing-masing. Semakin lama suasana semakin romantis, kepalaku sudah tersandar ke dadanya, dan bagian bawah mulai kutekan ke dia, reaksi sudah keliatan, punyanya tegang mengeras. Puting susuku sudah dulu tegang dan sangat kencang terasa.

Seperti ingin lebih merasakanya, kedua tanganya mulai bergeser ke bawah dan memegang pantatku dan mendorongkannya ke tubuhnya sehingga lebih terasa betuk k0ntolnya yg menekan bagian bawahku. Tanganya mulai meraba-raba pantatku dari luar gaunku sambil sesekali meremasnya, aku tak menunjukkan reaksi apa-apa, berarti ada lampu hijau dariku, dia terus melakukannya berulang kali.

Beberapa detik kenudian kedua tanganya bergeser ke bagian pangkal belahan gaun di pertengahan kedua pahaku, dan dgn cepatnya kedua tanganya menyelinap ke dalam belahan gaun dan mencoba meraba pantatku dari dalam.

Tanganya mulai meraba-raba pantatku seakan mencari suatu. Seoertinya dia mencari CD ku, padahal aku sudah melepasnya. Begitu dia sadar bahwa aku tak memakai CD wajahnya sedikit terkejut, tp cuma sejenak, bahkan dia semakin berani menggerakkan tangan kananya di bagian kemaluanku. Dgn kedua jarinya dia menyibabkan bibir kemaluan dan menjepit klitorisku. Dia tau aku sudah sangat basah. Ketika dia sekali lagi memiankan klitoris, mendadak kepalku bangkit dari dadanya dan menghadap wajahnya dgn jarak yg sangat dekat dan keluar suara rintihanku sambi memejamkan mata,

Dia mulai meraba-raba pantat saya seakan mencari sesuatu. Sepertinya dia mencari celana dalam saya, padahal saya sudah tak pakai lagi. Begitu dia sadar bahwa saya tak memakai celana dalam, wajahnya sedikit kaget, tp hanya sejenak, bahkan dia lebih berani lagi dgn menggerakkan tangan kanannya ke bagian depan saya, mengelus rambut bawah dan jari telunjuk dan tengahnya turun lebih bawah lagi tepat di bagian belahan depan. Dgn kedua jarinya dia membuaka bibir bawah dan menjepit kacang saya. Dia tahu saya sudah banjir. Ketika dia sekali lagi memainkan bagian puting, mendadak kepala saya bangkit dari dadanya dan menghadap mukanya dgn jarak yg sangat dekat dan keluar suara rintihan saya sambil menutupkan mata,

“Ohh..” belum sempat aku menutup mulutku, bibirku langsung di ciumnya. Aku sengaja membuka mulutku agar dia lebih dalam mengecupku.

Lidahnya mulai memasukki bibirku dan terus masuk ke mulut, akupun bereaksi dgn menjulurkan lidahku, dan lidahku di hisapnya. Sampai beberapa saat kami saling berciuman. Seakan sudah di beri lampu hijau dariku, dia semakin agresif. Tangan kananya kembali melingkar ke belakangku dan bersama tangan kirinya kembali meremas-remas pantatku sambil sesekali mendorongnya ke depan sehingga menekan bagian depanya, sementara kami tetap salin berciuman. Tanganku yg sejak tadi melingkar di pingganya mulai kulepaskan dan tangan kiri kugerakkan meniju depan celananya, dan meraba seperti mencari sesuatu.

Akhirnya sampai juga yg ku cari, kancing celananya, dan terus menuju ke dalam CD nya. Kontolnya sudah tegang dan keras dari tadi, ukuran k0ntolnya cukup besar dan panjang, segera kugenggam dan ku kocok-kocok pelan beraturan. Seperti ada reaksi dari tanganku, dia sedikit mengigit pelan bibirku, dia mulai terangsang rupanya, sementara angan kiriku tetap mengocok batang k0ntolnya.

Tak lama kemudian kepala k0ntolnya basah, terasa dari jari telunjukku yg mengusap kepala k0ntolnya, terasa lengket dan licin. Bibirnya mulai bergeser dari bibirku menuju pipi dan telingaku. Dia mengulum daun telinga kananku dgn lembut dan suara nafasnya yg memuncak sangat jelas terdengar di telingaku.

Tak lama kemudian bibirnya bergeser mengecup leherku dan terkadang mengecup dan menghisapnya.

“Emmmhh.. ohh..” desahku

Ketika asik mengecup leherku, dia melihat tali gaunku yg persis di leherku, segera kedua tanganya yg berada di pantatku bergerak keatas menuju tali itu dan dia mulai melpas iktan tali itu, dgn mudah ikatan tali gaunku itu terlepas dan gaun bagian depan dgn sendirinya lepas dan jatuh ke bawah. Toketku yg sebelumnya tertutup gaun, sekarang terpampang jelas keduanya dan puting susu yg sudah tegang sejak tadi jelas terlihat.Sedikit membungkuk, bibirnya menuju toketku yg kanan dan menghisap puting susunya.

“Ohh.. ohh aku sduah sangat terangsang. Tangan kirinya kembali meremas pantatku dan yg kanan menuju toket yg kiri dan meremas-remas dgn lembutnya.

Dia memainkan puting susu kiriku dgn bibirnya, mengecup, mengulum dan menghisap dan sesekali menggigit pelan. Aku tak bisa menjelasakan kenikmatan yg luar biasa ini dgn kata-kata. Lidahnya pun sesekali keluar untuk menilati puting susu dan sekitarnya. Jari telunjuk dan tengah tangan kananya meilin-milin putin susu kiriku.

Seperti tak ingin di halangi apa-apa, tangan kananya yg berada di pantatku segera melorotkan gaunku yg sudah terbuka itu, langsung saja seluruhnya jatuh ke lantai. Tinggal gertar dan stocking yg menempel di tubuhku. Aku berlutut di depanya dan memberi kesempatan untuk melepas dasi dan kemejanya.

Sementara itu aku mulai melepaskan celananya, dgn segeranya jatuh ke bawah, dan terus menurunkan CD nya. Sekarang aku tepat berada di depan kontolnya. Dgn telapak tangan kanan, kantong di bawah k0ntol aku elus lembut.

“Ahh.. Ah..” dia terangsang rupanya.

Kepala k0ntolnya ku kecup beberapa kali dgn lidah kujilat belahan pada kepala k0ntolnya. Memang benar, lendirnya mulai keluar sedikit dari kepala k0ntolnya, terasa asin. Pinggulnya ku pegang dgn kedua tanganku agar lebih mantap melakukan oral. Kepala k0ntolnya ku masukkan ke mulut dan berkali-kali aku mengulum dan menghisapnya. Setiap kali aku menghisapnya dia merintih. Sudah dari tadi dia melepaskan kemejanya, dan sudah tak ada stupun kain yg menempel di tubuhnya.

Setelah puas memainkan kepala k0ntolnya di dalam mulut, aku mulai lebih memasukkan batang kontolnya ke dalam mulutku perlahan-lahan sampai ke pangkal k0ntol, masuk semua kedalam mulutku. Aku berhenti sejenak untuk menikmatinya dan sementara itu kedua tanganya membelai rambutku.

Aku mulai menggerakkan mulutku dgn mengeluarkan dan memasukkan batang k0ntolnya dari mulutku dan sesekali ku hisap ujung k0ntolnya. Seakan sedang makan es mambo dgn nikmatnya, terus ku gerakkan beraturan.

“Ohh.. ohh.. enak sekali, ohh..” dia merintih

Sesekali aku melirik ke atas melihat wajahnya yg sudah hanyut dalam kenikmatan, aku pun sudah sangat terangsang dan benar-benar lupa akan segalanya. Sepertinya sudah lama dia tdk bercinta, tp aku tau dia sangat berpengalaman. Cukup lama aku mengoralnya, dan dia bertahan rupanya, tp tak lama kemduian kakinya mulai terlihat gemetar, sudah tak kuat berdiri lagi rupanya. Dia menarikku untuk berdiri, dan mendorongku sedikit ke belakang dan mendudukkanku di tepi ranjang.

Sekarang dia yg berlutut, aku sduah tau apa yg dia akan lakukan, tanpa diminta aku mengangkangkan lebar kedua kakiku sehingga selangkanganku terpampang jelas. Kepalanya mulai mendekati selangkanganku danterus memendamkan kepalanya di bibir kemaluank, lidahnya berusaha membuka belahan kemaluanku dan terus menjilat klitorisku.

“Ohh.. Ohh.. ohh” aku merintih keras. Dgn bibirnya, dia mencium dan menghisap klitorisku beberapa saat.

Dia menghisap cairan kenikmatan yg sudah membasahi kemaluanku dan menelanya seakan minum air, cairan kenikmatanku semakin banyak keluar dari kemaluanku, tanda sudah siap untuk tahap selanjutnya. Lidahnya menjulur memasukki lubang kemaluanku,

“Ohh.. ohh..” aku merintih tak tahan dan meremas-remas kepalanya. Seakan ada suatu mahkluk hidup yg masuk ke dalam lubang kemaluan dan bergerak-gerak. Dia sedang memainkan lidahnya di dalam lubang kemaluanku. Aku sudah tak kuat lagi bertahan untuk duduk, akhirnya aku merebahkan diri, sementara itu dia masih terus memainkan kemaluanku dgn lidahnya, aku merintih keras berkali-kali.

Akhirnya dia menjauhkan kepalanya dari selangkanganku, lalu berdiri dan naik ke ranjang untuk bergerak lebih jauh lagi. Kami berdua sudah di atas ranjang dan dia mulai menghampiriku yg sudah terlentang. Lalu dia menindihku dan dgn halusnya mengcup dan kami saling bercumbu.

Bibirnya bergerak ke leher dan terus mengecupn, aku terus merintih dan dia menikmati rintihanku. Bibirnya terus mengecup ke bawah sampai ke toketku, dan kedua tanganya terus memainkan toketku, sesekali menjilat puting susu. Sementara menciumi toketku, salah satunya tanganya menyelinap ke bawah bantal dan seperti mengambil sesuatu.

Aku tak menyadarinya sakin nikmatnya suasana. Bibirnya kembali bergeser ke atas dan menciumi daun telingaku. Sementara salah satu tanganya yg sedang memegang sesuatu dia turunkan ke bawah, tak lama kemudian aku ada kesempatan melihat ke bawah tubuhku. Dia sedang menyobek palstik kecl, dia sedang membuka kondom, dan sedang menyiapkan diri untuk di pakai. Tanganya yg memegang kondom aku tangkap dgn tanganku. Bibirku segera menuju telinganya dan ku kecup beberapa kali dan kemudian sambil sedikit merintih berbisik ke dia,

“Nggak usah pakai kondom, nggak apa-apa masukkan aja, ohh.. ohh..” dia membantalkan untuk memakai kondom

Batang k0ntolnya sudah berada di bibir kemaluanku, dan mulai menusukkan batang k0ntolnya, dan aku mengerang keras. Kepala k0ntolnya di gerak-gerakkan, membuaku kehilangan kontol.

“Masukkin semua, ohh” aku meminta
“Keluarin di dalam aja” sekali lagi aku meminta.

Aku ingin dia menuntaskan klimaksnya di dalam, aku ingin merasakan cairan kenikmatan yg panas itu masuk ke dalam tubuhku. Seperti sudah mendapat ijin, dia terus menekan k0ntolnya mendorong ke dalam lubang kemaluanku. Aku merasakan batang k0ntolnya yg besar itu terus masuk lebih dalam. Dia masukkan semuanya sepertinya, aku merasa ujung k0ntolnya mentok di rahimku.

Tentunya aku mengerang-erang tanpa henti dan memeluk tubuhnya untuk bertahan. Dia mulai mengayun pinggulnya dan terasa batang k0ntolnya bergerak keluar masuk di lubang kemaluanku.

Sambil terus bercumbu, gerakan pinggulnya semakin cepat. Pinggulku pun ikut menyesuaikan gerakanya. Terus menerus aku mengerang. Sesekali dia menjilat dan hisap puting susuku yg tegang mengeras itu. Tiba-tiba dia memelukku agak kuat, dan kami merubah posisi dgn memutar tubuh kami. Dia terlentang dan aku di atasnya.

Seperti menunggang kuda, aku duduk diatasnya dan k0ntolnya tetap berada di dalam lubang kemaluanku. Sekarang aku yg mulai menggerakkan pinggul, dia kelihatanya sangat menikmatinya, terlihat jelas dari wajahnya. Sementara pinggulku bergerak semakin cepat. Aku pun mengerang karena nikmatnya. Sayang paling suka dgn posisi ini. Terasa k0ntolnya masuk lebih dalam dan memang aku merasakan ujung k0ntolnya berada di bagian paling dalam lubang kemaluan. Sesekali aku menjepit k0ntolnya. Beberapa menit kemudian dia mengerang keras,

“Ohh.. aku sudah nggak tahan lagi.. ohh” aku pun sudah mendekati klimaks,
“Keluarin di dalam aja, ohh cepat sekarang!” terasa semburan cairan panas di dalam lubang kemaluanku, dan aku pun sampai puncaknya. Kami benar-benar menikmatinya sampai tuntas.

Aku mulai merebahkan diri ke tubuhnya, Jantung kami terasa masih berdegup kencang, dan kontolnya masih menancap di dalam lubang kemaluanku. Dia mengecup bibirku yg masih bernafas terengah-engah, Akupun mengecup bibirnya

Jam 4 pagi aku terbangun, aku masih bersama Pak Erik di ranjangdalam keadaan bugil. Dia maish tidur denga lelapnya, aku bangki dan melangkah menuju kamar mandi dan mandi. Aku juga membersihkan bagian kemalauanku, terasa spermanya sedikit masih tersisa di dalam. Cerita sex, cerita mesum, cerita ngentot, cerita sex nyata, kisah hot, cerita hot selingkuh, maniak seks, kisah selingkuh hypersex 2017.

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1