Alat Bantu Sex Wanita
online online
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online togel singapura agen bandarq online agen ibcbet agen poker
Home » Cerita Dewasa Umum » Cerita Sex Yulia Hot

Cerita Sex Yulia Hot

resizedimage-php-obat

Cerita sex, cerita ML, cerita mesum 2017, Kisah Dewasa – Aku dan teman-teman kantor pergi ke sebuah mall untuk makan siang di spice garden. Food court ini cukup penuh tp kami beruntung masih dapat meja. Kemudian aku pergi untuk pesan makan sementara dua temanku menunggu di meja. Sambil antri pesan nasi goreng, aku memperhatikan banyak cewek-cewek cantik yg sedang makan siang. Sang pelayan menanyakan aku mau pesan apa, aku jawab, “Nasi goreng tp nggak pakai sayuran ya”

cerita sex hot terbaru 2017Cerita Sex Yulia Hot

Setelah pesanan ku dapat, aku harus antri lagi untuk membayar. Di sebelah kananku ada cewek yg jg sedang mengantri untuk membayar. Mulanya aku tak terlalu memperhatikanya karena dia sedang sibuk dengan hp nya. Tiba-tiba nampan piringku tersenggol dengan keras olehnya dan dia langsung menoleh ke arahku.

“Duhhh maaf ya pak nggak sengaja”
“Oh, nggak papa” jawabku sambil tersenyum. Aku perhatikan wajahnya ternyata cantik jg.
“Pesan nasi goreng jg?” tanyaku memancing pembicaraan
“Iya pak” sahutnya
“Aku Hendri”
“Halo, namaku Yulia” jawabnya

Antrian di kasir saat itu lumayan panjang, kugunakan kesempatan ini untuk ngobrol sana sini dengan Yulia. Yulia orangnya supel ramah dan periang. Tingi badanya sekitar 165cm, bentuk dadanya cukup besar dan pantatnya terlihat bulat dan padat di balik rok yg dikenakan. Setelah membayar makanan aku dan Yulia bertukar kartu nama, lalu aku menghampiri teman-temanku yg sudah menunggu dengan wajah bete.

“Pantesan lama, kesayikan kenalan ma cewek,” ujar temanku dengan sewot

Jumat sore, aku di kantor agak santai. Semua kerjaanku sudah beres semua tinggal menyerahkan ke atasan. Sambil menunggu jam lima sore, aku teringat kembali ke cewek yg kenal di food court 2 hari yg lalu. Siapa ya namanya? aku bertanya dalam hati. aku mencari kartunamanya di dompetku, untung masih ada! Lalu aku menelepon nomor kantornya.

“Selamat sore, dengan Yulia, ada yg bisa saya bantu”
“Halo Yulia ini aku Hendri. Masih inget nggak?
“Ingat dong, kirain kamu lupa ma aku, nggak hubungi sama sekali”
“Sory, di kantor 2 hari ini banyak kerjaan, jadi sibuk banget. Ngomong-ngomong, ganggu nggak nih?
“Nggak kok, baru nyantai nih. Kan udah weekend”
“Sabtu besok kamu ada acara nggak? Mau nonton nggak” aku menawarkan.
“Sabtu pagi sampai siang, aku ada acara nikahan sepupu. Pengenya sih sorenya mau fitnes + renang, udah seminggu aku nggak olah raga. Olah raga aja yuk, mau nggak?” kata Yulia.
“Oke jg tuh, dimana dan jam berapa?
“Di apartemenku aja di xxx jam 3 sore ya”
“Oke, besok aku kesana”

Lalu kami bertuka nomor telepon dan mengakhiri obrolan di telepon

Sabtu sore jam setengah 3 aku tiba di pintu gerbang apartemen Yulia. Tempatnya mewah sekali sehingga keamanannya sangat ketat. Petugas menghampiriku dan menanyakan aku mau kemana, aku jawab ke partemen Yulia unit xxx di tower xxx. Lalu satpam itu mengkonfirmasikan nama Yulia dan aku di ijinkan masuk.

Di lobby apartemen aku jg ditanya satpam mau ke lantai berapa lalu aku diijinkan untuk masuk ke lift. Dalam hatiku terkagum-kagum dengan sistem keamananya yg ekstra ketat, aku bayangkan yg tinggal di apartemen ini pasti para konglomerat dan ekspatriat.

Akhirnya aku sampai di depan unit Yulia. Aku tekan bel dan aku menunggu beberapa saat lalu pintu terbuka. Yulia tersenyum lebar dan mempersilahkan masuk.

“Hai, susah nggak kesini?”
“Owh tdk, aku sering kok ke daerah sini, makanya bisa langsung tau apartemen kamu dimana”

Sore itu Yulia memakai celana longgar selutut dan kaos longgar bertuliskan Bali. Rambutnya yg pendek nampak sedikit acak-acakkan.

“Sorry ya, aku bru bangun setengah jam yg lalu. Capek banget dari pulang nikahan sepupu”
“Nggak papa, kamu masih keliatan cantik kok” sahutku
“Masak seehhh” goda yulia sambil menuangkan minuman dingin kepadaku.
“Tempat kamu besar banget, ada berapa kamar” tanyaku.
“Ada 2 kamar. Dulunya aku tinggal sama adikku. Tp sekarang adikku kuliah di jepang, lalu kamarnya ku pakai buat ruang kerjaku,” jawab Yulia sambil menujuk ke kamar yg pintunya terbuka.

Aku melihat ke dalam kamar itu terlihat sebuah meja dan peralatan untuk menggambar, komputer, printer dan beberapa gambar hasil karya Yulia yg di tempel di dinding. Di dinding tergantung foto keluarga Yulia (kedua orangtuanya, satu adik perempuan dan kakak laki-laki). Saya langsung mengenali Ayah Yulia yaitu seorang sirektur utama di sebuah bang swasta.

“Aku ganti baju dulu ya, silahkan lihat-lihat” kata yulia
“Ok”

Setelah puas melihat-lihat, aku pun keluar dari ruang kerja Yulia kembali ke ruang tamu. Ruang kerja Yulia bersebelahan dengan kamar Yulia. Saat melewati kamar Yulia, pintu kamarnya terbuka sedikit dan saya bisa melihat Yulia sedang berdiri di depan lemari pakaianya mengenakan bicycle pant warna hitam. Dadanya yg polos sedang di lap dengan handuk. Terlihat toketnya yg mulus dan montok dengan puting berwarna pink. Kontan saya langsung ereksi melihat pemanadngan yg indah ini. Yulia lalu mengambil baju senamnya berna merah dan mengenakanya. Sayapun langsung bergegas menjauh dari pintu supaya tdk ketahuan ngintip.

Beberapa menit kemudian Yulia keluar dari kamarnya sambil menenteng tas olah raga. Yulia mengenakan baju senam yg mirip dengan baju renang dan dibagian bawah Yulia memakai bicyle pant warna hitam. Samar-samar terlihat bayangan puting susunya di balik baju senamnya yg ketat

“Kamu bawa celana renang kan?” tanya Yulia
“Jelas bawa dong, yuk kita pergi” jawabku

Kami turun ke basement dan masuk ketempat fitnes yg cukup modern dan lengkap, tak kalah dengan tempat aku fitnes

Tak lama kemudian kami pun mulai fitnes, diawali dengan gerakan-gerakan pemanasan selama 30 menit. Sesekali aku melirik ke arah dada Yulia yg bergoyang-goyang mengikuti irama gerakkanya. Aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran kotorku agar tdk ereksi karena bisa terlihat jelas di balik celana fitnesku yg longgar. Selesai dengan gerakan pemanasan, aku mulai dengan angkat beban. Yulia memulai dengan leg-curl, di ikuti sit-up, bench-pres dan dumbel.

Setiap gerakan Yulia terlihat sangat erotis, Nafasnya yg terengah-engah setiap kali mengangkat dumbel dan peluhnya yg menets di dahi hingga membasahi dada sampai ke pantat. Baju senamnya yg lembab dan ketat membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Oh benar-benar pemandangan yg indah. Aku tetap berusaha untuk menahan pikiran kotorku karena aku tau pasti akan langsung ereksi. Usai angkat beban, Yulia mengajak untuk berenang. Aku mengiyakan dan pergi ke locker untuk ganti baju.

Selesai ganti baju, aku pun langsung keluar dari locker dan menunggu Yulia dipinggir kolam renang. Pikiran kotorku tiba-tiba muncul lagi saat melihat Yulia memakai baju renang, tiba-tiba kemaluanku langsung tegak mengeras dibalik celana renangku yg ketat. Oh sial, untung sudah jam enam sehingga suasana sudah agak mulai gelap dan sudah tdk banyak orang yg berenang jadi tdk ada yg memperhatikan ada yg sedang ereksi, hehe.

“Sory, nunggu lama ya?
“Oh nggak kok” jawabku

Mata Yulia langsung tertuju ke kemaluanku yg masih tegak mengeras di balik celanaku dan aku melihat raut mukanya sedikit memerah tp Yuilia diam saja. Aku memperhatikan tubuh Yulia yg sempurna dengan balutan baju renangnya yg ketat. Pantatnya yg bulat terlihat begitu indah di tambah dengan toketnya yg aku perkirakan ukuranya sekitar 36B. Baju renangnya yg ketat terlihat tdk bisa menahan toket Yulia yg montok itu. Kmi lalu melangkah ke tepi kolam lalu mulai berenang. Kami berenangkira-kira 15 lap tanpa henti lalu istirahat di tepi kolam.

“Kuat jg kamu ya” pujiku ke Yulia.
“Biasa aja kok..” jawab Yulia

Kami bersistirahat sambil ngobrol-ngonrol sebentar dan kembali berenang 8 lap lalu kami kembali ke locker, Yulia berpesan kalau mau mandi di kamarnya saja jangan di tempat fitnes. Aku lalu hanya memakai kaos dan celana fitnes untuk menutupi celana renangku yg basah, sedangkan yulia masih memakai baju renang mengenakan kaos putih dan menutupi kakinya dengan kain batik yg dililitkan di pinggangnya. Sampai di unit Yulia, Yulia masuk ke kamarnya, tak lama Yulia keluar hanya memakai baju renang sambil menenteng handuk.

“Kamu mandi duluan ya, di kamarku saja” kata Yulia.
“Kamu aja duluan, kamu nggak kedinginan?” jawabku
“Lepas dulu deh kaos dan celanamu biar aku keringkan di drying macine. Kamu nggak bawa baju ganti kan?” kata Yulia sambil menyodorkan handuk.

Aku meraih handuk dari Yulia dan Yulia menarik tanganku untuk masuk ke kamar. Kamar Yulia bersih dan Rapi.

“Mana kaos dan celanamu niar aku keringkan” kata Yulia

Aku melepas kaos dan celanaku sambil melirik ke arah Yulia, kemaluanku tanpa dikomando langsung tegak mengeras lagi dibalik celanaku. Sialnya, kepala kemaluanku menyembul sedikit keluar. Pikiranku antara malu dan cuek. Yulia langsung tertegun dan mukanya kembali memerah. Aku perhatikan puting susunya mulai mengeras dan menyembul di balik baju renangnya,

“Gede banget Hendri” kata Yulia dengan suara agak berbisik.

Perlahan aku mendekati Yulia dan tanpa disadari Yulia mengulurkan tanganya ke arah kemaluanku dan merabanya. Untuk beberapa saat aku membiarkan Yulia mengelus kemaluanku, lalu aku mengusap pipi Yulia dan mengecupnya lembut. Yulia membalas mengecup bibirku dan kita berdua langsung saling berpagutan. Tangan Yulia semakin liar meremas kemaluanku dan aku mulai meremas pantat Yulia, terasa padat dan kenyal. Yulia lalu melepaskan ciumanya dan mulai mencium lherku, turun ke dada dan menjilati dadaku yg bidang. Kedua puting susuku dijilatinya dan di hisap lalu Yulia turun ke perutku.

“Aku horny banget melihat otot perut dan dada bidangmu dan jg batang kemaluanmu yg besar” kata Yulia sambil melirik ke arahku dengan senyum binal.

Yulia menjilati perutku sementara tanganya melorotkan celana renangku. Batang kemaluanku yg sudah tegak keras sejak tadi langsung loncat keluar tepat di depan muka Yulia. Yulia memandang sejenak dan mulai menjilati kepala kemaluanku lalu menjilat kedua buah bijiku dan mulai mengulum batang kemaluanku. Oh nikmat sekali. Kelihatanya Yulia sudah mahir memaminkan lidahnya saat mengulum batang kemlauanku. Semakin keras erangan kenikmatanku, semakin keras jg Yulia menghisap batang kemaluanku. Beberapa menit kemudian air kenikmatanku langsung nyembur di dalam mulut Yulia. Yulia menghisap semua air kenikmatanku tanpa ada sisa.

“Gilak, nikmat banget Yulia. Jujur aja baru kali ini aku di kulum senikmat itu” puijiku
“Itu belum sebarapa” goda Yulia.

Dengan gemas, aku membopong Yulia ke tempat tidur dan merebahkanya. Aku kembali cium bibir Yulia. Puas french-kiss, aku turun dada Yulia dan menjilati puting susu Yulia dari balik baju renangnya. Nafas Yulia terdengar mulai terengah-engah menahan nafsu. Kuraih iktana baju renangnya dan membukanya lalu melorotkanya sampai ke perut. Toket Yulia yg montok langsung kuterkam dan kuhisap puting susunya.

Occhhh… nikmat Hendri, sungguh nikmat, terus sayang” desah Yulia

Kupelorotkan lagi baju renangnya sampai ke kaki. Terpampang jelas lubang kemaluan Yulia dengan bulu bulu kemaluan yg tercukur rapi dan disisakan di atas kemaluanya. Kuelus-elus pangkal paha Yulia dan derah selankanganya.

“Lick me Hendri, lick me!!” kata Yulia dengan tdk sabar

tanpa diperintah kedua kalinya, aku langsung berlutut di tempat tidur dan langsung melalap kemaluan Yulia, ku buka bibir kemaluanya dan kuhisap klitnya yg rasanya sedikit asin dan tercium sedikit sisa air kolam renang. Yulia mengerang kenikmatan setiap kali aku gigit klitnya dan menjilat seluruh dinding kemaluanya. Tak luput dari jilatanku adalah daerah lubang anusnya. Sekujur tubuh Yulia memang putih mulus bahkan sampai daerah lubang anusnya.

Aku sering melihat derah kemaluan dan daerah anus wanita yg berwarna hitam atau coklat dan aku bisa langsung hilang nafsuku. Tp milik Yulia terlihat putih bersih dan sangat menggairahkan. Yulia semakin mengglepar-glepar saat kujilati lubang anusnya. Yulia lalu melepaskan dirinya dari peganganku lalu berlutut di tempat tidur kemudian mencium bibirku. Kuangkat Yulia dan Yulia langsung mengalungkan kedua kakinya di pinggangku sehingga batang kemaluanku bisa dengan mudah masuk ke dalam lubang kemaluan Yulia.

“Oocchhh Hendri, nikmat sekali sayang, entot aku.. cepat entot aku sekarang” seru Yulia

“Sambil berciuman, Yulia menggoyangkan pantatnya naik turun. Semakin cepat Yulia mengayun pantatnya, semakin cepat batang kemaluanku masuk ke dalam lubang kemaluan Yulia. Gairahku semakin membara dan dengan gemas ku cium bibir Yulia. Tangan Yulia tetap tetap merangkul pundakku agar tdk terjatuh dan aku menahan tubuh Yulia dengan merangkul pinggangnya. Yulia is really wild! aku lalu mendekati dinding kamar dan menyandarkan Yulia didinding tp masih dalam posisi menggendongnya lalu giliranku yg bisa menyodok Yulia. Kuayunkan pantatku dengan cepat ke tubuh Yulia sehingga batang kemaluanku menghujam lebih dalam ke lubang kemaluan Yulia.

Ooogghhh….

Sambil berciuman, Siska mengayunkan pantatnya naik turun. Semakin keras Siska mengayun, semakin keras kontol saya masuk ke dalam vagina Siska. Gairah saya semakin naik dan dengan gemas saya cium bibir Siska. Tangan Siska tetap merangkul di pundak saya agar tdk terjatuh dan saya menahan tubuh Siska dengan merangkul pinggangnya. Siska is really wild! Saya lalu mendekati dinding dan menyandarkan Siska didinding tp masih dalam posisi menggendong dirinya lalu giliran saya yg bisa menggenjot Siska. Saya ayunkan pantat saya dengan keras ke tubuh Siska sehingga kontol saya menghujam lebih dalam ke vaginanya.

“Aarggh.. Fuck! Fuck!” seru Yulia

Aku menyodoknya lebih cepat. Semakin cepat sodokkanku, semakin keras Yulia mengerang di iringi suara tubuh Yulia yg beradu dengan dinding. Yulia lalu turun dari gendonganku, tanpa melepaskan batang kemaluanku dari lubang kemaluanya, ia memutar tubuhnya dan bersandar pada sandaran kursi meja riasnya. Kembali kusodok Yulia dengan penuh gairah sambil meremas-remas toketnya. Kulihat ekpresi wajah Yulia dari kaca rias yg kelihatan sungguh menikmati pergumulan ini.

Beberapa menit dengan posisi ini, Yulia melepaskan batang kemaluanku dan mendorongku ke tempat tidur. Aku tidur terlentang dan Yulia jongkok di atas pinggangku dan dengan perlahan ia memasukkan batang kemaluanku dan kembali bertempur. Dengan liarnya Yulia menggoyang pantatnya naik turun dan memutar-mutarnya. Tubuh Yulia penuh peluh. Yulia memegang tanganku agar dia tak terjatuh.

Yulia menghentikan goyanganya sejenak lalu ia menjatuhkan tubuhnya ke samping dan memintaku untuk menyodoknya dari belakang. Yulia rebahan di tempat tidur dan aku mengambil bantak dan mengganjalkan di bawah pinggul Yulia sehingga pantatnya ternagkat tinggi. Aku berlutut di belakang Yulia dan menjilat lubang anusnya. Lalu kumasukkan jari telunjuku ke dalam lubang anus Yulia dan kujilati lubang kemaluan Yulia. Yulia menggelinjang-gelinjang kegelian. Lalu kuarahkan batang kemaluanku ke lubang anus Yulia, tetp Yulia cepat-cepat menutupi lubang anusnya dengan tanganya dan berkata.

“Jangan sayang, aku nggak mau disodomi” – cerita sex hot –

Aku tersenyum dan aku masukkan kembali batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluanya. Kuraih panta Yu7lia dan ku tekan batang kemaluanku dengan kuat ke lubang kemaluanya. Yulia mengerang keras kenikmatan, tangan Yulia menggapai ke ukiran kayu di ujung tempat tidur dan mencengkramnya dengan kuat. Toketnya yg montok terlihat bergoyang-goyang. Aku terus menyodok lubang kemaluan Yulia dengan kuat dan Yulia memperketat kedua pahanya sehingga batang kemaluanku terasa semakin keras di cengkram di dalam lubang kemaluanya.

Yulia tiba-tiba berhenti dan berkata

“Hendri sayang, jarimu masukin lagi donk ke anus. Tp aku tetap nggak mau di sodomi”

Aku hanya tersenyum dalam hati, gadis ini benar-benar liar. Kugenjot lubang kemaluan Yulia dan memasukkan jariku ke lubang anusnya. Yulia menggelinjang dengan keras sambil mengerang kenikmatan. Batang kemaluanku rasanya seperti dipijit-pijit di dalam lubang kemaluan Yulia. Menambah sensasi yg sangat nikmat. Hampir 20 menit aku menyodok kemaluan Yulia dan mengocok lubang anusnya dengan jariku dan aku mulai klimaks

“Yulia sayang aku mau keluar”
“Iya sayang, aku jg mau keluar”

Lalu aku mengerang keras saat air kenikmatanku keluar di dalam lubang kemaluan Yulia yg hangat. Tubuh Yulia mengejang dan Yulia jg turut mengerang nikmat kemudian Yulia menjatuhkan tubuhnya. Kucabut batang kemaluanku dari lubang kemaluannya lalu rebahan di samping Yulia. Yulia naik kedadaku dan menindihku. Kami berdua berpelukan. Peluh kami bercampur menjadi satu. Kulirik ke jam, ternyata hamoir dua jam kami bergumul. Benar jg kata orang, apa bila wanita sering berenang maka daya sex nya jg kuat. Terbukti jg ucapan itu.

Setelah kami beristirahat, kami berdua mandi dan kembali ngentot malam itu hingga empat kali. Malam itu aku nginap dirumah Yulia. Hari minggu kami kembali ngentot dan di sore harinya aku baru pulang kerumah. Cerita sex, cerita mesum, cerita ngentot, cerita sex nyata, kisah hot, cerita hot stw, maniak seks, kisah tante hypersex 2017.

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1