Alat Bantu Sex Wanita
online online
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online togel singapura agen ibcbet agen poker
Home » Cerita Dewasa Pembantu » Cerita Sex Pembantuku Bi Yanti

Cerita Sex Pembantuku Bi Yanti

resizedimage-php-obat

Cerita Sex – Tahun 1993 umurku 22 tahunan, saat itu aq masih duduk dibangku kuliah di sebuah pts di kota C. Namun aq juga ikut mengajar di sebuah sekolah SMA di kota K sekitar daerah Cirebon.

Cerita Sex Pembantuku Bi YantiCerita Sex Pembantuku Bi Yanti

Nonton film b0kep ringan > videoasoy.com

Aq punya 2 pembantu dirumah, yg laki-laki bernama Jono yg perempuan sebuat saja Yanti. Umurnya sekitar 37 thn, wajahnya biasa, badan tinggi, warna kulit coklat, dan umumnya perempuan yg pernah menikah dan punya anak, tubuhnya cukup empuk untuk dinikmati.

Pembantuku yg laki-laki tak pernah menginap dirumahku karena rumahnya dekat dan punya keluarga, sedang pembantu perempuan tdk bersuami dan anaknya tertua yg perempuan sudah menikah, sedangkan yg laki-laki masih SD kelas 3 tinggal bersama kakeknya.

Aq sebagai manusia normal kadangkala nakal seperti orang lain, nonton film bokep ata melihat gambar bokep, atau juga membaca buku porno adalah hal biasa. Masalahnya aq belum beristri dan pacar juga tdk ada yg bisa kuajak macam-macam. Maka aq hanya bisa COLI untuk menyalurkan hasratku.

Cerita Dewasa – Kamar mandiku kebetulan berada di samping kamarku, sehingga tak jarang aq mengintip bi Yanti apabila ia sedang mandi. Atapnya diberi kaca, sehingga sangat terang karena sinar matahari bebas masuk dari atas atap itu.

Ngintip bi Yanti telah menjadi agenda rutinku ketika nafsuku tak bisa dibendung dan butuh pelepasan, dan COLI adalah alternatif termudah serta termurah sambil memanfaatkan tubuh bi Yanti yg sedang mandi telanjang bulat, rasanya sungguh nikmat ketika aq kocok-kocok batang penisku sambil memandang toket bi Yanti yg besar mengglantung-glantung saat disabuni tubuhnya seolah-olah mengajakku untuk menjamahnya.

Aq hafal benar lekuk liku tubuh bi Yanti karena entah sudah puluhan kali aq mengintipnya mandi. Kemaluan bi Yanti yg menggunduk besar berbulu sangat lebat sementara disela-sela kemaluannya nampak bibir kemaluannya seperti garis memanjang kebawah berwarna coklat kehitam-hitamman, bibir kemaluannya agak menggelambir sehingga nampak seperti daging menonjol ketika kedua pahanya dirapatkan, pantatnya juga kecoklatan namun mulus dan tampak membulat bersih, sementara lubang anusnya berkerinyut dengan daging yg juga agak menonjol, aq tak tau persis apa penyebebnya, tapi bagiku sama saja, Bi Yanti sangat menggugah birahiku.

Bila sedang mandi bi Yanti punya kebiasaan membersihkan kemaluannya sambil jongkok, sehingga itilnya keliatan menonjol ketika bi Yanti menggosok-gosok dan menceboki kemaluannya. Hal itulah yg membuatku berdebar-debar setiap kali aq mengintipnya, biasanya pada saat itulah aq menyemburkan pejuhku.

Pada suatu hari orangtuaku tdk ada dirumah, aq sendirian saja karena kakak-kakakku sudah berkeluarga semua dan punya rumah sendiri.

Sepulang dari kuliah aq main dulu kerumah teman dan baru sampai rumah sekitar jam 8 malam. Bi Yanti nampak sedang menonton tv, dan segera menyiapkan makan malamku serta alat mandi. Setelah makan dan mandi aq juga menonton tv, dan kami ngobrol-ngbrol biasa seputar kegiatan sehari-hari.

Kadang juga aq iseng memperlihatkan gambar atau film bokep kepada bi Yanti, ingin tau reaksinya, namun bi Yanti biasanya cuma senyam senyum saja seolah tak tertarik dengan hal-hal seperti itu.

Malam itu aq cob memancingnya…. – cerita seks pembantu –

“Bi Yanti, TV nya mau di pakai nonton yah, aq ada film baru” kataku.

“Film gituan lagi yah.. iihhh, nontonnya gituan mulu…” katanya tak menjawab pertanyaanku.. tanpa menunggu jawaban ya atau tdk aq segera memutar cd yg kupinjam dari teman, sebuah film interaktikal, namun itulah film barat, to the point, langsung crat crit crut, ahh.. ahh.. ohh.. ohh..! adegannya cowok negro menganal cewek bule yg masih anak-anak.. aq sangat terangsang, tapi sialanya… Bi Yanti terlihat biasa-biasa saja… bi Yanti cuma bicara….

“Iihhh kok gitu…., sakit kali…. mana besar banget lagi….” katanya datar tanpa ekspresi… padahal aq udah mrinding nafasku memburu, sementara penisku udah mengeras dan mengeluarkan cairan….

Sepanjang film diputar, bi Yanti cuma bicara nyerocos, ahh.. ihh.., ahh.. ihh… setelah tak terpengaruh film tersebut, ketika aq memancing-mancingnya dengan bertanya-tanya ia menampik serius…

“Bi Yanti, jadi kepengen nggak?” tanyaku memancing birahinya.

“Nggak.., jorok banget.. masa punya perempuan dan anusnya kok dijilat-jilat, ihh.. jorok banget..” katanya serius..

“Ah… aq juga mau jilat-jilat kayak gitu…” timpalku meyakinkan.

“Ahh nggak mau…. apalagi lubang belakangnya dimasukin.. iihhh.. pasti sakit banget…” katanya sambil meringis-ringis.

*******
“Nggak sakit kog bi kalau dirangsang dulu, justru katanya lebih enak dan nikmat, makanya yg difilm itu merintih kenakan”

Rupanya rayuanku gak mempan sama bi Yanti, sial gagal sudah usahaku. Maka ketika film sudah selesai aku langsung masuk ke kamar untuk cari jalan agar bisa memuncratkan spermaku. Walaupun sudah berusaha dengan mengocoknya aku kesulitan untuk orgasme, karena tdk ada mediatornya. hehehhe

Setelah beberapa menit aku keluar lagi dengan harapan Bi yanti sudah masuk ke kamarnya agar aku bisa menonton film lagi dan aku bisa menuntaskan hasrat nafsuku sambil menonton film. Tapi rupanya bi Yanti tertidur di depan TV, mungkin dia kecapaian. Terpaksa aku dengan mengendap-endap kuhidupan TV dan VCDku kembali tanpa suara karena takut membangunkan bi Yanti. Pelan-pelan aku mengocok batang penisku sambil menonton film, rasa itu semakin nikmat setelah keluar lendir-lendirnya.

Bi Yanti menggeliat dalam tidurnya dan kainya tersingkap sehingga pangkal paha, aq semakin berdebar-debar menyaksikkan dua pertunjukkan sekaligus, nafsuku semakin memuncak dan tubuhku semakin menggigil…

Kembali Bi Yanti menggeliat membelakangiku kainya semakin tersingkap keatas sehingga nampaklah CD nya yg membentuk bulatan pantat besar, posisi tidurnya yg menyamping membuat pantatnya terlihat sangat besar, pikiranku sudah mulai kacau, ketika kulihat CD nya membentuk segitiga diantara pahanya, terbayang olehku anus dan pantat bi Yanti dibalik CD itu.

Pikiranku sudah benar-benar kacau, maka dengan gemetar dan jantung berdegup kencang aq memberanikan diri meraba pantat bi Yanti dari atas kebawah sampai kemudian menyentuh belahan pantatnya, lalu jari-jariku menyusur kedepan dan merasakan belahan bibir kemaluannya dari balik CD nya.

“Hah hhh,,, ssshhh.. hhhhh…” nafasku meburu tertahan.

Cukup lama kuelus-elus belahan pantat bi Yanti, namun ia tetap tertidur. Hingga aq semakin nekat, kuselipkan tangan kananku ke dalam CD bi Yanti sehingga terasa kulit bi Yanti yg halus menyentuh telapak tanganku… jantungku berdegup semakin kanecang.. tubuhku kian menggigil antara nadsu dan takut ketauan. Namun bi Yanti tetap diam, sehingga aq semakin berani merogoh anus bi Yanti dan pantatnya… Terasa lubang anusnya berkedut-kedut lembut dan agak lembab, membuatku semakin menggigil tak karuan.

Dengan pelan kutarik CD nya kebawah, sehingga turun sampai pangkal pahanya, dan terpampanglah dengan jelas pantat yg selama ini kuidam-idamkan. Lubang anusnya yg hitam dan berkerinyut sangat merangsangku sehingga aq merasakan batang penisku berdenyut-denyut dan semakin berleleran lendir. aq menggenggam dan mengocok penisku dengan tangan kiri sambil jongkok dibelakang bi Yanti… ooohhhhh nikmatnyaaa…

Dengan berdebar-debar kucelupkan jari-jariku kebelahan lubang kemaluan bi Yanti, dan nyeerrrrr… lemaslah sekujur tubuhku ketika sampai pada belahan kemaluan bi Yanti, bulu yg lebat menutupi lubang kemaluannya, namun yg membuatku terhenyak adalah lubang yg terasa hangat dan lembab itu kini telah basah dan menggenggam setengah jari telunjukku, sehingga rasa hangatnya menyerapi sekujur tubuhku membuat badanku seperti sedang demam tinggi. Aq hanya mampu menarik nafas dalam-dalam dan mendesis tertahan menikmati hangatnya telunjukku…

“hhhh.. ohhhh …. oooghhhh… ssshhhh”

Kucolok-colok lubang itu dengan hati-hati sementara penisku terasa semakin panas dan semakin berleleran lendir, aq tak lagi berani mengocoknya takut segera nyembur dengan kejadian nokmat ini, sayang jika sehera menyembur, maka cuma kugenggam saja penisku dengan erat sambil sesekali mengocoknya sekedar menambah nikmat.

Aq sudah tak kuat lagi, maka dengan nekat aq tiduran dibelakang bi Yanti, kuarahkan penisku ke belahan pantat bi Yanti dengan perlahan dan hati-hati.. sementara tubuhku kian menggigil.. ooohhh… nikmatnya sungguh luar biasa saat penisku menyentuh belahan pantat bi Yanti, sungguh hangat dan lembut. Sehingga kugerakkan naik turun pantatku sehingga penisku menyelip-nyelip dari anus bi Yanti sampai kebelahan atas pantatnya. Nikmatnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, apalagi setelah lendir penisku membasahi belahan pantat bi Yanti, rasa nikmat itu semakin menyerang semua syarafku.. menemukan nikmat seperti itu, segera kujilati dan kuludahi pantat bi Yanti, sehingga ketika kuselipkan lagi batang penisku dan kugesek-gesek disela anus dan belahan pantatnya aq hampir tak kuat lagi menahan semburan pejuhku…

“Ssshhhh.. oogghhhh… biiii… sshhhhh…” desahku tertahan.

Lalu kudiamkan batang penisku sejenak menghemat nikmat yg sedang membakar penis dan sekujur tubuhku. Dan setelah agak reda, kukuakkan sedikit pantat bi Yanti sehingga lubang anusnya kelihatan, segera kuarahkan kepala penisku kelubang anus bi Yanti, dan.. dengkulku semakin lemas, duhh.. nikmatnya ketika kepala penisku menyentuh lubang anus bi Yanti, lalu kulepaskan tanganku sehingga belahan pantat bi Yanti menjepit batang penisku.

“Ooouggghhhh.. biii… ssshhhsshhhh…” erangku parau sambil dengan hati-hati memegang pinggangnya dan menekan nekannya sedikit sihingga kepala penisku menubruk-nubruk lubang anus bi Yanti namun tak sampai menembusnya karena aq khawatir dia akan terbangun dari tidurnya dan marah. Namun nikmatnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena jepitan belahan pantatnya yg besar menjepit batang penisku sehingga setiap kutarik dan kudorong penisku seperti memasukki sebuah lubang yg blicin.. sungguh-sungguh nikmat.

Sampai suatu ketika aq tak lagi mampu menahan diriku lagi, pertahanku hampir jebol, nafasku semakin memburu, demikian pula gerakan pantatku semakin cepat menarik dan mendorong pantatku sehingga penisku keluar masuk belahan pantat bi Yanti dengan cepat…. aq hampir mencapai puncak orgasme yamg kuidam-idamkan ketika tiba-tiba bi Yanti membalikkan badannya dan penisku terlepas sekaligus… dengan dongkol, marah dan takut aq langsung duduk dikursi pura-pura nonton tv. Film segera kumatikan untuk berjaga-jaga jika bi Yanti bangun dan mengetahui celananya melorot.

Namun bi Yanti tetap tertidur, bedanya sekarang bi Yanti tidur terlentang dengan paha agak mengangkang dan gundukkan kemaluannya yg setengah terbungkus CD yg belakangnya sudah melorot, terpmapang dihadapanku. Nafsuku yg hampir hilang bangkit lagi menyasikkan pemandangan itu…

Aq jadi berpikir, bahwa mungkin sebenarnya bi Yanti sejak tadi mengetahui perbuatanku, namun bi Yanti membiarkan dan menikmatinya, namun ketia aq hendak nyembur dia juga kayaknya mengetahuinya, sehingga dia membalikkan badannya dan menyodorkan kemaluannya kepadaku untuyk dikerjainnya….

Maka dengan berpikiran itu, aq nekat dan segera berjongkok di hadapan bi Yanti, lalu menarik CD nya ke bawah… benar saja bi Yanti sambil masih pura-pura tidur bergerak seperti orang mengigau memberi keleluasaan agar aq mudah menarik CD nya.. aq bahagia dunia akhirat melihat keadaan itu… maka tanpa ba bi bu lagi, segera aq menulungkup dan kedkatkan wajahku ke kemaluan bi Yanti, lalu kukuakkan bulu kemaluannya yg lebat dengan kedua tanganku, setelah itilnya yg coklat kehitaman itu terlihat segera kujulurkan lidahku dan menjilatinya…. nampak pantat bi Yanti bergerak dan nafasnya dihirup dalam-dalam sedang tubuhnya terasa mengejang.. penisku kembali tegang mengeras dan berdenyut-denyut…. nafsuku yg tadi tertunda telah bangkit lagi…..

Paha bi Yanti semakin kulebarkan dan kemaluannya semakin liar kujilati, walau baunya yg khas menusuk-nusuk hidungku, namun aq tetap bernafsu untuk menjilati kemaluan bi Yanti dengan lidahku.. bi Yanti semakin mengejang-ngejang dan nafasnya mulai terengah-engah.. desissanya mulai terdengar tertahan-tahan….

“Sssshhhh… hhh…. ssshhhhhh”

Segera kubalikkan badanku dan pantatku kuposisikan diatas wajah bi Yanti, lalu tanpa bicara kumasukkan batang penisku ke mulut bi Yanti sehingga bi Yanti yg terpejam tampak terkejut dan membuka matanya….

“Jik… lagi diapain bibi… hhhhh…” katanya pura-pura nggak tau sambil mendesah karena kemaluannya kujilati dengan rakus…

“Lagi diperkosa biii… ooogghhhh… hisap bii… terus hisaappppp….” jawabku sekenanya karena sekarang bi Yanti sebenarnya juga menikmati yg kulakukan.

Bi Yanti semakin mendesah-desah sambil mengulum batang penisku yg berlumuran lendir, kemaluannya terlalu basah kutup dengan ludahku dan cairan yg keluar dari lubang kemaluan memek bi Yanti….

“Ooohhh…Jik enak banget…terus Jiikk…” desahnya tak lagi berpura-pura.
“Ia biiii…aahhhh…aku juga enak…isep yg dalam biii…” jawabku sambil menekan pantatku lebih dalam lagi sehingga penisku menyentuh dinding tenggorokan bi Yanti.

“Aahhh…rasanya enak banget Jik, bibi baru tahu…aaahhhh…” rintihnya lagi.
Setelah agak lama dalam posisi ini dan aku merasa sudah tak tahan, maka segera kutarik penisku dari mulut bi yanti

Setelah agak lama aku tak tahan lagi ingin segera memsauko tubuh bi I, maka segera kutarik batang penisku dari mulut bi yanti.

“Bi…masukin sekarang ya…” kataku manja sambil tanganku memegang batang penisku yg siap untuk kumasukan dalam kemaluan bi yanti. Diapun segera membuka kedua pahanya, kudekatkan kepala batang penisku ke permukaan lubang kemaluannya, terasa lembut kulit kemaluan bi Yanti. Dengan penuh nafsu kudorong batang penisku untuk masuk ke dalam kemaluannya
“Slheeeeppp….” masuklan seluruh batang penisku ke dalam kemluannya. Nampak kepala bi Yanti terdongak keatas sambil mengerang panjang.

” Ssstthhh…ahhhh…” erangnya sambil tanganya mencengkeram punggungku.
“Oohhhh…” akupun mendesah. Merasakan nikmatnya batang penisku dicengkeram kemaluan bi Yanti yg lembab dan becek.

Dengan nafas terengah-engah aku menyodokan batang penisku ke kemaluannya. Bi yanti semakin mendesah dan mengerah tak karuan, pantatnya pun ikut bergoyang mengimbangi setiap sodokanku.

“Oooohhhh….enak banget Jik…terus sayang…”

Sodokanku semakin kupercepat sambil kedua tanganku kuletakkan di bawah pantatnya untuk menygga pantatnya yg besar sehingga aku merasa seluruh batang penisku masuk ke dalam kemaluannya.

“Aduh Jik…bibi mau keluar…” desahnya sambil memeluk erat tubuhku, sementara pantatnya semakin liar bergoyang.

Batang penisku pun merasakan hal yg sama, kedua kakiku mengejang lurus sementara kedua tanganku mengangkat pantat bi Yanti sehingga batang penisku masuk sampai menyentuh dinding rahim bi Yanti. Lalu aku merasakan tubuhku melayang dan

“Croot…crooot..crooot” keluarlah seluar spermaku menyembur dinding dan dasar bi Yanti.
“Aaahhh biiii…” cuma itu kata-kata yg keluar dari mulutku sementara batang penisku masih menancap di kemalua bi Yanti, terasa berkedut batang penisku melepaskan sisa cairan sperma.

Tak lama kemudian bi Yanti tubuhnya mengejang dan tangannya memeluk tubuhku erat.

“Jikk..aahhhh..bibiii keluaaarrr…” teriaknya sambil menggigit bibir bawahnya.

Keringatnya bercucuran disekujur tubuhnya. Kami berdua bermandikan keringat, lemas dan tak berdaya akibat kenikmatan yg kami raih bersama-sama.

Kulihat wajah bi Yanti yg kusut sambil berkata,

“Bi, tadi bibi inget ya waktu aq dibelakang…?”

“Nggak,,” jawabnya dengan malu-malu, namun nampak rona merah diawajahnya.

“Ahh, bi Yanti pura-pura, kenap setiap kutawari film dan gambar bokep bibi suka bilang jijik dan jorok…” tanyaku lagi.

“Ahh Ajik, itu emang jorok, masak anus perempuan dijilatin lalu dimasukin ‘itu'” katanya sambil menujuk penisku yg mengendor berlumuran pejuh.

“Ahh.. tadi bibi juga nikmat kan..?” desakku pada bi Yanti….

“Iyaaa.. ttapii…” jawab bi Yanti terbata-bata.

“Nggak apa Bi, aq juga nggak jijik kok, nanti mau ya bi kalau kita coba…..” rayuku sambil memeluknya…

“Emmm.. terserah Ajik aja deh…” katanya sambil berjalan ke kamar mandi.

Sejak kejadian itu, aq dan bi Yanti melakukannya setiap ada kesempatan namun agar bi Yanti tdk hamil kami mulai melakukan anal seks, dan ternyata bi Yanti sangat menyukainya. Hingga aq menikah bi Yanti tetap setia menjadi istri gelapku. Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Kisah nyata 2017.

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1