Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal
Home » Cerita Dewasa Umum » Cerita Sex Aku Dan Mbak Milla

Cerita Sex Aku Dan Mbak Milla

Cerita Sex – Hari ini hari yang sangat melelahkan buatku. Seperti biasa aq berjalan dibawah terik panas matahari menyusuri jalan untuk melamar pekerjaan. Satu per satu kantor kudatangi untuk menitip lamaran, habis semua surat lamaran di tasku yang kira-kira berjumlah 8 buah. Sampainya dirumah badanku rasanya remuk, hilang sudah niatku tadi mau nyantai sambil online ditemani segelas kopi.

Cerita Sex Aku Dan Mbak MillaCerita Sex Aku Dan Mbak Milla

Nonton film b0k3p ringan > videoasoy.com

Sungguh lelap tidurku, aq ingat kemarin kira-kira jam 8 malam, dan sekarang sudah hampir jam 7 pagi saja. Kuseduh segelas kopi sambil menikmati sejuknya udara pagi Bogor di teras rumahku. Banyak sekali anak-anak SMA berjalan melintas didepan rumahku.

Tak sedikit dari mereka siswi perempuan bertubuh aduhay dengan rok yang lumayan pendek. Ahh siaall!! aq jadi ingat beberapa bulan yang lalu, dengan cuek kusapa siswi SMA yang lewat depan rumahku, dengan sedikit gaya sok cool aq pun mampu meyakinkan siswi SMA itu untuk bolos sekolah dan kuajak main kerumahku. Waktu itu Mamaku masih menjaga rumah makannya, Papaku kerja, otomatis yang dirumah cuma ada aq. Ya sudah barang tentu dengan keadaan rumah yang sepi itu aq dan Nina (nama samaran siswi SMA tersebut) melakukan hal yang sungguh menyenangkan. Mulai dari ngentot di kamar mandi, dikamarku, sampai di ruang tamu, kubuat Nina puas sampai ke ubun-ubun.

Huh, namun apa boleh buat, kalau sekarang Mamaku sudah memperkerjakan orang dirumah makanya. Rumah sekarang tak pernah kosong, kecuali kalau Mama pergi senam, itupun cuma hanya sebentar.

Lumayan lama aq bermalas-malasan di teras rumahku ini. Tiba-tiba saja terdengar dering suara HP ku, aq pun langsung bergegas berlari, takutnya itu telpon panggilan pekerjaan. Kulihat nomor yang tak ada di kontak, hmmmm… spsertinya pertanda bagus.

“Halo, apa benar ini dengan bapak Beni?” terdengar suara wanita meyakinkan bahwa pemilik nomor ini adalah memang aq.

“Iya benar mbak, ini dengan siapa ya?”

“Kami dari perusahan xxx, benar bapak Beni kemarin mengirimkan surat lamaran kepad kami?”

Cerita Sex ABG – Ahh, benar kan, ini panggilan pekerjaan. Senang sekali rasnya hatiku.

“Iya benar” – cerita sex terbaru –

“Ok pak Beni, kami mengharapkan kedatangannya besok untuk interview di sudirman, gedung xxxx lantai 9 jam 9 atas nama Ibu Milla. Jika nanti ada yang mau ditanyakan silahkan hubungi nomor ini dengan ekstension 311 ya pak”

“Oh, baik bu, terima kasih banyak bu…

“Sama-sama pak Beni, selamat pagi”

Ohh sungguh senangnya hatiku, akhirnya aq dapat panggilan juga. Di perusahan tersebut memang lagi membutuhkan karyawan yang akan di tempatkan disebuah posisi yang masih kosong. Tanpa tes pula.

Singkat cerita. Keesokkan harinya aq pun langsung bergegas ke perusahaan tersebut. Tak lama menunggu di lobby, namaku pun dipanggil untuk memulai interview. Terlihat seorang perempuan mengenakan kaca mata dengan rambut terurai, cantik juga, kulitnya putih mulus. Sudah pasti dia lah mbak Milla yang akan meng interview ku.

“Ini.. dengan bapak Beni benar?”

“Iya mbak benar”

Aq agak gugup juga, bukan gugup karena semua pertanyaan-pertanyaan yang dia layangkan, melainkan gugup melihat bibirnya yang mungil di tambah suaranya yang serak-serak basah seksi. Ahh! bahkan disaat seperti ini sempat-sempatnya dia membuatku berkhayal yang tidak-tidak.

Cerita Mesum – Pertanyaan demi pertanyaan kujawab hingga sesi interview untukku berakhir.

“Nah pak Beni, untuk interview kali ini cukup sekian, mengenai keputusan penerimaan bapak nanti akan di khabarkan lagi melalui telfon.

“Iya mbak, terima kasih”

“Sama-sama pak Beni”

Aq pun menyambut tanganya untuk berjabat tangan. Ohh! halus sekali tangannya. Sial, lagi-lagi aq berkhayal yang tidak-tidak. Baru salaman aja si otong udah mau bangun, apalagi membayangkan kami tidur berdua dengan keadaan sama-sama telanjang bulat?

Keluar dari gedung itu aq tak langsung pulang. Aq memilih duduk-duduk dulu di sebuah warung samping gedung itu, mau ngerokok asem banget soalnya bibir.

“Tiba-tiba saja aq kaget seperti ada yang menepuk pundakku, aq pun menoleh. Dan ahh..

“Pak Beni ternyata masih di sini” ujarnya sambil tersenyum.

“Eh mbak Milla, iya mbak lagi nyantai dulu nih. Mbak Milla sudah pulang kerja ya?”

“Oh nggak kok, lagi istirahat, ngomong-ngomong rumahnya pak Beni dimana?”

“Aq Bogor mbak”

“Wahh jauh dong, mau ngadem di tempatku? dari pada di sini panas-panassan” Aq pikir lumayan juga daripada diwarung pinggir jalan gini.

“Boleh deh mbak” – kisah mesum –

Tempat kost mbak Mila rapi juga, meski nggak terlalu luas, tapi barang-barangnya tertata rapi, jadi pas keliatannya. Kasurnya juga keliatan empuk, aq bersndar dibawah disamping kasurnya.

“Duduk di atas aja mas nggak papa kok, aq mau beli makana dulu ya, laper juga nih”

“Oh iya mbak, silahkan”

Ternyata emang enak juga kasurnya, harum lagi. Ku coba tiduran rasanya nyaman banget.

Ya ampun!! aq ketiduran disini. Kulihat jam terkejut aq, sudah jam 16:00, lho kenapa mbak milla ngga bangunin aq ya. Jadi nggak enak gini. Sayup-sayup terdengar ada suara gebyuran air, sepertinya berasal dari kamar mandi. Kulihat tas dan sepatu mbak Milla ada disamping meja komputernya. Ah beat mbak Milla sudah pulang kerja ini. Aq jadi bingung sendiri mau bagaimana. Terdngar suara gebyuran iar nya sudah berhenti, wah lagi handukkan mungkin. Saking bingungnya aq pura-pura tidur lagi aja.

Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, aq pun sedikit membuka mata, kali aja mbak Milla lagi ngga pakai baju. Ternyata mbak Milla keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk, shit!! bahu dan pundaknya mulus banget! aq harus pintar ambil kesempatan ini, kapan lagi bisa lihat pemandangan seindah ini. Tiba-tiba saja mbak Milla menoleh ke arahku, dengan cepat kupejamkan mata, mudah-mudahhan sih nggak ketauan.

Terdngar suara lemari pakaian yang dibuka, kubuka lagi mata perlahan. Huh.. untuk tadi nggak ketauan. Setelah mengambil pakaian dari lemari itu satu gerakan sajambak Milla membuka lilitan handuknya, sungguh luar biasa!. Punggungnya benar-benar mulus, lebih terlihat seperti boneka-boneka yang biasa di pajang do toko-toko baju, sungguh mulus tanpa noda sedikit pun.

Pantatnya pun bohay pas banget dengan pinggulnya, kalau saja aq berada dalam kondisi yang berbeda atau mungkin berada di pulau terpencil hanya berdua dengan mbak Milla, sudah ku perkosa habis-habissan mungkin.

Melihat pemandangan sepeti itu batang kemaluanku jadi mengeras, laki-laki nggak normal negliat bodi mulus gitu kalau nggak konak. Lagi-lagi mbak Milla menoleh ke arahku lagi, dan dengan sigap lagi kupejamkan mataku.., tidak… tidak mungkin ketauan.

“Kamu ngintip mbak ya…?”

Oo.. ow.. ow padahal seperti aq tadi dengan cepat memejamkan mata, masa masih ketauan juga!

“Udah ahh, nggak usah pura-pura tidur, ‘nyembul gitu kok” lanjut mbak Milla sambil setengah cekikikan.

Damn! ternyata ketahuan karena kemaluanku yang konak! celana ketat ini nggak bisa menyembunyiksn ukuran batang kemaluanku yang lagi tegang-tegangnya. Aq pun langsung membuka mata dan duduk, sungguh malu rasanya.

“Emm.. maaf mbak, habis aq bingung tadi terbagun mau ngapain.. mbak kok nggak bangunin aq?” ujarku sambil sesekali mencuri-curi pandang ke arah memeknya. Mbak Milla baru menggunakan baju soalnya.

“Tadi kamu tidurnya pules banget sih, nggak tega aq banguninnya. Lagi pula tadi selseai makan aq harus buru-buru kembali ke kantor lagi ya sudah aq biarin aja kamu tidur” ujar mbak Milla sambil memasangkan hotpannts tipis. Sesekali ia berbicara dengan raut muka agak nakal, aq mulai berpikir mungkin saja ada kesempatan untukku meniduri perempuan special edition ini.

“Hmm.. iya mbak, mungkin kecapean dijalan tadi dari rumah ke kantor. Mbak, aq numpang ke kamar mandi ya?”

“Mau ngapain hayooo?”

Ahh lagi-lagi menggoda, tambah nggak karuan birahiku.

“Mau buang air kecil kok mbak hehehe, nggak macem-macem”

“Owhh, mau dipegangin nggak?”

Tuh kan! bener aja mbak Milla ini sebenarnya mau juga. Siall, aq ngga mau terburu-buru, akan kupermainkan dulu biar lebih terlihat ‘berkesan’.

“Aduuhh… apanya sih yang mau dipegangin mbak?”

“Itunya dong, tuh yang mendadak besar” ujarnya sambil cekikikan lagi.

“Hehehehe bisa aja mbak, nanti kalau dipegangin ya jadi tambah besar lagi dong”

Hahaha! gantian loe sekarang aq yang mulai merangsang dia.

“Emang masih bisa besar lagi ya?” ujarnya setengah berbisik.

“Masih dong mbak, ini belum seberapa”

Aq pun berjalan kamar mandi diikuti mbak Milla, bener kan dia itu udah horny banget sebenernya hahahaha! lalu kubuka restleting dan mengeluarkan batang kemaluanku, terlihat mbak Milla agak surprise dengan bentuk kemaluanku yang gagah dan mulai memerah ini.

“Ayo mbak katanya tadi mau megangin”

“Iya” jawabnya singkat.

Dengan semangat mbak Milla langsung memelukku dari belakang dan tangan memegang kemaluanku. Ahh! Mantapp!Tangan lembutnya terasa sekali menyalurkan getaran-getaran birahi ke pori-pori batang kemaluanku. Ia juga menyabuni batang kemaluanku setelah air kencingku habis terbuang. Ya aq mengerti si mbak ini pengen sesuatu yang lebih, maka kubuka celanaku agar dia lebih leluasa memainkan batang kemaluanku.

“Kemaluanmu besar juga ya Ben” ujarnya sambil terus menyabuni setiap sudut selangkanganku.

Terlihat ia sudah mulai bosan dengan aktivitasnya itu. Ia membilas kemaluanku lalu menghandukinya. Lalu dengan sigap ia menarikku keluar dari kamar mandi. Aq mengerti, tanpa diperintah ku buka bajuku hingga aq bugil dan tiduran di kasurnya. Ia pun meniru aksiku, ia buka baju dan BH nya dan terpampanglah kedua toketnya yang bener-bener aduhay. Bentuknya bulat padat, mulus, dengan puting yang kurang begitu jelas menambah keindahan toketnya itu. Aq sudah sangat horny untuk menahan semua ini, kutarik tubuh mbak Mila ke kasur, kulumat bibirnya kurasuki mulutnya dengan lidahku sampai sesak rasanya untuk bernafas. Sementara kedua tanganku ini asik meremas-remas toketnya. Kupilin-pilin pelan putingnya dan terdengar ia mendesah kecil, tubuhnya pun ikut bergetar.

“Aahhh.. ssshhh… aahhh”

Kulanjutkan dengan menciumi lehernya, semakin turun hingga ke toketnya. Kumainkan putingnya, terdengar desahannya semakin bersemangat, tubuhnya pun semakin bergetar hebat.

“Aaahhh Beni.. ooohhhhhh!”

Semakin kuturunkan permainan lidahku ke pusarnya, terdengar ia semakin bersemangat. Perlahan kubuka hotpants tipisnya itu. Akhirnya aq dapat melihat dengan jelas memeknya yang putih kemerah-merahhan ini. Berbeda dengan memek wanita-wanita yang sebelumnya pernah ngentot denganku, memek mbak Mila benar-benar tidak berbulu. Mungkin ia rajin mencukurnya, benar-benar mulus. Aroma sabun masih melekat di memek mbak Milla, kerenggangkan kedua pahanya kusapu sudut-sudut memeknya.

“Aaahhh Beni oghhh, terus Ben… nikmat!!”

Melihat mbak Mila keenakkan sperti itu, langsung ku terobos memek dalamnya dengan lidahku, langsung saja ia seperti terkejut dan mengejang-ngejangkan tubuhnya.

“Oohh Benii pelan pelan, ouuhhhh”

“Nikmat nggak mbak?

“Nikmat banget oooghhhhhh”

Tak lama kemudian seperti cairan mengalir ke lidahku, sudah naik libidonya sepertinya. Setelah terlihat ia terkulai aq segera berlutut menarik kepala mbak Milla ke arah batang kemaluanku. Dia sepertinya mengerti tanpa banyak basa basi mulutnya langsung mengulum batang kemaluanku yang sudah tegang mengeras ini.

“Hmmppp emmmhhh hmmmppp”

Beberapa kali mbak Milla seperti ingin mengambil nafas, namun segera kutarik lagi kepalanya agar semakin dalam batang kemaluanku menembus kerongkonganya kira-kira sekitar 5 detik.

“Ohgokk”

Ia kembali tersdak, terlihat matanya membasah, namun senyumnya malah semkain nakal. Kudorong tubuh mbak Mila hingga terjatuh, ke kangkangkan lebar pahanya. Kugosok-gosok kepala kemaluanku ke bibir memeknya yang sudah lembab itu. Melihat matanya terpejam seperti tak kuasa menahan nafsu yang menggelora, aq pun segera mengakhii foreplay ini. Kumasukkan batang kemluanku dengan perlahan ke lubang memeknya.

“Aaaauucchhh”

Terdengar dia mendesah merasakan dinding-dinding memek dalamnya itu bergesekkan dengan batang kemaluanku. Luar biasa hangat memeknya. Meski tak sesempit memek anak sma yang biasa ku entot, tapi aq tetap sangat terangsang dengan tubuh dan wajah mbak Milla.

Kutindih tubuhnya sambil meremas kedua toketnya yang semakin mengeras, kupilin-pilin putingnya, ia terlihat semakin bergairah dan menambah semangatku untuk terus mengocok lubang memeknya.

Berbagai gaya kami lakukan, hingga terasa tubuh mbak Milla mengejang-ngejang hebat. Aq merasa batang kemaluanku dibanjiri sel telur mbak Milla.

“Mbak udah keluar ya?” tanyaku sambil ngos-ngossan

“Iya, owch.. kamu masih lama ya, Ben?

“Bentar lagi kok mbak”

Aq semakin mempercepat kocokkanku dan mengakhiri persetubuhan yang sangat menyenangkan ini, hingga akhirnya aq merasa pejuhku ingin keluar daritempatnya.

“Mbak, aq semburin di dalem aja ya?”

“Iya Ben di dalam aja”

Crett.. crett.. crett.. crettt… akhirnya pejuhku pun nyembur didalam memek mbak Milla dengan deras. Sungguh persetubuhan yang luar biasa. Aq pun terkulai lemas di atas tubuh mbak Mila.

Saat itu waktu sudah menunjukkan hampir jam 6 sore. Aq memutuskan untuk pulang kerumah. Karena tubuh ini bau keringat aq meminta ijin mandi di tempat mbak Milla.

“Mbak aq numpang mandi ya?”

“Ya udah kita mandi bareng aja yuk”

Akhirnya aq dan mbak Milla mandi bersama dan lagi-lagi batang kemaluanku kembali mengeras karena mbak Milla terus saja menyabuni batang kemaluanku. Akhirnya kami mengulangi lagi di kamar mandi.

Di bus rasanya badanku remuk, hingga tak terasa aq tertidur dari sudirman sampai bogor. Singkat cerita aq pun diterima bekerja di perusahaan tersebut. Aq tak tau ada camput tangan mbak Mila atau tidak, tapi yang jelas kini aq bekerja dengan mbak Milla, bekerja di kantor dan di tempat kostnya. Ya kami bekerja melampiaskan nafsu birahi kamu ketika malam tiba karena aq dan mbak milla ngekost tempat yang sama. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot 2017.