Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal online online
Isin Poker
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online togel singapura agen bandarq online agen ibcbet agen poker
Home » Cerita Dewasa Mahasiswi » Cerita Sex Luna

Cerita Sex Luna

resizedimage-php-obat

Cerita Sex – Aq punya kenalan cewek UKI fakultas sastra, namanya Luna (nama samaran). Orangnya mungil, berkulit putih bersih, maklum keturunan negeri seberang. Sedangkan aq sendiri kuliah difakultas kedokteran, UKI juga.

Cerita Sex Luna Cerita Sex Luna

Nonton Film b0k3p ringan > videoasoy.com

Suatu hari, aq jemput Luna dari kuliahnya untuk pulang. Sesampainya di rumah Luna, dia ngajak aq masuk dulu karena katanya rumahnya nggak ada siapa-siapa. Aq pun masuk dan duduk di sofa ruang tamunya. Setelah menututp pintu rumahnya, dia masuk kamarnya untuk mandi dan gantai pakaian.

Tak lama kemudian dia datang dengan kaos dan rok pendek sambil menenteng 2 minuman dingin dan duduk disebelahku. Buseettt, aq bisa mencium harum tubuhnya dengan jelas. Dan terus terang tiba-tiba aq terangsang dan mulai membayangkan keindahan tubuh Luna bila tanpa busana. Nggak sadar aq lama menatap tubuh indahnya dan membuat Luna bingung.

“Kenapa sih, Ndra?” tanyanya.

Aq cepat-cepat sadar dari lamunan eortisku.

“Nggak kok, kamu keliatan lain dari biasanya”

“Lain apanya, Ndra…? sambil sambil menumpangkan salah satu kakinya ke kaki satunya.

Cerita Dewasa – Buseett.. itu paha mulus banget. Birahiku pun tambah menaik.

Pikiran erotisku mulai bangkit lagi, menghayalkan seandainya aq bisa meraba paha mulusnya.

“Hehh..!” katanya sambil tertawa dan menpuk bahuku, lalu

“Liatin apa hayoo,, ngeres deh loe!” aq cuma bisa nyengir aja.

“Na, panas banget ya disini?” sambil aq mengambil sapu tangan di kantong celana.

“Iya yah, loe udah mulai keringetan begini” tiba-tiba aja dia mengelap keringet di dahiku pakai tisunya.

Cerita Sex Mahasiswa – Dalam keadaan berdekatan kayak gini, aq punya inisiatif untuk memeluk dan menciumnya. Dan benar deh,… kejadian deh….

Luna sudah berada dalam pelukanku, dan bibir Luna sudah dalam lumatan bibirku. Dia sama sekali tidak berontak dan mulai memejamkan matanya menikmati percumbuan ini. Tangan Luna perlahan berganti posisi menjadi memeluk leherku. Tanganku yang tadinya memegang pinggulnya, turun perlahan ke pangkal pahanya dan akhirnya….

Aq berhasil meraba merasakan betapa mulus dan halusnya paha Luna.

Aq meraba naik turun paha mulusnya sambil sedikit meremasnya. Rasanya agak bangga aq mulai bisa menyentuh bagian tubuhnya yang agak sensitif.

Sedang bibirku dan bibir Luna masih saling berpagutan mesra dalam mata masih terpejam. Lama-lama aq merasa kurang afdol kalau hanya meraba bagian pahanya saja. Tanganku mulai bergeser naik lagi. Sekarang aq kepingin banget menikmati toketnya yang padat dan kenyal. Pikiranku udah melayang jauh.

Perlahan tapi pasti aq melepas bajunya. Dia tidak menolak, dan setelah kulepas bajunya, terpampanglah toketnya yang masih terbungkus rapi oleh BH nya.

Kulumat lagi bibirnya sebentar sambil kubawa tanganku ke belakang tubuhnya. Memeluk, dan akhirnya aq mencari pengait BH nya untuk kulepas. Nggak lama terlepaslah BH pembungkus toket Luna. Dan mulailah tersembul keindahan toketnya yang putih padat dengan puting kecoklatan diatasnya.

Buuseeettttt… benar-benar merupakan tempat untuk berwisata yang paling indah dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan di seantero jagat.

Aq semakin gregetan melihat indahnya toket berukuran 34B yang terawat rapi selama ini. Akhirnya aq mulai meraba dan meremas salah satu toketnya dan kembali kulumat bibir mungilnya.

Terdengar nafas Luna mulai tak teratur. Kadang Luna menghembuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang mendesah. Luna makin membiarkan aq menikmati tubuhnya. Birahinya sudah hampir tidak tertahankan. Saat kurebahkan tubuhnya di sofa dan mulutku siap menghisap putingnya, Luna menolakku sambil berkata,

“Ndra, jangan disini aahh, dikamarku aja!” ajak Luna dan kemudian bangkit, mengambil baju dan BH nya di lantai dan melangkah menuju kamarnya.

Aq mengikutinya dari belakang sambil membuka bajuku sendiri dan melepas kancing celanaku. Begitu pintu kamar di tutup dan dikunci, aq langsung memeluk Luna yang sudah bugil dan kembali melumat bibirnya dan melanjutkan meraba tubuhnya sambil bersandar di tembok kamarnya. Lama-lama cumbuanku mulai beralih ke lehernya dan menggelitik belakang telinganya.

Luna mulai mendesah yang menandakan birahinya semakin menjadi-jadi. Saking gemesnya aq sama tubuh Luna, nggak lama tanganku turun dan mulai meremas bongkahan pantatnya yang begitu bulat. Luna mulai mengerang geli.

Terlebih ketika aq lebih menurunkan cumbuanku ke daerah dadanya, dan menuju puncak gunung kembar yang bergelantung di dada Luna. Dalam posisi agak jongkok dan tanganku memegang pinggul Luna, aq mulai memiankan puting Luna satu persatu yang membuat Luna kadang menggelinjang geli, dan sesekali melenguh. Kujilati, kugigit pelan, kuemut-emut, dan kuhisap putingnya, hingga Luna mulai lemas. Tanganya yang bertumpu pada dinding kamar mulai mengendor.

Perlahan tanganku meraba kedua paha mulusnya lagi dan rabaan mulai naik menuju pangkal pahanya. Dan aq mengaitkan beberapa jariku di CD nya dan.. sreettt!!! lepas sudah CD Luna. Kuraba-raba pantat Luna, begitu mulus dan kenyal, sekenyal toketnya. Dan saat rabaanku yang berikut hampir mencapai daerah selangkangannya…, tiba-tiba,

“Ndra, di ranjang aja yuk…! aq capek berdiri nih”

Sebelum membalikan tubuhnya, Luna melorotkan rok mininya di depanku dan tersenyum manis memandang kearahku.

Alamaakk, senyum itu… Bikin aq kepingin cepet-cepet menyetubuhinya

Apalagi Luna tersenyum dalam keadaan telanjang bulat.

Buuussseettttttt… kahyalanku benar-benar jadi kenyataan breeyyy…! Luna mendekatiku sebentar dan tangannya dengan lincah melepas celana dan CD ku hingga kini bukan hanya dia saja yang bugil di kamarnya. Penisku yang sudah berdiri tegak menandakan bahwa aq sudah siap tempur kapan saja. Tinggal menunggu lampu hijau menyala.

Lalu Luna meraih tanganku, menggandeng dan menarikku ke ranjang. Sesampainya di tepi ranjang, Luna berbalik dan mengisyaratkan agar aq tetap berdiri dan kemudian Luna duduk di sisi ranjangnya.

Oohh buseetttt, Luna menghisap batang penisku dengan rakusnya.

Gilaa maakkk, lalu Luna dengan buasnya pula menggigit pelan, menjilat dan menghisap batang penisku tanpa ada jeda sedikitpun.

Kepala Luna maju mundur menghisapi batang penisku hingga terlihat jelas betapa kempot pipi Luna.

Aq berusaha mati-matian menahan ejakulasiku agar aq bisa mengimbangi permainan Luna. Kadang aq meringis nikmat saat Luna mengeluarkan beberapa jurus pamungkas dalam menghisap batang penisku. Gila benerr.. enaakknyaaa sungguh luar biasa Breeyyy….!

Mungkin hampir 15 menit Luna menghisap batang penisku, lali dia melepas mulutnya dari batang penisku dan merebahkan tubuhnya terlentang diatas ranjang. Aq ngerti banget maksut ni cewek Dia minta gantian aq yang aktif.

Segera kutindih tubuhnya dan mulai berciuman lagi untuk beberapa lamanya dan aq mulai mengalihkan cumbuan ke toketnya lagi, kemudian aq turun lagi mencari sesuatu yang baru di selangkangannya. Luna mengerti maksudku. Dia segera mengangkangkan lebar kedua pahanya dan membiarkan aq membenamkan mukaku di sekitar bibir memeknya. Kedua tanganku kulingkarkan di kedua pahanya dan membuka bibir memeknya yang sudah memerah dan basah itu.

Oohh.. buusseetttt, rupanya sewaktu dia mandi sudah dibersihkan dan disabuni dengan baik sehingga bau memeknya harum. Ditambah menurut pengakuannya, bahwa dia tadi meminum ramuam pengharum kemaluan.

Tanpa ba bi bu lagi, langsung kujilati bibir memeknya dan klitori yang sudah tegang dan menonjol. Gila maakkk, Luna mengelinjang-gelinjang hebat. Tubuh Luna bergetar hebat. Desahannya mulai mengeras. Matanya terpejam merasakan geli dan nikmatnya permainan lidahku di memeknya.

Kadang pula Luna melenguh, merintih, bahkan menjerit kecil menikmati permainan lidahku. Terlebih ketika aq menjulurkan idahku lebih dalam masuk kelubang memeknya sambil menggeser-geser klitorisnya. Dan bibirku melumat bibir memeknya seperti orang sedang berciuman. Memeknya mulau berdenyut hebat, hidungnya mulai kembang kempis, dan akhirnya….

“Ndraa.. aahhh… ndraaa… sudaahhh… ayo masukinnn ndraaa….!!!”

Luna mulai memohon kepadaku untuk segera menyodoknya.

Aq bangun dari selangkangannya dan mulai mengatur posisi diatas tubuhnya dan menindihnya sambil menusukkan penisku ke dalam lubang memeknya dengan perlahan. Dan akhirnya kusodok memek Luna yang masih perawan itu dengan perlahan dan jantan. Masih rapet, tapi remasan lubang memeknya membuatku tambah penasaran dan ketagihan.

Akhirnya aq sampai pada posisi paling dalam, lalu perlahan aq tarik lagi.

Pelan, dan lama kelamaan kupercepat sodokkanku. Kemudian posisi demi posisi aq coba bareng Luna. Aq sudah nggak sadar berada dimana. Yang aq tau semuanya sangat indah. Rasanya aq seperti melayang terbang tinggi bersama Luna. Yang aq tau, terakir kali tubuhku dan tubuh Luna mengejang hebat.

Tubuh kami penuh dengan peluh. Nafas kami sudah saling memburu. Aq merasa ada sesuatu yang menyembur banyak sekali dari penisku sewaktu penisku masih di dalam kehangatan lubang memek Luna. Habis itu aq nggak tau apa algi.

Sebelum aq tertidur aq sempat melihat jam. Alamaakkk…! 2 jam. Waktu aq sadar besoknya, Luna masih tertidur pulas si sampingku, masih dalam keadaan bugil. Sambil memandangingnya, dalam hatiku, aq berkata, ‘ Akhirnya aq bisa ngelampiasin nafsu yan aq pendam selama ini. Terima kasih banget’

‘Na…, kalau nggak ada loe, aq nggak tau deh kemana kubawa nafsuku ini…’ kukecup keningnya, lalu aq segera mengenakan pakaian dan siap cabut dari rumah Luna setelah aq liat jam di mejanya, mengingatkan aq bahwa sebentar lagi keluarganya bakal datang.

Aq nggak mau konyol kepergok lagi bugil berduaan bareng Luna. Apalagi masih ada noda darah perawan di spreinya. Kubangunkan Luna dan berkata bahwa lain kali sebaiknya kita main di villaku, di bogor aja dengan alasan lebih aman dan leluasa. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Meusm, Kisah Seks 2017.

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1