Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal online online
Isin Poker
Bandar Bola
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online Pembesar  Penis Vimax
bandar poker bandar poker bola tangkas agen bola online togel singapura agen bandarq online agen ibcbet agen poker
Home » Cerita Dewasa ABG » Cerita Sex Siswi SMA Bisyar

Cerita Sex Siswi SMA Bisyar

resizedimage-php-obat

Cerita Sex – Panggil saja aq Andien dengan memilikku tinggi badan 162cm dan berat badan 44kg. Banyak orang yang tergiur dengan buah dadaku, tak cukup besar hanya 34A.

Cerita Sex Siswi SMA BisyarCerita Sex Siswi SMA Bisyar

Jam istirahat, toilet siswi SMA Swasta xxx Ternama Di Jakarta.

Cerita Mesum – Didepan toilet siswi, Andien dan salah satu siswa sebut saja Ari, sedang sibuk melakukan transakasi.

“Ya udah buruan, jadi nggak sih?” tanya andien dengan nada kesal.

“Ya jadilah… tapi masa di toilet sih Dien?”

“Yaelahh paling bentar juga keluar loe.. udah cepetan… bentar lagi bel masuk”

“Iya.. iyaa…” jawab Ari

Cerita Dewasa – Setelah memastikan keadaan sudah aman, Andien dan Ari masuk ke dalam toilet cewek.

“Kok toilet cewek? Mampus gue kalau sampai ketahuan”

“Udahh bawel banget ahh,, kayak cewek aja….” ujar Andien sambil melorotkan CD, dibalik rok seragam.

“Galak banget sih loe…” jawab Ari, juga mulai membuka celana seragamnya.

“Duitnya ada kan?”

“Iya.. ada…” jawab Ari, sambil mengeluarkan lipatan uang 100 ribu dari kantong seragamnya.

Cerita Mesum – Begitulah sisi lain kehidupan Andien. Tuntutan dunia modern membuatnya harus melakukan hal seperti itu, demi mencukupi biaya pergaulan, yang tak mungkin dibeli dengan sisa uang jajannya. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan pelajar laki-laki, mengenai kebisyaran Andien.

Namun tetap saja hanya golongan tertentu yang mampu menggunakan jasa Andien, yang terbilang cukup mahal.

“Dien.. buka donk…” protes Ari

“Udah gini aja… udah buruan mepet nih…”

“Mana bisa tegang penis gue…” jawab Ari kesal.

“Andien pun mulai berjongkok dan mengocok k0ntol Ari, yang masih mengkerut diantara bulu-bulu kemaluannya.

“Oowhh… nikmat Ndien… tapi kurang….”

“Duhh rewel banget ahh… remasin toket gue” perintah Andien, sambil mengarahkan tangan Ari ke toket kecilnya.

Setelah meremas toket Andien dari luar seragamnya. Pelan-pelan k0ntol Ari mulai tegang di kocokkan Andien. Melihat k0ntol Ari yang sudah tegang, Andien pun bangkit dan menungging di depan Ari.

“Cepet masukin, tinggal lima menit lagi nih”

Ari pun mulai mengocok k0ntolnya di lubang mmeek Andien yang sempit dan basah. Kedua tangan Ari pun sibuk meremasi toket Andien. Sedangkan Andien hanya menrima kocokkan k0ntol Ari dengan pasrah, sambil kedua tanganya bertumpu, di bak mandi.

“Oghh.. Ndien.. nikmat memek loe….” ucap Ari penuh nafsu.

“Iya riii.. awhhh.. terus kocokin k0ntol kamu oouugghhh” balas Ari, agar Ari cepat meraih orgasmenya.

Andien bukanlah tipe cewek yang mudah dilanda birahi, ucapan-ucapan nakal yang ia lontarkan saat ngentot, hanyalah pancingan agar si cowok cepat meraih orgasmenya.

“Ndien.. gue mau keluar nihh….”

Dengan cepat Andien menarik pinggulnya, dan mengocok k0ntol Ari hingga pejuh Ari nyembur. Setelah melihat Ari masih menikmati orgasmenya, Andien pun membersihkan memeknya dan kembali merapikan seragam sekolahnya.

“Udah sayang? makasih ya… muaachh

Andien pun keluar dari toliet dengan santai, meninggalkan Ari yang masih lemas di dalam toilet. Lalu kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Karena kebetulan siang itu adalah pelajaran olahraga, maka seluruh murid kelas sedang bersiap mengganti seregam mereka dengan seragam olahraga. Karena kelas sudah dipakai oleh siswa pria maka para siswi wanita, memilih berganti pakaian ditoilet.

Saat Andien berkalan dengan teman sebangkunya, yaitu Nana. Tiba-tiba ia berpapasan dengan Ari yang sepertinya baru keluar dari toilet.

“Na.. loe dulu aja… gue ada urusan bentar…” ujar Andien.

“Eh.. i.. iya Ndien” jawab Nana singkat.

“Semangat dikit napa Na… kebanyakan bengong bunting loe lama-lama” ucap Andien asal.

“Ngaco kamu ahh…” jawab Nana sambil berlalu pergi.

Setelah melihat Nana menjauh, Andien pun kembali melancarkan niat usilnya.

“Wooiii…lemes baget loe” tegur Andien pada Ari

“Ah.. sialan loe.. ninggalin gue gitu aja…” omel Ari.

“Hahahahahaaa… mampus” jawab Andien kembali menyusul Nana.

Sesampainya dikamar mandi, Andien dan Nana mulai ganti pakaian olahraga bersama di dalam toilet.

“Wuihh Na… toket loe besar banget…” ledek Andien.

“Ahh.. apaan sih loe…” balas Nana galak.

“Ahh.. andai toket gue sebesar loe ya… pasti Damar bisa gue dapein” gumam Andien.

“Haaa…? Damar?? siapa???” tanya Nana bingung.

“Dasar bego loe.. itu temen sekelas kita yang duduk di pjok kelas”

“Oooo…” jawab Nana asal

“Parah banget loe, makanya jangan kebanyakan bengong.. teman sekelas aja nggak kenal” omel Andien.

“Gitu ya Ndien.. gue nggak begitu merhatiin…” jawab Nana polos.

“Ahh.. capek gue ngomong sama robot.. ya udah geseran Na gue mau ganti baju”

Kedua sahabat itu pun berganti pakaian, lalu melangkah menuju lapangan sekolah. Dari kejahuan mereka dapat melihat pak Vicky sedang berdiri menunggu para murudnya. Yah, pak Vicky adalah guru olahraga kelas Andien. Dengan tubuh gempal dan kepala botaknya, mungkin jauh dari ideal sebagai guru olahraga. Apalagi gosip miring sering terdengar akan kegenitan pak Vicky, terhadap murid-murid cewek.

“Baiklah,, kalian boleh pemanasan dulu. Adnien kamu ikut bapak ambil matras di gudang…” ucap pak Vicky pada murid-muridnya.

“Sendiri pak? berat.. Na anterin gue donk” tanya andien keberatan, dan mencoba mengajak Nana.

“Bo…bboleh?” jawab Nana.

“Sudah sendiri aja… oh ya Nana kamu kesisni sebentar” perintah pak Vicky galak.

Nana pun melangkah menghampiri pak Vicky. Tubuh Nana yang sintal sungguh membuat Andie iri, apalagi baju olahraga Nana yang terlihat sempit. Semakain menampakkan lekuk tubuh Nana.

“Nana.. kamu sudah bisa gerakan kayang?” tanya pak Vicky.

“Sudah pak.. kenapa?” jawab Nana sedikit takut.

“Bagus, nanti kita mau ambil nilai senam lantai. Kamu pemanasan dulu” ujar pak Vicky sambil mengelus pundak Nana.

“Dasar guru cabul…” gumam Andien, karena mengerti niat bulus pak Vicky.

Setelah puas bergerilya di tubuh Nana yang polos, pak Vicky pun mengajak Andien ke gudang sekolah untuk mengambil matras senam lantai. Sesampainya digudang pak Vicky pun kembali mengunci gudang tersebut dari dalam.

“Pak kok pintunya dikunci?” protes Andien.

“Nih.. aq lagi pengen…” jawab pak Vicky, sambil menyodorkan lipatan uang seratus ribuan.

“Duhhh pak… nanti kalau yang lain curiga gimana?” ujar Andien ragu.

Dengan cepat tangan pak Vicky mencubit pelan memek Andien, dari luar celana olahraganya.

“Pokoknya aq mau sekarang” bentak pak Vicky galak.

“Auww.. iya iya.. lepas pak sakit nih..” jerit Andien mencoba melepaskan cubitan pak Vicky dari memeknya.

“Buka baju kamu…” perintah pak Vicky, sambil melepaskan cubitannya.

“Nggak dibuka semua ya?? aduuhhh… sakit pakkk.. aduhhh…” mohon andien memelas, sambil mengusap-usap memeknya dari luar celana.

“Buka… semua bapak mau liat kamu telanjang….” jawab pak Vicky tapa kompromi.

“Iya tapi tambahin jangan segini donk…” ujar Andien sambil menghitung uang pemberian pak Vicky.

Melihat Andiean yang terus menawar, pak Vicky pun kesal dan meremas kedua toketnya dengan sekuat tenaga. Mmebuat Adnien tertunduk sambil meringis kesakitan.

Sssaa.. ssakit pakk.. iya.. iyaa! jerit Andien.

“Iya apa?” tanya pak Vicky teruse meremas kedut toket Andien.

“Auuwww.. iya… ya… aa.. aammpuunnn.. sakit pakk!” jerit Andiena sambil menggeliat kesakitan.

Tubuh langsing Andien terus terguncang-guncang menahan sakit di kedua toketnya. Dengan tanganya Andien berusaha menarik remasan tangan pak Vicky. Namun percuma saja karena tenaga pak Vicky lebih kuat, ditambah asa sakit akibat setiap penlokannya membuat toketnya malah tertarik oleh tangan pak Vicky. Tampak mata Andien mulai berkaca-kaca, karena tak kuasa menahan sakit di kedua toketnya.

“Iya pak Andien jawab?” tanya pak Vicky terus menguatkan remasa tanganya.

“Saaakkiitttt.. pakkk.. udahh.. udahhh… ampuunnnn!” rengek Andien memohon.

“Ayo jawab….”

“Iya.. iya pak aq mau mau telanjang.. auww.. lepas pakk… lepasss Andien sakittt….”

Pak Vicky pun melepaskan remasannya, membuat tubuh Adnien ambruk terduduk dilantai gudang sekolah yang penuh debu. Kedua tanganya berusaha mengelus toketnya, mengharapkan bekas rasa sakit itu cepat hilang. Wajah angkuh Andien tertunduk sambil tetesan air mata mulai jatuh dipipinya. Rambut panjang Andien kini juga menjadi berantakkan akibat rontaannya tadi.

“Buka Andien sayang… mmpphh” perintah pak Vicky.

Melihat Andien yang masih meringuk kesakitan, membuat pak Vicky semakin bernafsu. Di cengkramnya rahang Andien, lalu dilumatnya kasar bibir Andien. Andien pun menurut, sambil membiarkan pak Vicky melumat bibirnya. Andien bangkit dan mulai membuka celana beserta CD nya. Kini memek Andiendengan bulu menggaris tercukur rapi, terpampang bebas.

Setelah celana dan CD Adnien terlepas, pak Vicky pun melepas bibir Andien untuk membiarkan Andien, melepas kaos seragam olahraganya. Perlahan-lahan Andien pun menaikkan seragamnya. Seolah tidak membiarkan memek Andien menganggur, dengan cepat tangan pak Vicky kembali meremas kasar bibir memek Andien. Membuat Andien kembali meronta-ronta menahan sakit, kaos seragamnya pun ikut tersngkut di kepalanya

Dengan susah payah Andien pun dapat melepas kaos olahraganya. Dengan kasar pak Vicky pun membalikkan tubuh Andien, dan mulai menyodokkan k-ntolnya di memek Andien yang masih kering. Hingga Andien pun harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit, saat penis gemuk pak Vicky bergesekkan dengan memeknya yang masih kering….

“Awhh… pak… pelan pelan awhh… sakitt pak…” jerit Andien.

“Udah diem ngga usah bawel, aq kan sudah bayar.” jawab pak Vicky

Melihat Andien yang terus meronta, kedua tangan pak Vicky mulai menyibak Bra Andien. Dengan nafsu, tangan pak Vicky mulai meilin-milin putingnya. Cairan memek Andien mulai membasahi k0ntol pak Vicky yang terus menyodok lubang memek tersebut.

Setelah bosan dengan posisi tersebut, dengan kasar pak Vicky mendudukan Andien di sebuah meja kayu yang penuh dengan debu. Pantat rita yang bulat dan padat diantara pahanya yang kurus, kini telah dikotori debu-debu yang menempel.

“Ndien.. biar tubuh kamu kurus tapi memek kamu enak banget…” ujar pak Vicky penuh nafsu.

“Ayo.. pak buruan..awhh.. nanti yang lain pada curiga… oogghhhh” desah Andien.

Merasakan k0ntol gemuknya terus dijepit oleh memek Andien yang sempit dan basah, pak Vicky pun semakin bernafsu. Sodokkannya semakin kasar dan cepat, membuat tubuh Andien terhentak-hentak keras mengikuti irama sodokkan pak Vicky.

Kini bibir berkumis pak Vicky mulai menghisap puting Andien. Membuat Ansien semakin menggeliat tak beraturan, dan menatap pasrah kearah kepala botak pak Vicky. Puting Andien yang mencuat, membuat pak Vicky menjadi semakin gemas. Sesekali pak Vicky menggigit gemas puting Andien. Membuat kepala Andien terdongak menahan nyeri di putingnya.

“Awwhhh… ssakit pak… puting Andien.. wahh.. jangan digigit gitu… awwhhh” jerit Andien mengiba..

Tak lama kemudian k0ntol pak Vicky, mulai berdenyut di dala memek Andien. Dengan cepat pak Vicky mencabut k0ntolnya dan menarik Andien agar berjongkok, dihadapannya. Dengan kasar pak Vicky memaksa mulut Andien untuk menghisap k0ntol tersebut. Dan ‘Crett.. crett.. crett…” pejuh pak Vicky menyembur di mulut Andien.

“Telan pejuh bapak…” bentak pak Vicky.

Andeian pun mencoba bertahan, namun pak Vicky enggan mencabut k0ntolnya dari mulut Andien, yang dipenuhi cairan pejuh pak Vicky. Kesal dengantingkh Andien yang enggan menelan pejuhnya, tangan kasar pak Vicky langsung mencubit puting Andien dengan kasar.

“Auwwhhh.. glukk..glukk…” Andien pun meneguk habis pejuh pak Vicky dimulutnya.

Setelah memastikan Andien telah membersihkan sisa pejuh di k0ntolnya, pak Vicky pun mencabut k0ntolnya dari mulut Andien dan langsung menaikkan lagi posisi celananya. Diikuti Andien yang juga sibuk memungut uang bayaran dan pakaianya yang tergelatak di lantai. Pantat Andien terlihat berguncang, saat Andien berusaha membersihkan debu yang menempel di pantatnya.

“Pak.. boleh mnta rokoknya?.. Nggak enak banget nih masih kerasa pejuh bapak” ujar Andien sambil menjulurkan lidah meungilnya.

“Hahahahaha.. nih… keretek tapi…” jawab pak Vicky, meyodorkan sebungkus rokok kretek beserta koreknya.

Andien pun mulai menyulut rokok tersebut, dikumurnya asap rokok tersebut untuk menghilangkan aroma pejuh yang pekat. Sementara itu, pak Vicky sibuk mengangkat matras biru dan melangkah kearah pintu gudang.

“Jangan lama-lama, bapak duluan… owh iya hati-hati nanti ketauan merokok bisa abis kamu” ujar pak Vicky, dan kemudian menghilang di balik pintu gudang.

“Iya njing…. duhh sakit banget toket gue.. dasar guru bangsat” gumam Andien, sepeninggal pak Vicky.

Sambil menghisapk rokok, Andien mengintio teman-temannya ke lapangan olah raga. Seperti biasa pelajaran olahraga kali ini dipenuhi aksi mesum pak Vicky. Setelah mengambil nilai siswa cowok, pak Vicky betah berlama-lama mengajarkan senam lantai kepada para siswi.

Sepanjang pelajaran mata pak Vicky jelalatan, menelanjangi tubuh setiap siswi dengan balutan seragam olahraga yang terbilang tipis. Tentu saja yang menjadi bulan-bulannan utamanya adalah Nana, yang memiliki tubuh paling sintal dan sangat menggairahkan.

Berkali-kali Nana mencoba beberapa gerakan senam lantai yang terbilang lumayan sulit, sambil tangan pak Vicky terus menggerayangi tubuh sintal tersebut, dengan berpura-pura membenarkan gerakannya. Begitupun dengan Andien, pak Vicky dengan berani mencuri-curi untuk mencolek bagian selangkangan, dada, dan bahkan pantat Nana. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot.

resizedimage-php-bresize resizedimage-php-banner-1