Alat Bantu Sex Wanita
Balo Goal
Home » Cerita Dewasa ABG » Cerita Sex Rini Yang Montok

Cerita Sex Rini Yang Montok

Cerita Sex, Cerita Dewasa – Kisahku nyataku ini terjadi beberapa thn yg lalu. Saat itu aq baru saja mendpatkan pekerjaan di kota Surabaya sehingga untuk mendapatkan rumah dalam waktu singkat tdklah mungkin, terus terang saja aq belum mendapatkan tabungan yg cukup untuk membeli rumah. Akhirnya aq putuskan untuk kost di daerah yg tdk jauh dari kantorku.

http://www.seksigo.com/wp-content/uploads/2017/04/Cerita-Sex-Rini-Yang-Montok.pngCerita Sex Rini Yang Montok

Akhirnya aq mendapatkan tempat kost yg aq inginkan, perlu para pembaca ketahui, nenek tempat kostku mempunyai seorang cucu perempuan yg saat itu masih duduk dibangku sekolah SMP, namanya Rini. Rini adalah sosok perempuan yg mengasyikkan jika dilihat, walaupun dia masih SMP, Rini memiliki bentuk tubuh yg montok. Oiya, sebelumnya aq Toby, 26 thn seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di kota Surabaya.

Singkat cerita, tak terasa dua thn sudah aq menjalani masa kostku dan karena aq termasuk orang yg supel, aq cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dan karakter aq itu membuat Rini yg makin hari makin ranum dan seksi, tergila-gila padaku. Sampai pada suatu hari aq memberanikan diri untuk mencium bibirnya, diluar dugaanku Rini membalas ciumanku dengan buasnya.

Sampai akhirnya aktivitas itu menjadi kegiatan rutin antara aq dengan Rini, sepulang kantor atau memanfaatkan waktu-waktu sepi di kost-kostan. Setiap melakukan hal itu, tanganku yg bandel juga tdk lupa menyelinap di balik CELANA DALAM nya dan sedikit menggesek-gesekan jari telunjukku di ujung clitorisnya. Dan walaupun aq hanya menggesekkan adik kecilku tetapi setiap aktivitas itu, aq selalu mencapai klimaks. 4 tahun ternyata waktu yg sedikit untuk menikmati hal itu. Sampai akhirnya aq harus keluar dari kost-kostan dan Rini harus kuliah di kota dingin Malang.

Setelah sekian tahun lamanya aq tdk mendengar kabar tentang Rini, di tahun 2001 aq iseng-iseng call Rini di rumahnya dan walhasil dari obrolan pertama di telepon tersebut, aq dapatkan nomor phone dia di Malang dan juga dia memberikan nomor HP. Akhirnya kita berdua sering kontak via telephone, walaupun aq sudah berstatus nggak bujang lagi, tetapi dia tetap saja bilang kalau masih sayang sama aq. Sampai akhirnya kita janjian untuk ketemu saat dia week end, karena setiap hari itu Rini selalu rajin pulang ke Surabaya.

Pucuk ditunggu ulam pun tiba, dengan perasaan deg-degan akhirnya aq bertemu dengan sosok Rini yg dulu masih lugu dan centil, sekarang tumbuh menjadi gadis yg sexy, sintal dengan ukuran bra 34. Waw, semakin aq menelan ludah setiap melihat tubuhnya yg sexy.

“Mas Toby, gimana khabarnya,” tanya Rini merusak pikiranku yg jorok.

“Ee.. baik, bagaimana dengan kamu?” jawabku gugup.

Kita berdua bercerita panjang lebar setelah sekaian lama nggak ketemu, Sampai akhirnya aq harus antar dia balik ke rumahnya di sUrabaya.

“En, kamu sudah punya pacar..?” tanyaku.

“Lagi blank nih Mas.. ” jawab Endha tangkas

“O yah, kamu masih inget nggak saat aq ajarin kamu berciuman dulu?” godaku.

“Ihh, Mas Toby emang bandel kok,” sambil mencubit lenganku.

“Aow..,” aq meringis kesakitan.

“Kamu mau nggak kalau aq terusin pelajarannya,” tanyaku sekali lagi.

“Mau aja asal Mas yg ajarin,” jawaban Rini membuat aq merinding.

Setelah kita bercanda dan bercerita panjang lebar, akhirnya aq menawarkan diri untuk ketemu minggu depannya lagi.

“Rini, minggu depan ketemu lagi yuk,” ajakku.

“Boleh deh Mas..,” jawab Rini dengan ceria.

“Tapi nginep ya di hotel?” godaku.

“Lho ngapain?” Rini balas bertanya.
“Katanya mau lanjutin pelajarannya..” aq mencoba memancing .
“Nakaall Mas Toby.. nih.”

Tanpa terasa akhirnya Rini harus turun di dekat rumahnya.

“Ma kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan,” sambil pamit Rini mengecup pipiku.

Alamak, darah mudaku bergejolak menerima sentuhan bibirnya yg mungil. Aq perhatikan lenggak-lenggok pinggulnya meninggalkan mobil starletku, sembari aq membayangkan seandainya aq bisa menikmati tubuh kamu Rini, duh betapa bahagainya diriku.

Satu minggu tanpa terasa aq lewatin, sampailah aq ketemu dengan Rini. Kali ini aq sudah booking hotel berbintang di pinggiran kota untuk satu malam. Tepat pukul 16.30, sepulang kantor aq bergegas mengemasi pekerjaan aq dan meluncur di tempat yg sudah kita sepakati bersama.

Bulu kudukku merinding saat dia memasuki mobilku, parfumnya yg harum sontak menggugah saraf kelaki-lakianku.

Tanpa pikir panjang, aq segera meluncur menuju hotel yg sudah aq booking sehari sebelumnya. Jujur saja, buat Rini ini adalah hal yg pertama masuk di hotel, sehingga dia sedikit kaku untuk lingkungan yg ada. Setelah chek ni, aq bergegas menuju lift untuk langsung ke kamar.

“Mas, aq mau mandi dulu ya..?” pinta Rini.

“Oke silahkan, apa mau aq mandiin,” godaku.

“Nggak ah, nakal Mas Toby nih..” sambil menjawab seperti itu, Rini bergegas menuju kamar mandi, dengan dibalut sehelai handuk, Rini berjalan gontai menuju kamar mandi.

Matku benar-benar tdk bisa berkedip melihat pemandangan tubuh Rini yg benar-benar menggairahkan. Pikiranku melayang saat membayangkan kemolekan tubuhnya.

20 menit berikutnya Rini keluar kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yg tipis, hingga membuat darah sex aq naik ke ubun-ubun. Akan tetapi aq berusaha mengendalikan gejolak nafsuku di depan Rini karena memang di depan dia, aq adalah figur seorang kakak yg baik.

“O ya Rini, kamu mau makan apa sekalian pesannya,” tanyaku untuk menutupi gejolak bathinku.

“Terserah Mas deh,” jawabnya.

Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 menit dan tanpa terasa kami sudah bercerita panjang lebar, untuk sekedar melepas kangen. Kita berdua bercengkrama, bercanda cerita tentang apapun, sampai akhirnya..

“En, kamu serius mau lanjutin pelajarannya,” tanyaku serius.

“He eh Mas Toby,” jawabnya.

“Rini..” aq tdk meneruskan pertanyaanku karena dengan cepat aq langsung menyerbu bibir Rini yg mungil.

“Mas..” Rini mendesah sambil memeluk badanku erat, tangannya yg bandel mulai meraba daerah sensitifku, sesekali memainkan rambutku.

Rini mengelus kudukku sehingga membuat aq terangsang hebat.

Lidah Rini yg nakal, sesekali mengimbangi lidahku yag menjelajah seluruh bibirnya. Jemariku mulai bergerilya untuk melepas pengait BH Rini. Pengait BH nya terlepas,

“Mas.. kamu memang guru yg baik,” sambil aq benamkan dalam-dalam wajahku dalam belahan toketnya yg montok.

Sekitar 15 aq bercumbu dengan Rini, aq semakin penasaran dengan apa yg ada dibalik CELANA DALAM nya. Dengan perlahan aq mulai berusaha membuka CELANA DALAM yg dikenakan oleh Rini dan kegiatan aq semakin mudah karena Rini berusaha mengangkat pantatnya sehingga memudahkan aq untuk mempreteli CELANA DALAM nya. Alamak! bulu yg tumbuh masih halus sekali dan baunya wow.. ranum sekali segar, tanpa berpikir panjang aq segera membuka kedua pahanya dan mengunci dengan lenganku sehingga memek Rini yg masih merah terpampang jelas didepan mataq. Dengan usapan halus, lidahku yg bandel mulai menjelajahi setiap mm permukaan memek Rini.

“Oh.. Mas Toby.. asyik sekali Mas.. ughh,” rintih Rini saat lidahku mulai nakal menguak lubang surganya.

Tubuh Rini seperti cacing kepanasan menerima setiapa jilatan lidahku, hisapan lidahku dan sesekali mengangkat pantatnya saat lidahku masuk dalam-dalam lubang memeknya. Sesekali tangannya meremas rambutku yg sedikit gondrong, dan hal itu membuat gairahku semakin naik.

“Mas Toby.. enak sekali Mas.. oh.. kenapa nggak dulu-dulu Mas,” rengek Rini sambil melihat lidahku sedang mengerjai memeknya.

Clitorisnya yg semakin membesar memudahkanku untuk membuat Rini melayang. Ternyata Rini type orang yg mudah orgasme terbukti 15 menit pertama dia mengerang sambil menaik turunkan pantatnya.

“Mas.. Mas Toby, Rini kebelet pipis Mas.. aduh,” rintih Enda.

“Pipis aja sayang di mulut Mas..” jawabku.

“Mas.. aduh.. Rini nggak kuat..” Rini menjerit lirih sambil menggapitkan kedua pahanya di kepalaku. Dengan cekatan aq langsung membuka lebar mulutku dan cairan yg keluar begitu banyak sehingga aq merasakan minum air putih.

“Aduh Mas Toby.. sudah sayang.. uh.. nikmat sekali Mas, kamu memang pandai dalam bercinta aakhh..” kata Rini.

Aq tdk mendengar kan rintihannya, karena aq berkonsentrasi untuk ronde berikutnya karena aq ingin Rini merasakan nikmatnya bercinta dengan aq.

Setelah cairan yg keluar aq berihkan dengan cara aq jilatin, Rini kembali terangsang saat clitorisnya aq gesek dengan batang kemaluanku.

“Wow.. panjang sekali Mas Toby.. aq suka banget.”

Rini mulai menjilati dan mengulum batang kemaluanku, sepertinya dia sangat pandai mengoral cowok.

“Aakhh.. Rini.. kamu pinter tuh,” erangku.

Rini tdk menjawab pujianku, dia semakin lahap menelan dan mengulum serta meghisap batang kemaluanku, aq merem melek setiap batang kemaluanku masuk dalam mulutnya.

Dasar aq, dengan kecepatan yg tdk diduga, aq langsung meraih selangkangan Rini sehingga posisi kamu menjadi 69. Kita berdua saling membuat rangsangan pada daerah-daerah yg sensitif.

Tdk selang berapa lama,

“Mmm, Mas Toby.. aq.. pipis lagi.. oh..” Rini menggelepar kedua kalinya menerima serangan lidahku dan aq tdk tinggal diam, segera aq membalikan tubuh Rini dihadapanku dan,

“Rini kamu masih virgin?” tanyaku.

“Mungkin sudah tdk Mas,?” jawab Rini.

Aq sedikit kaget sembari bertanya,

“Siapa yg lakukan pertama?”

“Aq pernah jatuh Mas, terus ngeluarin darah.”

Sambil membisikna kata mesra, aq berusaha mencari lubang untuk adik kecilku yg sudah mulai menegang 7 kali lipat dari biasanya. Dengan bantuan sisa cairan yg masih ada di sekitar memek Rini, batang kemaluanku mulai mencari lubangnya dan bless.

“Mas Toby.. enak sekali sayang.”

Rini membantu mempermudah aq untuk memasukan batang kemaluanku, sambil mendekap tubuhku, dia mulai memutar pinggulnya, sehingga batang kemaluanku terasa ada yg memijit.

“Ooh.. Mas Toby, kenapa tdk dari dulu kau berikan kenikmatan ini padaq..” Rini berkelenjotan menerima sodokan batang kemaluanku.

“Crek crekk crek” batang kemaluanku keluar masuk dalam lubang memeknya yg sudah mulai becek dan basah kuyup.

“Mas.. Rini, pipis lagi.. ahh..” Rini menjerit panjang saat orgasme yg ketiga diraihnya.

Aq sudah tdk mempedulikan keadaan dia yg masih lemas setelah 3 kali orgasme, aq langsung membalik tubuh Rini sehingga posisi Rini sekarang seperti doggi style. Dengan leluasa aq bisa mengentot Rini dari belakang dengan keringat bercucuran.

“Mas.. kamu memang jago.. ooh.. uughh..” Rini merintih saat batang kemaluanku masuk semua sampai pangkal batang kemaluanku.

Tangannya yg halus hanya bisa mencengkeran seprei hotel saat menahan kenikmatan yg aq berikan. Pikiranku hanya satu, aq harus bisa memberikan kepuasan yg abadi untuk Rini, sehingga kalau dia butuh lagi pasti mencariku.

45 menit sudah pergumulan ini terjadi, entah berapa kali sudah Rini orgasme. Sampai akhirnya aq sendiri sudah merasakan klimaks sudah di ubun-ubun.

“Rini.. Mas mau keluar nih..,” rintihku.

“Iya Mas, jangan dikeluarin didalam ya Mas..,” pinta Rini.

“Iyaa.. sayang.. duh, tubuh kamu benar-benar montok sayang.. uughh.”

Aq merintih saat dia mulai meggoyang untuk ke sekian kalinya, gila gadis muda yg dulu aq kenal masih lugu, sekarang sudah menjadi pasanganku untuk bercinta.

“Rini.. ohh Mas keluar..,” secepat kilat aq mencabut batang kemaluanku dan mengarahkan ke mulut Rini.

“Auwwhhh..” pejuhku nyembur diwajah Rini. Rini menjilati batang kemaluanku dengn lahap sampai tdk tesisa sedikitpun pejuhku yg keluar.

“Mas, kamu memang guru jempolan.. aq sudah 9 kali orgasme, Mas Toby baru sekali.. kamu hebat Mas,” cerita Rini.

“Kamu suka sayang,” tanyaku.

“Suka banget, kamu maukan selalu berikan kenikmatan itu untukku?” balas Rini bertanya.

“Iya sayang, aq janji memberikan kenikmatan itu.”

Rini memelukku dan membimbing aq untuk ke kamar mandi, dan dalam kamar mandipun aq juga melaqkan lagi sampai pukul 3 dini hari. Sangat romantis bercinta dengan mantan anak ibu kost, karena dia juga baru pertama ini mengalami orgasme yg luar biasa dan sampai sekarang aq masih kontak-kontak sama dia, tepatnya saat dia butuh, aq segera atur jadwalku. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Nonton Video Bokep.